
Nuna sampai di kos-kosan teman-temanya lalu dia tersenyum melihat ketiga sahabatnya sudah menunggu nya di depan teras bahkan Syifa sedang menendang kaleng di jalan
Nuna ingin berlari tapi di tahan oleh bodyguard nya dia pun tidak jadi
"Akhirnya datang juga" Ujar Pritta yang sejak tadi berjongkok di depan pintu menunggu Nuna sedangkan Wati duduk di kursi rotan
"Masuk dulu" Suruh Syifa menghentikan aktifitas yang menendang kaleng tadi
Nuna langsung duduk di sofa sambil mengibas-ngibaskan tangannya karena kepanasan
Bodyguard Nuna masuk lagi membawakan beberapa ice cream mahal dan juga frozen food lagi dalam kantong besar
"Cape Nuna? " Tanya Wati yang duduk di samping nuna
"Gak sih tapi panas aja" Ujar Nuna
"Kita jalan yuk! kalau disini kaya nya gak seru" Ajak Syifa
"Kemana? " Tanya Pritta
"Aku baru juga sampai kok malah mau jalan sih? " Ujar Nuna kecewa
"Nanti aja yah, aku ngadem dulu" Ujar Nuna
"Oke deh" Jawab Mereka bersamaan
"Gimana kabar kamu Nuna? " Tanya Syifa
"Baru 2 hari lalu ketemu, kaya baik-baik aja sih" Jawab Nuna
"Tapi ada kabar gak baik di keluarga suamiku" Ujar Nuna
"Apa Nuna? " Tanya Mereka penasaran
"Adik suamiku di kroyok teman-temanya sampai harus masuk rumah sakit di Singapura buat penangan lebih intensif" Ujar Nuna
"Gimana ceritanya bisa kroyok? kamu aja di jaga seketat itu sama adik suami kamu engga sih? " Tanya Pritta
"Dia di kroyok di kampus makanya penjagaan cuma dari jauh aja gak sedekat pas dia lagi pergi-pergi gitu" Ujar Nuna
"Sistem orang kaya sama aja yah kaya kita juga, kalau nyelesain masalah main kroyokan" Ujar Syifa
"Udah-udah aku kesini buat gak mau ingat Serena nanti aku sedih" Ujar Nuna
"Ahhhh Iyah" Ucap Mereka sambil mengangguk
"Mata kamu kok kaya sembab Nuna? kamu kurang tidur? " Tanya Wati yang wajah Nuna terlihat lesu karena dia memakai make up yang tipis
Nuna memegangi wajahnya memeriksa sendiri tapi Pritta menyenggol tangan Wati
"Dia punya suaminya jelaslah dia kurang tidur" Sambung Pritta
"Oh tadi malam suami ku uring-uringan karena adik pergi berobat" Ujar Nuna
"Yakin itu? kayanya mau cepat punya momongan" Goda Syifa
"Itu juga betul, bahkan 4 jam di tempur tanpa ampun katanya mau punya anak cewe" Jawab Nuna dengan polosnya membuat mereka bertiga memelototi Nuna
__ADS_1
"4 jam? " Ujar Pritta tak percaya
Syifa dan Wati menatap tangannya dan menghitung jarinya yang 4
"4 jam itu goyang terus? " Tanya Pritta
"Namanya juga punya suami masih remaja ya jelaslah stamina nya kuat banget" Ujar Nuna
"Itu betul juga sih" Jawab Pritta
"Muka polos tapi stamina di ranjang gak bisa di lawan" Ucap Wati tergeleng
"Semoga kamu cepat punya anak perempuan yah Nuna" Doa mereka untuk Nuna
"Aminnn" Jawab Nuna
Disisi Cio
Cio duduk di kursi kebesaran milik Daddy nya dengan Gagahnya
King Masuk lalu dia tersenyum melihat sepupunya sendiri
"18 tahun tapi udah menduduki tahta Om Rio cuma lu sih, dan itu keren" Puji King pada Cio
Cio tersenyum tipis lalu kembali fokus untuk membaca berkas yang di berikan oleh sekretaris nya tadi
