SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 64


__ADS_3

Cio menarik nafasnya dan mulai memasukkan miliknya tapi dia tarik lagi karena nuna juga menarik nafas seperti menahan sakit


Cio menggesek-gesekkannya terlebih dahulu padahal milik Nuna sudah becek


"Aku masukkin Chagii" Ijin Cio dan kembali memasukkan nya lagi


Dan kepalanya masuk karena memang masih sempit membuat Cio juga harus menekannya agar masuk


Cio kembali mendorong pinggulnya dan sampai masuk semuanya dan Nuna tersentak bahkan mencakar punggung Cio


Nuna mengeluarkan air matanya bahkan dia bernafas dengan berat di dengar oleh Cio


"Sakittt yah? " Tanya Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya


"Cuma perih" Jawab Nuna


Cio mulai menggerakkan pinggulnya dan Nuna melepaskan tangannya dari belakang Cio dan meremas sprei dengan Kuat


Cio semakin cepat menggerakkan pinggulnya dan Nuna semakin kuat mengeluarkan suaranya


Cio berhenti menggerakkan pinggulnya sambil ngos-ngosan sambil menatap Nuna


Dan Cio kembali menggerakkan kembali pinggulnya seperti tadi


Kali Ini bukan Nuna saja yang mengeluarkan suara tapi Cio juga bahkan Cio lebih kencang dari Nuna


Hampir 2 jam Cio menggempur Nuna sampai Cio benar-benar ngos-ngosan begitupun dengan Nuna


Cio terjatuh di pelukannya Nuna dan Nuna memeluk tubuh Cio yang ada di pelukannya


Cio dan Nuna sama-sama ngos-ngosan lalu tertawa bersama karena sudah melakukan malam pertama yang sudah lama tertunda


Cio melekatkan wajahnya di leher Nuna sambil mencium dan meniup-niupnya tapi Adiknya masih menancap di miliknya Nuna


"Kayanya penuh" Ujar Cio pelan


"Apanya yang penuh? " Tanya Nuna


Cio menggulingkan tubuhnya ke samping Nuna dan miliknya juga terlepas


Cio duduk dan menepuk tangannya dan kamar kembali terang benderang


Cio duduk sambil menatap miliknya Nuna juga ikut duduk untuk melihatnya dan dia terdiam melihat nya


"Kamu pakai pengaman? " Tanya Nuna dengan nada sedih dan Cio hanya menganggukan kepalanya


"Aku belum siap punya anak! " Ujar Cio

__ADS_1


"Apa yang buat kamu gak siap? apa yang kita lakukan tadi hanya sia-sia Berci! " Ucap Nuna


"Kamu kenapa sih? bisa ngertiin aku gak sih? aku masih belum mau punya anak" Bentak Cio pada Nuna


Nuna terdiam dengan mata berkaca-kaca sedangkan Cio masih sibuk melepaskan pengaman itu dari adik nya lalu membuangnya ke tong sampah yang dia samping kasur


Cio kembali melihat Nuna dan dia melihat Nuna yang sudah meneteskan air matanya dan Cio mendekati nya tapi Nuna menjauhi Cio dan kembali merebahkan tubuhnya sambil menyelimuti tubuhnya


"Chagiiii" Panggil Cio dia juga menyentuh tangan Nuna tapi dia menepis nya


"Aku capeeee" Ujar Nuna dengan suara gemetar


"Maafin aku Chagiii" Ucap Cio dan ikut masuk kedalam selimut Nuna dengan tangan melingkar di pinggangnya Nuna


Nuna tetap diam sambil sesegukkan menangis di sambil membelakangi Cio


"Chagiiii, aku memang salah tapi aku mohon jangan menangis" Ujar Cio


"Apa kamu gak punya anak karena aku bukan dari golongan seperti kamu? yang kaya bahkan orang terpandang" Ujar Nuna


"Apa sejelek itu aku sampai kamu gak mau punya anak dari aku Berci" Tanya Nuna


"Ada satu hal yang buat aku harus mikir 2 kali jika aku mau punya anak" Ucap Cio dan Nuna langsung berbalik menatap Cio


