SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 187


__ADS_3

Cio langsung di tangani oleh para dokter sedangkan Papi prince menunggu di luar dengan Lisa


"Apa yang kalian lakukan di dalam sampai Nuna pergi dengan menangis? " Tanya Papi Prince


"Kami hanya duduk di bar dapur sambil ngobrol gak lebih" Jawab Lisa


"Mungkin dia salah paham mengira aku menginap mungkin karena kan ini masih pagi,apalagi Cio masih pakai piyama tidur" Sambung Lisa


Papi Prince diam dan dia langsung menghubungi Daddy Rio untuk cepat kerumah sakit sesegera mungkin


"Aku pergi dulu yah om, soalnya kalau keluarga yang lain datang pasti semuanya bakal salahin aku" Ujar Lisa


"Iyah" Jawab Papi prince yang membiarkan Lisa pergi


Di sisi


Nuna dia hanya diam sambil duduk di sofa membuat Syifa bingung melihat nya


Syifa bahkan sering mengajak Nuna bicara tapi malah di cuekin oleh Nuna


"Pritta! Wati cepetan pulang" Ujar Syifa dan baru saja dia mengucapkan itu


Mereka berdua datang dengan kantong plastik di tangan masing-masing


"Eh ada Nuna"Ujar Mereka senang, mereka tidak tau jika nuna sempat hilang


" Loh hawanya kaya beda? "Ujar Wati dan duduk di samping Syifa


" Nuna lagi berantem kayanya sama Qio makanya dia kesini"Bisik Syifa


"Mana bisa begitu? " Ujar Wati


"Aku gak tau, dari tadi aku ajak ngomong gak di jawab" Ujar Syifa


"Naaa! " Panggil Pritta yang duduk disamping nya Nuna


Nuna langsung memeluk Pritta sambil menangis sesegukan di pelukan Pritta


"Kemarin aku di culik orang tua ku lagi" Ucap Nuna yang sejak tadi diam bahkan sambil menangis


"Terus aku udah bunuh mereka berdua" Ucap Nuna dan mereka terkejut mendengar nya


"Naaa! " Ujar Syifa tapi Wati menutup mulut Syifa


"Aku bisa bebas karena dia temukan mertuaku tapi pas aku pulang, aku liat Berci dengan Lisa lagi duduk di bar Dapurku pdahal itu masih pagi, apa dia nginep di situ" Jelas Nuna


"Aku hilang cuma 2 hari tapi dia sudah bawa Lisa ke mansion kami apa dia mau gantiin aku" Ujar Nuna dan tangisnya semakin kencang


"Kamu gak usah ngomong apa-apa" Larang Wati sambil terus menutup mulut Syifa dia menganggukkan kepala nya


"Apa kamu sudah dengar penjelasan Cio tadi? " Tanya Pritta

__ADS_1


"Aku gak mau dengar apapun karena dia bukan jelasin tapi malah bela Lisa " Jawab Nuna


"Bukannya kamu selalu bilang jika kamu selalu percaya dengan Cio? " Ujar Pritta


"Aku percaya dia tapi hati ku sakit pas liat dia duduk di bar yang biasa kami duduk berdua disana" Ucap Nuna


"Naa yang kamu liat mereka ngapain aja? " Tanya Pritta


"Mereka duduk berdua Pritta aku marah liatnya" Jawab Nuna


"Cuma duduk? apa Lisa nya ada kaya mau deketin Cio? " Tanya Pritta dan Nuna menggelengkan kepalanya


"Menurutku kamu harus dengar penjelasan dari Cio dulu yah, gak akan mungkin kayanya Cio bakal main di belakang kamu" Ucap Pritta


"Kamu ingat kan seberapa besarnya dia berjuang demi kamu buka hati kamu ke dia? Cio itu sebenarnya masih polos tapi dia memutuskan untuk menjadikan kamu istrinya supaya dia bisa jaga kamu selamanya" Ucap Pritta


"Perjuangan Cio agar bisa buat kamu luluh gak main-main Naa, bahkan dia mau patah kaki dan hilang nyawa agar kamu bisa pulang" Ucap Pritta lagi


