
Ketika sampai di kamar
Nuna mendorong Cio sampai di menempel di pintu lalu memeluk Cio dengan erat tapi sambil menangis
"Chagii? " Ujar Cio sambil membalas pelukan istrinya
"Mommy benci aku Berci? bahkan dia gak perduli dengan bayi kita" Ujar Nuna sambil terus menangis
"Gak Chagii, Mommy masih belum bisa menghilangkan rasa kesalnya aja, Kita harus sabar yah" Ujar Cio lembut sambil mengelus rambut Nuna
"Aku gak mau kalau bayi kita di benci Mommy" Ujar Nuna
"Coba mukanya sini, liat wajah aku" Suruh Cio tapi Nuna menggeleng sambil terus menangis
"Aku bisa bayangin sesakit apa sekarang kamu Chagi, karena kamu itu bukan istri yang cengeng tapi pas didebat Mommy pasti kamu nunduk terus nangis" Ujar Cio
"Aku sayang dia Berci, Dia benar-benar kaya seorang Mommy yang tulus ketika aku datang ke mansion kamu" Ujar Nuna
"Tapi karena kejadian kemarin dia benar-benar benci aku sampai rasa kasihannya hilang" Sambung Nuna
"Kamu sayang Mommy? " Tanya Cio dan Nuna mengangguk pelan
Cio mencium puncuk kepala Nuna lalu mempererat pelukannya
"Aku gak akan bela Mommy kalau dia salah dan aku minta maaf karena ucapan Mommy yang tadi" Ujar Cio
"Aku juga marah dengar Mommy tuduh kamu kaya tadi tapi aku percaya kok itu putriku sebab istriku ini orangnya sangat baik bahkan keluar mansion saja selalu di kawal gimana caranya mau selingkuh kan? " Ujar Cio
"Kamu itu terlalu posesif, dulu aja aku mau ketemu jordi malah kamu anterin" Ucap Nuna sambil sesegukan
"Tapi sakit juga tau liat kamu mesraan sama dia bahkan sampai ciuman" Jawab Cio
Nuna menggeleng sambil mempererat lagi pelukannya "Jangan ingat itu lagi, aku gak mau kamu sakit hati" Ujar Nuna
"Aku salah waktu itu, andai otakku bener pas itu pasti aku bakal tinggali Jordi" Sambung Nuna dan Cio tertawa mendengar ucapan Nuna
"Aaaaaaa aku pasti saat itu sakitin kamu banget kan" Ujar Nuna dengan kencang menangis
"Hey gak kok, aku gak sakit hati lagi soalnya Jordi nya juga sudah mati ngapain aku harus sakit sih? " Ujar Cio dan Nuna melongak menatap Cio dengan wajah penuh air mata
"Kenapaaaaa? " Tanya Cio layaknya memberi pertanyaan pada anak kecil
"Untuk masalah Mommy tadi jangan di pikirin lagi yah soalnya aku takut kamu bakal kram kaya kemarin-kemarin karena terlalu mikirin ini semuanya" Ujar Nuna dan Nuna mengangguk tapi ekpresi Nuna sangat lucu sampai Cio gemas melihatnya
"Punya istri kaya Nuna benar-benar berwarna, apalagi kalau dia lagi manja, aku sangat ingin menelan nya hidup-hidup" Cio Membatin
Nuna menyandarkan kepalanya di dada s suaminya
__ADS_1
"Aku gak papa misalnya Mommy terus kaya gitu tapi kamu dan Serena jangan tinggalin aku yah, soalnya kalian orang yang paling harus ada di hidup aku" Ujar Nuna
"Aku gak mau kamu dan Serena benci aku, Ketika kamu gak bisa temenin aku ada Serena yang selalu ada bahkan turutin kemauan aku makanya kalian gak boleh pergi" Ujar Nuna
"Aku gak akan pergi kok Chagii begitupun Serena " Ujar Cio dan Nuna mengangguk kan kepalanya
Disisi Serena
Nuna sedang meminum teh di balkon kamarnya sambil menikmati hari liburnya di sana