"Apa Berci? " Tanya Nuna dengan mata penuh air mata


"Aku sudah siap untuk hamil Berci! bahkan di minggu-minggu ini adalah pase subur ku tapi kamu malah pakai pengaman" Ucap Nuna


"Apa kamu mau balas aku seperti ini? " Tanya Nuna


"Dengarkan aku dulu Chagii" Ucap Cio yang tenang


"Aku sudah sering mendengarkan Berci tapi penjelasan kamu gak ada yang pernah jelas" Ujar Nuna


"Sekali lagi aku minta maaf" Ujar Cio dan Nuna menampar pipi Cio dengan kuat


"Kamu diamin aku gara-gara tersinggung dengan ucapan kamu tapi aku sangat marah ke kamu karena tindakan kamu" Ucap Nuna


"Dasar brengsek! " Ujar Nuna menyumpahi Cio dan Nuna ingin turun dari ranjang tapi Cio menahannya


"Beri aku waktu buat menyakini diri aku Chagiii" Pinta Cio


"Aku istri kamu! kenapa kamu meminta waktu? apa harus aku memiliki anak dari orang lain atau kita bercerai? " Tanya Nuna


"Hargai aku Nuna" Pinta Cio dengan permohonan


"Seharusnya kamu yang hargai aku Berci! " Ucap Cio

__ADS_1


"Kamu sudah menikahi ku dengan paksa dan sekarang aku harus menelan pil pahit jika aku tidak akan pernah memiliki anak dari suami ku sendiri? " Ucap Nuna


"Jika kamu beralasan dengan kata-kata belum siap berarti kamu egois" Ujar Nuna lagi


Cio terdiam sambil menundukkan kepalanya dan dia melepaskan tangannya dari tubuh Nuna


"Kamu istirahat saja! aku mau bersih-bersih dulu dan mengerjakan tugas" Ucap Cio dan dia duduk meninggalkan Nuna menuju kamar Mandi


Nuna meringkuk sambil menangis dengan sesegukkan


"Nasib kenapa seperti ini?" Tanya Nuna sambil menangis


30 menit Cio ada dikamar mandi sampai dia keluar dengan kimono dan dia melihat Nuna ternyata dia sudah tertidur karena kelelahan, dia mendekati istrinya


Cio melihat jika di sisi matanya Nuna sambil tersisa air matanya membuat Cio benar-benar sangat bersalah


"Maafkan aku Chagiii" Ucap Cio dia menghapus air mata Nuna dan membenarkan selimut Nuna dan setelahnya dia menuju ruang ganti untuk memakai baju


Cio keluar lagi dia menuju ruang belajarnya untuk mengerjakan tugas-tugasnya tadi


Cio duduk di kursi nya dan dia membuka ponselnya dia hanya menghela nafasnya dan menelpon Serena


Dan Serena mengangkatnya karena dia juga sedang mengerjakan tugas


"Hallo ka? " Ujar Serena


"Lagi apa? " Tanya Cio


"Kerjain tugas" Ucap Serena


"Kenapa telpon? di tinggal ka Nuna tidur yah" Ujar Serena membuat Cio tertawa kecil


"Gak basa-basi ka! langsung aku sibuk ini" Ujar Serena lagi dan Cio malah mematikan ponselnya membuat Serena kebingungan tapi dia hanya mengangkat baju bahunya dan kembali mengerjakan tugasnya


Cio mengacak-acak rambutnya sambil memukul-mukul kepalanya


"Seharusnya gua gak perlihatkan itu tadi ke Nuna pasti jadi marah dan kecewa gua! " Ujar Cio dan kembali menarik rambutnya


"Gua cuma gak mau ketakutan gua akan terjadi" Ujar Cio


"Gua gak mau lu kenapa-napa Nuna, cuma itu aja tapi gua masih belum bisa ceritain ini" Ucap Cio


Cio membuka laptopnya untuk mengerjakan tugasnya yang akan di kumpulkan besok


"Aku mohon jangan benci aku Chagiii" Ujar Cio dia menyeka air matanya karena dia memang takut Nuna kembali seperti dulu yang selalu menolaknya


"Aku akan ceritakan semuanya tapi belum sekarang" Ujar Cio

__ADS_1


__ADS_2