
Hari semakin sore dan King membuka matanya tapi dia terkejut bukan main melihat Serena sudah duduk di sampingnya sambil memainkan ponselnya
"Serena! " Ujar King yang terkejut
"Udah bangun? ayok pergi" Ajak Serena tanpa beban mengajak King yang baru bangun tidur
"Kamu tunggu saya? " Tanya King tak percaya sambil duduk
"Iyah! aku disini 30 menit yang lalu" Jawab Serena dengan suara imutnya
"Kenapa suara nya di imutin kaya itu? " Ujar King sambil tersenyum tipis
"Gemes yah? " Tanya Serena dan menunjukkan senyum terbaik nya ke King
"Tunggu aja di luar, kaka mau mandi dulu" Ujar King tapi Serena menggeleng
"Aku tungguin soalnya kata ka Hellen, kaka itu kalau habis tidur bisa tidur lagi" Ucap Serena
"Dia bohongin kamu aja itu" Jawab King
"Kamu cantik hari ini tapi bakal lebih cantik kalau kamu keluar dulu yah" Bujuk King
"Cepetan sana mandi kenapa malah masih di kasur sih! " Omel Serena
"Iyah" Jawab King dan dia turun dari ranjang menuju kamar mandinya Serena merasa lucu sebab King menurut dengan ucapanya
Disisi Nuna
Nuna masih di kamar sambil mengelus perut buncit nya dan pintu terbuka dengan kasar bahkan Nuna terkejut karena sangkin kerasnya
Yang membuka pintu dengan kasar itu adalah Mamah Figo, Matanya penuh dengan air mata bahkan matanya sampai sebab akibat menangis
Dia berdiri di depan Nuna, menatap Nuna dengan tatapan sangat tajam tapi Nuna hanya melongak menatap wanita patuh baya itu
"Puas sekarang kamu Nuna? " Tanya Mamah Figo
"Sekarang minum obat ini! " Suruh nya sambil memasukkan obat ke dalam mulut Nuna tapi Nuna tentu berontak dengan ulahnya Mamah Figo yang memaksa nya meminum obat entah apa itu
Nuna berhasil lepas sedangkan Mamah Figo terjatuh lalu Nuna berlari ke arah pintu tapi sayang pintunya sudah terkunci lagi
"Sialan! " Ujar Nuna
__ADS_1
"Seperti ini balas budi mu kepada kami yang sudah menjadikan kamu ke dunia ini Nuna? " Tanya Mamah Figo sambil berusaha berdiri tapi Nuna hanya diam sambil bersandar di pintu
"Suami ku meninggal akibat ulah kamu" Ucap Mamah Figo dan Nuna terkejut lalu dia menggelengkan Kepala nya
"Kan dia pantas di neraka bukan di dunia ini" Jawab Nuna santai
"Nunaaaaaaaa! " Teriak Mamah Figo dengan lantang sampai Nuna terdiam
"Kamu benar-benar sudah melampau" Tegas Mamah Figo lagi
"Aku hanya melakukan apa yang dia lakukan pada suami ku, ingat dia pernah buat suamiku tidak bisa berjalan hampir beberapa bulan bahkan dia pergi pada malam hari saja takut akibat trauma nya yang kembali" Ujar Nuna
"Apa kamu harus membunuh Papah kamu sendiri Nuna hanya karena dia menyakiti Cio yang tidak seberapa nya" Ujar Mamah Figo
Nuna tersenyum miring sambil bertepuk tangan karena Ucapan Mamah Figo membuatnya kagum
"Tidak seberapa kamu bilang?Kamu memang pelawak yang lucu sampai calon putriku juga bergerak karena tertawa" Ujar Nuna
Mamah Figo sangat geram dengan sikap Nuna lalu dia berjalan cepat dan langsung melayang kan pukul kan ke pipi Nuna
layangan tangan Mamah Figo berhasil mendarat dengan kuat di pipi kirinya Nuna
Nuna terdiam dan langsung menatap tajam pada wanita yang sudah melahirkan nya ini
"Dasar anak durhaka! " Teriak Mamah Figo di depan wajah Nuna