"Gara-gara ka King pergi aku sekarang jadi takut keluar soalnya Digo selalu ikutin aku" Ujar Serena
"Digo kenapa yah kok dia kaya orang terobsesi sama aku, aku jadi takut" Ujar Serena lagi
Ponsel Serena berdering yang menelpon adalah King tapi Serena malas mengangkat nya dan malah membiarkannya saja
Ponselnya terus berdering dan dia pun mengangkatnya, Wajah King langsung memenuhi layar ponsel Serena
"Kenapa? berisik tau di telponin terus! " Omel Serena
"Gak kangen? " Tanya King
"Gak! kepikiran aja engga! " Jawab Serena
"Oh berarti saya yang kegeeran" Ucap King sambil tertawa kecil
"Saya akan pulang kecuali kamu jadi pacar saya gimana? " Tawar King
"Oke pulang aja dulu" Jawab Serena
"Saya akan pulang tapi janji kamu bakal pacar saya? " Tanya King
"Iyah!" Jawab Serena santai
"Kalau saya nikahin aja langsung gimana? biar kita langsung bisa susul Cio dan Nuna punya anak" Ujar King
"Kenapa ngomong gitu? kaka emangnya beneran mau pacaran sama aku? sedangkan Kaka aja suka kan sama Ka nuna" Ujar Serena
"Sudah enggak" Jawab King dan Serena diam
"Malam ini saya akan pulang dan langsung datangin kamu yah" Ujar King
"Aku gak percaya, kata Ka Hellen aja kaka itu gak akan pulang kecuali proyek yang bangun sudah jadi" Ucap Serena
"Proyek yang saya ingin bangun itu bukan itu Serena tapi membangun rumah tangga sama kamu" Ucap King dan wajah Serena langsung memerah karena salah tingkah
"Pasti lagi ngigo" Ujar Serena dan King tertawa
__ADS_1
"Mau jadi istri saya atau pacar saya? " Tanya King
"Belikan aku mansion dengan harga 1 trilun lebih berserta kompleks nya sekalian baru aku mau jadi pacar atau istri kaka" Jawab Serena yang malah menantang King
"Tapi dalam waktu 3 hari aja" Sambung Serena
"Oke saya akan carikan" Jawab King dengan mudah
"Ada yang lebih sulit?" Tanya King
"3 hari kan? tapi saya akan dapatkan kurang lebih 24 jam" Ujar King
Serena tersenyum miring sambil mengangkat alisnya seperti meremehkan King
"Kenapa mata kamu kaya gitu? kamu meremehkan saya? " Tanya King
"Aku cuma mau terjunin mental kaka aja karena aku salah kasih tantangan" Ucap Serena dan King tertawa
"Kaka mau jadikan aku pelampiasan? " Tanya Serena
"Awal begitu tapi saat ini tidak" Jawab King
"Lebih baik kita wujud kan saja impian keluarga kita untuk menjadi kita satu" Ucap King lagi
"Tapi aku gak kayanya sama ka King" Ujar Serena dan King langsung memanyunkan bibirnya
"Tega Serena kamu tolak saya? " Tanya King
"Ya tega lah, kan aku gak punya perasaan ke kaka ngapain aku harus ga tega cuma ka ini kok" Jawab Serena
"Mana jari kelingking kamu? " Tanya King
"Buat apa? " Tanya Serena
"Perlihatkan saja! " Suruh King dan Serena memperlihatkan jari kelingking mungilnya ke King
"Jadi yah nanti terima lamaran saya" Ujar King
"Gak mau jawab" Ucap Serena
"Tega ah" Ujar King
"Udah yah ka, aku sibuk" Ujar Serena dan langsung mematikan telpon nya dengan King
Dia pun langsung mematikan sambungan datanya dan kembali menikmati tehnya tanpa memikirkan ucapan King tadi sebab dia menganggap nya hanya candaan
"Ganggu aja" Ujar Serena
__ADS_1