SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 37


__ADS_3

Di dalam pesawat Cio hanya diam sedangkan King tentu mengerjakan pekerjaan nya sambilannya menunggu sampai di negara K


"King misalnya lu di posisi gua gimana? " Tanya Cio tiba dan King menyimpan ponselnya


"Posisi lu gimanaa? perasaan lu aja gak pernah cerita apa-apa ke gua" Jawab King


"Menikahi Nuna dan Nuna terpaksa menerima pernikahan ini"Ujar Cio


" Ngapain galau sih hah? Cewe itu orang nya mudah luluh dan baper beda dengan kita yang hatinya lebih keras"Ucap King


"Gini aja misalnya lu bisa bawa Nuna pulang, lu langsung ajak dia honeymoon aja sih, menurut gua di moment itu kan lu sama dia bakal cuma berdua jadinya lu bakal lebih dekat sama dia" Sambung King


"Kenapa sih Cio lu harus menikahi dia dengan cara paksa gini? umur lu aja baru 18 tahun masa Iyah udah nikah aja" Tanya King heran


"Lu aja umur udah 23 masih jomblo" Ejek Cio


"Gua cari yang pasti suka sama gua bukan kaya lu" Jawab King


"Sakit yah diginiin" Ucap Cio membuat King mengelus belakang Cio


"Gak papa lambat laun lu pasti bakal dapatin di kok" Ucap King menyemangati Cio


Dan King membuka iPad nya dan dia melotot melihatnya, informasi dari anak buahnya membuat terkejut


"Lu kenapa? " Tanya Cio lalu merebut paksa iPad King dan dia membacanya


"Kinggg? " Ujar Cio dan King hanya geleng-geleng kepala


Di sisi Nuna


Nuna membuka matanya dan dia langsung terkejut karena dia ada dikamar dan atas ranjang


Dia langsung berpikir pasti ini ulah Cio lagi dan dia hanya mendengus kesal pada kesal


Nuna melihat ke jendela apartemen itu ternyata ada salju dan dia baru sadar jika dirinya pasti bukan di negaranya


"Aku dimana? " Tanya Nuna dan seseorang keluar dari kamar mandi hanya dengan anduk melilit di pinggangnya


"Kamu di negara K!" Jawabnya sambil berdiri di belakang Nuna lalu Nuna menatapnya dengan tatapan sangat terkejut


"Selamat datang calon istriku" Ucapnya tapi dalam bahasa Inggris tapi Nuna yang tidak bisa berbahasa Inggris hanya diam


Tubuhnya atletis dan Nuna melihat itu dan dia tersenyum melihat Nuna terkejut menatapnya

__ADS_1


Dia tertawa kecil karena Nuna pasti tidak paham apa yang dia bicarakan


"Siapa kamu? " Tanya Nuna dengan ekpresi seperti tadi


"Saya Juan Samudera Nuna" Jawabnya


"Saya calon suami mu" Sambung nya dan Nuna menggelengkan kepalanya


"Sebentar lagi kita akan bertunangan" Ujar Juan tapi dia menggunakan bahasa Indonesia yang kurang fasih


"Aku gak mau! " Teriak Nuna tapi Juan malah tertawa


"Ini sudah disetujui oleh kedua orang tua kandung mu" Ucap Juan


"Orang tua ku? mereka sudah tidak ada" Ucap Nuna


Juan lalu meninggalkan Nuna menuju ruang gantinya untuk memasang baju nya


Tidak lama kemudian Juan datang dengan baju santai nya lalu dia mendekati Nuna yang ada di ranjang


"Kenapa aku di bawa kesini? " Tanya Nuna


"Ini adalah tempat tinggal ku dan kamu juga bakal tinggal disini" Sambung Juan


"Gak mungkin! ini bukan tempat ku" Jawab Nuna


"Pulang? kemana? Kalau kamu mau pulang kita akan mengeluarkan uang yang sangat banyak Nuna dan perjalanan juga sangat jauh" Jawab Juan


"Sudahlah lebih baik kamu nikmati saja dan temeni aku lalu layani aku" Sambung Juan


"Aku gak mau Juan! " Teriak Nuna bahkan matanya sudah berkaca-kaca karena dia sangat ketakutan sekarang


"Kemarilah! " Suruh Juan tapi Nuna malah berlari menjauhi Juan tapi dia berjalan dengan santai mendekati Nuna