"Tapi aku cemburu Pritta" Ucap Nuna


"Ya sudah, kalau cemburu itu gak bisa di jelaskan asal kamu jangan marah lagi ke Cio" Ucap Pritta tapi Nuna diam


Syifa memukul-mukul tangan Wati yang terus menutup mulutnya dan tangan wani di tutup nya


"Ngap aku ah" Omel Syifa


"Maaf" Ucap Wati tanpa dosa


"Iyah" Ujar Pritta


"Kita kekamar yuk Naa" Ajak Pritta dia menganggukkan kepala dan mereka kekamar


Di sisi Cio


Cio masuk ruang operasi sebab jahitanya terbuka bahkan infeksi makanya dia langsung di operasi yang menangani adalah Hellen langsung


Mommy dan Serena sudah disana karena sudah di kabari oleh Daddy Rio tadi


Serena duduk sambil memeluk tangan Daddy nya sedangkan Mommy Intan berada di pelukan Daddy Rio


"Dad kenapa cio terus yang harus terluka? " Tanya Serena tapi Daddy Rio hanya diam sambil tersenyum tipis


"Aku kesel juga kalau dia selalu sakit terus Dad! " Ujar Serena yang memang tidak Terima jika kaka nya harus selalu nerima sakit


"Ka Nuna malah pergi lagi" Ucap Serena


"Dia salah paham Serena karena dia liat Lisa ada di mansion Cio makanya dia pergi tadi" Jawab Daddy Rio


"Kok bisa Lisa ada di mansion kaka? mana itu masih pagi kan? apa dia nginep" Tanya Serena


"Hm kamu juga malah mikir yang engga-engga" Ujar Daddy Rio dan Serena diam

__ADS_1


Disisi King


King tau di mana Nuna dan dia menghampiri Nuna di kost-kostan


King mengetuk pintu yang muncul adalah Wati dan Syifa, mereka ternganga melihat laki-laki tampan yang ada di depannya


"Cari siapa? " Tanya Wati


"Nuna disini kan? boleh suruh dia keluar? " Tanya King


"Tapi Nuna nya lagi tidur soalnya dia kecapean" Jawab Syifa


"Oke saya tunggu di dalam boleh? " Tanya King


"Boleh kok, silahkan masuk" Suruh Syifa dan Wati membiarkan King masuk


King duduk di sofa, dia benar-benar ingin menunggu Nuna


"Ini! " King meletakkan sekotak susu hamil dengan ukuran besar


"Kalian siapkan ini untuk dia" Suruh King


"Selama dia disini kalian harus benar-benar perhatikan dia, dia sedang hamil" Suruh King


"Tunggu kamu siapanya yah? kok bisa nyuruh-nyuruh kami padahal kamu bukan suaminya" Ujar Syifa


"Saya King, saya kaka ipar nya Cio, Cio gak bisa kesini jadinya saya yang pantau istrinya" Jawab King


"Agak lain" Ucap Wati


"Oke deh! kayanya Nuna bakal tidur lama soalnya baru banget tidurnya" Ucap Syifa


"Saya bakal tunggu dia sampai dia bangun" Ucap King yang kokoh pada pendirian nya


Syifa dan Wati mengambil susu bubuk ibu hamil itu lalu pergi meninggalkan King sendirian di ruangan tamu


"Gimana nih Wat, masa iya dia mau tungguin nuna" Ucap Syifa


"Fa kamu ngeh gak? masa iya sepupu bisa se perhatian itu? apa dia suka yah sama Nuna? " Tanya Wati


"Masa Iyah Wat? mungkin aja di perwakilan Cio buat kesini" Ujar Syifa yang meluruskan pikiran Wati


"Gak Syifa aku yakin dia pasti punya perasaan kamu Nuna" Ucap Wati yang masih pada pendiriannya


"Ganteng banget sih, mana kelihatan banget dewasanya" Ucap Syifa


"Kamu mau bandingkan Cio dengan dia? " Tanya Wati


"Tapi aku benarkan? " Ujar Syifa


"Iyah sih" Ucap Wati yang malah membenarkan ucapan Syifa

__ADS_1


__ADS_2