King duduk didepan nya Cio tapi dia hanya diam sambil merapikan kemeja nya sendiri
"Katanya Daddy pengen banget buat proyek ini berhasil dan keuntungan juga sangat fantastik sih" Ujar Cio sambil terus membaca
"Itu proyek yang ada di Australia sana Cio, dia ingin memperluas wilayah Wicaksono Grub" Ujar King
"Padahal kata Papi ku, Opah Riko suruh menghentikan proyek yang ada disana tapi entah kenapa Daddy lu masih terus menjalankan itu" Sambung King lagi
"Australia adalah tempat kelahiran Mamah Alice jelas lah Daddy mempertahankan itu, walau bagaimana pun Mamah Alice adalah orang tua Serena" Ujar Cio
"Pantas aja Papi sangat bangga memiliki sahabat seperti Om Rio dan Mami juga bangga memiliki adik seperti Aunty Intan" Ucap King dan Cio menatap sebentar King lalu tersenyum
"Umur lu masih muda Cio dan buat sesuatu biar orang bangga juga sama lu" Suruh King
"Buat apa? Gua gak butuh pengakuan, kalau pengakuan itu nantinya bisa berbuntut panjang" Ujar Cio
"Kayanya kita agak berbeda dalam hal seperti ini" Ujar King
"Perbedaan yang mencolok adalah lu jomblo sedangkan gua menikah" Ucap Cio lalu dia tertawa renyah
"Sialan lu" Ucap King tapi tertawa saja
1 jam berlalu
Cio dan King pun bersiap-siap untuk memasuki ruangan dan ruangan itu sudah di penuhi orang klien dan karyawan Daddy nya dari Australia
Cio menghela nafasnya dan duduk di kursi yang seharusnya tempat duduk Daddy nya
"Selamat pagi menuju siang semua nya" Ujar Cio pada semua nya
__ADS_1
"Langsung saja! " Suruh King
Salah satu dari mereka masuk dengan laptop mereka dan mulai menjelaskan meeting hari ini
Disisi Nuna
Nuna sedang makan ice cream dengan teman-temanya
"Bapak-bapak di sekitar kos sini udah agak gak sehat" Ujar Wati
"Kenapa? " Tanya Nuna
"Kemarin kan di kos-kosan seberang ada janda baru mana cantik, semok terus ada yang sampai naik genteng buat intipin tau" Ujar Syifa
"Janda lebih menarik dari perawan coy" Ujar Pritta
"Istrinya gimana? " Tanya Nuna
"Ya jelas lah ngamuk sampai ada yang lempar panci tau" Ujar Syifa
"Boong ah" Ujar Nuna
"Iyah boong" Ujar Wati
"Apaan yang boong lu liat sendiri bego" Ujar Syifa emosi karena Wati malah menuduh nya berbohong
"Hayooo kalau boong bapaknya mati" Ujar Pritta
"Udah! " Jawab Syifa karena bapak sudah meninggal
Pritta langsung terdiam sambil menggaruk kepalanya
"Mau apa lu?" Ujar Syifa
"Sama kok! tapi gua emak yang ada, jadinya kita saling melengkapi" Ucap Pritta
"Preen" Ujar Syifa sambil menepuk dadanya di kiri
Nuna geleng-geleng kepala melihat tingkah teman-temanya
"Aku mau kenalin kalian ke Serena awalnya tapi malah rencana ku gagal" Ujar Nuna
"Takut ah Nuna, Anak orang kaya omongan pedes" Ujar Syifa
"Iyah omongan orang kaya sadis-sadis" Timpal Wati
"Adik ipar ku beda, bahkan keluarga suami ku semuanya gak yang kaya kalian pikirkan" Bela Nuna
"Sama kamu kaya nya engga deh sama kami, mana kamu jorok dekil" Ucap Wati rendah
"Lu aja yang jorok sana dekil gua mah engga" Ujar Syifa
"Syifa betul" Sambung Pritta
"Woy kok malah body shaming ke aku sih? " Ujar Wati
"Berantem lagi" Ujar Nuna sambil mengelus wajahnya
__ADS_1