Juan berhasil mendekati Nuna dan dia mencoba ingin menarik Nuna ingin membawa ke ranjang tapi Nuna mati-matian berontak agar Juan melepas kannya


Juan melepaskan Nuna dan dia berdiri didepan Nuna sedangkan Nuna terduduk di lantai


"Kenapa Nuna? " Tanya Juan lembut


"Kamu mau apain aku? " Tanya Nuna dengan lirih bahkan air matanya jatuh membasahi wajahnya


"Aku sudah sering membawa wanita kesini dan memuaskan nafsuku tapi sampai saat ini aku belum pernah terpuaskan yang ada hanya uang ku terbuang, Tapi seperti beda jika kamu jadi istri ku, rasanya bagaimana yah? " Tanya Juan sambil tersenyum miring membuat Nuna tergeleng

__ADS_1


Nuna tertunduk sambil menangis membuat Juan diam menatap Nuna yang menangis


"Kenapa nasib ku seperti ini? Berci melepas kan ku tapi aku malah bertemu dengan laki-laki seperti Juan" Batin Nuna


"Nuna kamu kenapa? " Tanya Juan dia berjongkok didepan Nuna, ingin menyentuh dagu Nuna di memalingkan wajahnya


"Selama aku tidak sadarkan diri apa yang kamu lakukan Juan? " Tanya Nuna


"Gak ada, aku cuma pandangin kamu aja disisi ranjang karena aku di larang melakukan lebih dari membawa kamu kesini" Jawab Juan enteng


"Kembalikan aku ke negara ku Juan" Pinta Nuna lirih


"Loh kamu kesana juga buat apa? bukannya kamu sekarang sebatang kara yah? " Ucap Juan lalu dia tersenyum miring


"Gak cape emangnya kerja di restoran itu dengan gajih pas-pasan lebih baik jadi tunangan ku,aku akan berikan semuanya" Sambung Juan


"Aku lebih baik hidup sederhana daripada aku mapan tapi aku tersiksa" Ucap Nuna


"Tapi misalnya kamu mencoba ingin kabur pasti kamu akan tersesat bahkan mati karena di luar sedang ada badai salju sejak kita sampai kesini tadi" Ucap Juan


Juan berdiri dan dia duduk di sofa nya sambil meminum kopi yang sudah dia buat sebelum dia pergi kekamar mandi tadi


"Tuan besar tahu jika anaknya masih hidup dan itu adalah kamu, makanya aku di suruh menjemputmu sekaligus menjemput jodohku" Ujar Juan tapi Nuna menggelengkan kepalanya, sambil duduk di lantai mendengar kan Juan


"Aku sekarang memiliki perusahaan dengan nama Samudera grub Nuna,Aku kuliah sambil merintis sampai aku berhasil ketika ku lulus, aku menjadi CEO di perusahaan milikku sendiri" Sambung Juan


"Apa kamu tidak ingin menjadi tunangan ku? padahal aku sangat mapan" Tambah Juan


"Nuna kemarilah! ayo ngobrol" Ajak Juan tapi Nuna menggeleng kan kepalanya dengan lemah


"Kamu lapar gak? kita makan yuk! " Ajak Juan dan kali ini Nuna berdiri membuat Juan tersenyum


"Kita kedapur" Ajak Juan dan Nuna mengukuti Juan menuju dapur


Juan menyiapkan makanan yang memang hanya dipanaskan saja karena makanan dingin yang dia beli di supermarket terdekat untuk simpanan


Nuna sudah duduk di kursi sedangkan Juan masuk lagi kekamar untuk memakai baju karena dia hanya memakai anduk sejak tadi


Setelahnya Juan sampai dan Juan tersenyum sambil duduk didepan Nuna


"Makanlah! kamu pasti laparkan 7 jam perjalanan dan 2 jam di di apartemen" Ucap Juan


Nuna pun mulai makan karena dia memang sangat kelaparan membuat Juan tersenyum

__ADS_1


"Hampir saja sikap bejat membuat Nuna menjadi trauma, tapi aku senang bisa menahan diriku dan melihat nya seperti ini" Batin Juan


Nuna menatap Juan dan dia tersenyum tipis lalu kembali memasukkan makanan kedalam mulutnya


__ADS_2