"Aku tidak di minta di lahirkan dari rahim kamu tapi malah kamu kan yang ingin aku lahir tapi apa yang kalian lakukan?berusaha menghancurkan kebahagiaan ku padahal jika kalian tidak muncul di kehidupan ku, aku dan Berci pasti akan jadi keluarga bahagia" Jawab Nuna tegas
"Aku tidak merasa bersalah karena sudah membunuh pak tua itu tapi aku merasa menyesal karena sudah menjadi anak dari orang yang jahat seperti kalian" Ujar Nuna lagi
Mamah Figo sangat geram dan mencekik leher Nuna tapi Nuna menahan tangan Mamah Figo jadinya cekikkannya tidak terlalu kuat
Nuna mendorong Mamah Figo sampai di terjatuh lagi ke lantai lalu dia berdiri ingin dan langsung mengambil pas bunga yang ada di meja yang tak jauh darinya
Mamah Figo mendekati Nuna tapi Nuna malah mendekati nya dan langsung mendorongnya ke kasurnya lalu menaiki tubuh Mamah Figo
Dia mencekik Mamah Figo dengan kuatnya sampai Mamah Figo tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sampai Mamah Figo menutup matanya lalu Nuna melepaskan cekikikan nya
Nuna ngos-ngosan sambil menduduki perut Mamah Figo lalu dia menatap wanita yang sedang tidak sadar kan diri itu
Nuna turun dari ranjang membiarkan Mamah Figo yang masih tidak sadarkan diri itu terbaring di sana
__ADS_1
"Aku mau pulang aku takut jika aku disini terus aku akan mati" Ujar Nuna yang sebenarnya takut sejak tadi
Nuna ingin membuka pintu nya tapi sayang terkunci dan dia mendekati Mamah Figo lagi dan mencari kunci nya di tubuh Mamah Figo
Dia berhasil menemukan kunci itu, dia buru-buru mendekati pintu dan tentu pintu berhasil dia buka
Baru dia ingin membuka pintu terdengar tembakan dari luar dan Nuna menutup pintunya lagi
Hanya sebentar Nuna menunggu tembakan itu hilang dan dia memunculkan kepalanya ternyata tidak ada siapa-siapa tentu dia bisa pergi sekarang
Disisi Cio
Cio menemukan tempat di mana Nuna di sembunyikan tentunya atas bantuan dari Lisa bahkan dia datang dengan Lisa kesana
Lisa merasa ngeri melihat Cio yang dengan lihainya memainkan pistol bahkan dalam keadaan yang masih terluka
Cio berhasil menghabisi semua anak buah Tuan Figo karena jumlahnya hanya sedikit
Cio langsung merobos masuk untuk menemukan Nuna, Cio melihat pintu yang terbuka dari semua pintu hanya pintu itu yang terbuka
Ketika dia masuk dia tidak menemukan Nuna hanya ada Mamah Figo yang masih terbaring di ranjang
"Dimana istriku Lisa? " Tanya Cio panik
"Mana aku tau bukannya aku dari tadi sama kamu" Ujar Lisa dan Lisa mendekati Mamah Figo yang tante nya
"Tante! " Panggil Lisa sambil menepuk-nepuk pipi nya tapi dia tidak sadar
"Tante kenapa? " Ujar Lisa yang panik melihat tantenya
"Cio tante ku pingsan, kita harus membawanya ke rumah sakit" Ucap Lisa
"Buat apa? dia juga terlibat atas semua terjadi" Jawab Cio
"Apa mereka sudah membawa istriku lagi" Ucap Cio
"Brengsek! " Teriak Cio
"Cio dia mertua kamu kan? masa kamu gak perduli" Ujar lisa
"Jika kita bawa dia dulu ke rumah sakit bisa-bisa istriku hilang lebih jauh lagi" Ucap Cio
__ADS_1
"Cio kamu bisa gak sih jangan terlalu banyak gerak dulu, aku takut jahitan kamu lepas" Ujar Lisa khawatir
"Aku tidak memikirkan itu tapi yang ku pikirkan sekarang adalah Istriku dan Anak ku" Jawab Cio dia berjalan keluar meninggal kan tapi Lisa mengejarnya tidak memperdulikan Mamah Figo yang masih terbaring tidak sadarkan diri