
Hari berganti siang
Nuna sedang dijalan menuju rumah sakit dengan King tapi sejak tadi Nuna hanya diam sebab dia kehilangan Mood nya entah karena apa
"Mamah Figo di tinggal sendirian gak papa? " Tanya King
"Gak papa" Jawab Nuna singkat
King memarkirkan mobilnya setelah keluar mobil lalu masuk ke rumah sakit
"King kamu pakai parfum apa? " Tanya Nuna lalu dia mencium-cium bau tubuhnya
"Parfum dari dior" Jawab King
"Suamiku pakai merek itu juga kok gak seenak ini? " Tanya Nuna
"Mungkin dia beda bau nya kali kan banyak bau parfum nya" Ucap King
"Kalau aku pakai cocok gak? " Tanya Nuna
"Ini parfum cowo masa Iyah kamu mau pakai? "Ucap King
"Soalnya enak bau nya" Ucap Nuna
"Ada-ada aja" Ucap King lalu mereka sampai di ruangan Cio dan Nuna langsung masuk dengan senyum lebar di wajahnya
Nuna melihat Cio sedang di ganti perbannya oleh dokter, dia berjalan cepat mendekat suaminya
Dia berdiri di samping Mommy Intan dan dia bisa melihat Cio yang sedang di ganti perbannya
"Selamat pagi my Husband" Ucap Nuna tanpa suara
"Pagi my wife" Jawab Cio dalam hati
Perban Cio di ganti oleh plester saja sekarang membuat Cio lebih mudah apalagi luka di bibirnya sudah mengering karena di berikan obat yang lebih agar dia bisa berbicara
Nuna senyum-senyum sambil memeluk sebuket bunga untuk suaminya
Dokter sudah selesai mengganti perban Cio lalu dia pergi tapi dia akan kembali lagi nanti
Nuna buru-buru mendekati suaminya bahkan dia mencium dahi dan hidung suaminya
"Maaf yah kemarin sore gak bisa kesini soalnya aku ketiduran" Ucap Nuna
"Iyah gak papa" Ucap Cio
"Maafin Mommy yah sayang tadi malam gak angkat telpon kamu sebab Mommy sibuk" Ucap Mommy Intan
"Gak papa kok, tapi jadinya rasa kangen nya ke suaminya semakin menggunung" Ucap Nuna dan Cio tersenyum sampai gigi nya terlihat
"Berci udah 3 malam aku tidur sama kamu rasanya kangen banget" Ucap Nuna
"Kangen banget tau" Ucap Nuna dengan nada manjanya
King berdiri di belakang Nuna menatap ke manjaan Nuna pada Cio
"Mau di peluk kamu, mau di cium kamu Berci" Ucap Nuna dengan bibir manyunnya
__ADS_1
"Seminggu lagi infus ku bakal di lepas, jadinya tangan kanan ku bisa peluk kamu" Ucap Cio
"Lama banget Berci" Rengek Nuna
"Gak sabaran banget sih" Ucap Cio
"Kangen tau" Ucap Nuna
Daddy Rio masuk ke ruangan anak-anaknya dia langsung mendekati Istrinya
"Om Papi mana? " Tanya King
"Dia pulang King sebab perusahaan butuh dia dan Mami kamu juga yang nyuruh dia pulang" Jawab Rio dan King hanya angguk-angguk
"Bagaimana keadaan anak kita? " Tanya Daddy Rio pada Mommy Intan
"Serena sudah di nyatakan sembuh sedangkan Cio juga semakin membaik bahkan kemungkinan dia bisa lepas infus nantinya" Jawab Mommy Intan
"Aku senang Ay" Ucap Daddy Rio lalu dia mencium kening istrinya
"Ka Nuna"Panggil Serena
" Iyah! "Jawab Nuna
"Gimana ngomong nya Mom? " Tanya Serena yang kebingungan untuk memulai pembicaraan
"Nuna kamu mau gak di periksa ke dokter ke kandungan biar kami semuanya gak saling berdebat dengan sikap kamu" Ucap Mommy Intan
"Ngapain Mom ke dokter kandungnya? aku gak hamil" Bantah Nuna yang juga kebingungan
"Hamil? pabrik nya aja lagi macet gimana mau hamil? " Jawab Nuna dan Cio tertawa mendengar jawaban istrinya
