
Nuna masih dengan teman -teman nya Cio sedangkan dia malah pergi dengan King ke tepi pantai
"Kamu ngapain ngajak saya jalan kesini? " Tanya King
"King kamu beneran suka sama Serena atau cuma mau jadiin dia pelampiasan? " Tanya Cio tanpa basa-basi pada King
"Memangnya saya sejahat itu? bahkan jika saya lakukan itu bisa-bisa nyawa saya yang akan melayang di tangan Om Rio" Jawab King
"Saya memang suka dengan Nuna kemarin tapi kalau di pikirkan lagi, Serena sudah tau saya bahkan Papi saya sering berbicara ingin menjodohkan kami jadi saya putuskan untuk membuka hati untuk Serena dan saya benar-benar menginginkan Serena" Sambung King
"Jika kamu hanya penasaran dengan Serena lebih baik pergi sekarang sebelum Serena benar-benar melihat kamu di hidupnya" Ucap Cio
"Untuk apa saya pergi jika saya sudah ingin menetap Cio" Ujar King
"Saya masih punya banyak waktu untuk meluluhkan kepala batu nya Serena" Ucap King lagi
"Kamu jangan khawatir kan dia sebab saya yang akan selalu menjaganya bahkan jika saya menyakiti nya saya akan suruh Om Rio untuk menghukum saya" Ucap King dan Cio tersenyum mendengar ucapan King
"Lebih kamu jaga Nuna dan turuti semua kemauan nya sebab dia sebentar lagi akan melahirkan" Ucap King
"Aku percaya kamu King" Ucap Cio dan King mengangguk
Disisi Nuna
Nuna sejak tadi menahan kantuknya bahkan dia sekarang bersandar di bahunya Serena sambil memejamkan matanya
"Ka Cio mana sih? ka Nuna udah tidur gini dia malah keluyuran" Omel Serena
"Kita bawa ke mobil aja gimana? " Saran Lisa
"Gak! dia harus disini sama kita biar aman" Tolak Serena
Vanessa tersenyum melihat Nuna yang malah tidur di bahunya Serena
"Dia beneran lebih tua dari kita? kok sikapnya lucu pantes aja Cio perlakuan dia kaya anak kecil soalnya emang orangnya gemoy" Ucap Vanessa
"Pas hamil ini aja yang sikapnya agak lain tapi sebelum hamil dia normal malah lebih ke galak kesannya" Ujar Serena
"Jenis kelamin bayi apa? " Tanya Vanessa
"Cewe" Jawab Serena
"Oh pantesan aja kayagini, wajar banget kalau sikapnya clingy kayagini anaknya aja cewe" Ucap Vanessa
__ADS_1
Cio datang dengan Serena dia melihat Nuna sudah tertidur pun langsung mendekati Nuna
"Chagiii! " Panggil Cio sambil menepuk-nepuk pipi Nuna
Nuna membuka matanya lalu dia tersenyum melihat Cio yang ada di depannya
"Berci pulang yuk! aku mau pulang, aku ngantuk" Ajak Nuna
"Iyah-iyah kita pulang yah" Jawab Cio dan dia membantu Nuna berdiri sebab tidak mungkin jika Cio menggendong nya dengan keadaan Nuna yang hamil besar
Serena mengikuti Cio melewati King begitu saja tapi King hanya tersenyum dan juga mengikuti mereka
Cio dan Nuna sudah di mobil tapi Nuna tidak mau duduk di belakang melainkan duduk di depan dengan Cio
"Kalau ngantuk tidur di belakang aja yah" Suruh Cio
"Aku udah gak ngantuk lagi kok" Jawab Nuna
"Yakin? " Tanya Cio dan dia menganggukkan kepalanya
"Yakin" Jawab Nuna
"Berci kok semua teman-teman kamu bilang aku lebih muda dari kamu? emangnya aku semuda itu? " Tanya Nuna dan Cio tertawa
"Aku ngajak ngomong malah di bercandain" Ucap Nuna
"Tapi benerkan? " Ucap Cio
"Serah kamu" Jawab Nuna dan Cio menjalankan mobilnya
Disisi Serena
Serena awalnya ingin ikut dengan Nuna dan Cio tapi tangannya di tahan oleh King jadinya dia di tinggal oleh Cio
"Kamu mau pulang? " Tanya King
"Maulah" Jawab Serena
"Gimana kalau kita jalan-jalan dulu sebentar? " Ajak King
"Gak! bawa aku pulang atau aku pulang naik taksi" Ancam Serena
"Oke kita pulang" Ucap King mengalah dan mereka juga pulang dengan mobil King
__ADS_1
Hari berganti malam
Nuna dan Cio baru selesai bersih-bersih diri tapi Nuna malah merasa lapar sekarang tapi makanan sudah terjadi sebab Cio tahu jam-jam laparnya Nuna
Nuna tersenyum lebar ketika melihat makanan tersaji rapih di depan matanya
"Makan" Ucap Nuna lalu dia mulai mencicipi makanannya
Cio berdiri tidak jauh dari Nuna sambil mengeringkan rambutnya dengan anduk
"Berci makan yuk! " Ajak Nuna
"Kamu duluan aja nanti aku nyusul" Ucap Cio dan dia masuk ke ruangan ganti untuk memakai bajunya
Nuna makan dengan lahapnya dan tidak lama kemudian Cio keluar dengan baju kaos oversize hitam dan juga celana pendek hitam
Cio duduk di samping Nuna, dia hanya tersenyum melihat Nuna yang sudah menghabiskan hampir sebagian makanan tadi
"Aaaaaaa" Nuna ingin menyuapi Cio dan tentu Cio menerima suapan istrinya
"Enak kan? jadi semuanya aku yang makan yah" Ucap Nuna
Cio hanya tertawa kecil mendengar ucapan Nuna
"Makan yang banyak" Ucap Cio lalu dia sibuk dengan ponselnya membiarkan Nuna makan sendirian
Nuna benar-benar sibuk sendiri dengan makanan yang ada di depannya
Cio menyenderkan kepalanya ke bahunya Nuna tapi matanya tetap ke ponsel nya
"Berci aku senang deh dengan teman-temen kamu tadi kecuali Lisa" Ucap Nuna
"Mereka baik tapi aku kurang akrab sebenarnya sama teman-teman perempuan ku" Ucap Cio
"Karena aku kan? tapi aku suka" Ucap Nuna lalu dia tersenyum sambil mengelus dagu Cio yang mulai tumbuh bulu halus sebab dia belum mencukurnya
"Ngapain tangan nya? " Tegur Cio tapi Nuna malah suka memainkan dagu Cio
"Ih gemoy dagunya, kaya ada yang nusuk" Ucap Nuna
"itu bulu alus yang belum aku cukur" Ujar Cio
"Hihi lucu" Ucap Nuna tapi tangannya masih terus mengelus dagu Cio
__ADS_1
"Chagiii" Tegur Cio tapi Nuna acuh dan tetap memainkan dagunya Cio dengan senangnya