"Ikut aja yah Chagii biar semuanya gak bertanya-tanya" Ucap Cio
"Mau? " Tanya Mommy Intan lagi
"Iyah" Jawab Nuna lalu dia berdiri dan pergi bersama dengan Mommy Intan dan juga Serena yang memang dari awal dia yang menyarankan
Nuna sampai di ruangan dokter kandungan tapi dadanya berdegup kencang sebab dia tidak pernah kesana sebelumnya
Mommy Intan yang memulai pembicaraan pada dokternya dengan bahasa Inggris sebab Nuna tidak bisa
Dokter itu menyuruh Nuna duduk di samping Mommy Intan dan mulai melakukan serancang pemeriksaan
Lalu perempuan baru baya yang bergelar Profesor uty memberikan testpack pada Nuna menyuruh nya melakukan test urine
Nuna hanya mengangguk tanda menurut dan dia masuk kekamar mandi
Nuna mulai menampung urine nya lalu mencoba testpack itu dan membiarkannya selama 10 menit
"Aku lagi halangan kok bisa di sebut hamil sih? "Ucap Nuna mendumel
" Tapi haid ku emang agak lain sih, kaya abu-abu gitu mana cuma sedikit keluarnya "Ucap Nuna lagi
" Mom aku yakin ka Nuna hamil"Ucap Serena yang memang sangat berharap kaka iparnya hamil
"Kamu jangan terlalu berharap juga nanti jatuh sakit" Ucap Mommy Intan
__ADS_1
"Dokter bilang aja memang dari ciri-cirinya ka Nuna hamil kok" Ucap Serena
Disisi Cio
Cio kembali kedatangan tamu yang tak percaya dia harapkan dia adalah Lisa
Bahkan Lisa membawakan Cio bunga juga dengan kue coklat kesukaan Cio tentu nya
Daddy Rio dan King membiarkan nya saja masuk mendekati Cio karena selagi tidak ada Nuna
"Aku datang" Ucap Lisa lalu dia meletakkan bunga miliknya berdampingan dengan milik Nuna tadi
"Gimana keadaan kamu Cio? kayanya perban kamu udah di lepas yah" Ucap Lisa lagi
"Aku bawa kue kesukaan kamu Cio, aku terlambat datang sebab cari kue ini tadi" Ucap Lisa lalu dia menunjukkan pada Cio namun dia tidak berbicara apapun namun matanya menatap Lisa
"Natap nya biasa aja dong, kamu masih Cio yang dulu" Ucap Lisa lalu dia tertawa
"Pergi! " Usir Cio senyum Lisa langsung hilang
"Kenapa? aku belum selesai jenguk kamu" Jawab Lisa
"Aku gak butuh kamu" Ucap Cio
"Aku gak akan pergi sebab aku bakal tagih janji kamu" Ucap Lisa
"Janji itu sudah gak berlaku Lisa" Ucap Cio
"Pergi! " Usir Cio lagi
"Gak akan! " Jawab Lisa tanpa malunya
"Aku akan pergi jika aku sudah selesai menjenguk kamu" Sambung Lisa
"Jadi puasin aja dulu" Ucap Lisa
Disisi Nuna
Nuna terdiam melihat testpack yang ada di tangannya bahkan air mata jatuh membasahi pipi nya
"Aku hamil? " Ucap Nuna tak percaya
"Aku hamil anak berci? " Ucapnya lagi dan dia mencuci testpack itu dengan air lalu keluar kamar mandi
Serena sudah menunggu hasil nya bahkan dia berdiri di depan pintu
"Gimana ka? " Tanya Serena lalu Nuna memperlihatkan hasilnya
"Garis dua" Ucap Serena yang senang dia buru-buru berlari menghampiri Mommy Intan
"Mom! " Ucap Serena lalu memperlihatkan hasil testpack nya dan Dia juga ikut senang hasil nya memang positif
"Hamil? " Ucap Mommy Intan lalu dia berdiri mendekati Nuna
Lalu dia memeluk menantunya dengan eratnya "Akhirnya Mommy punya cucu" Ucap Nya sambil memeluk Nuna
"Mari saya periksa dulu agar kita tahu bagaimana keadaan kandungan nya" Ucap Dokter dengan bahasa Inggris
__ADS_1