
Jam menunjukkan pukul 10 pagi
Cio masih di ruang belajarnya tapi kali ini dengan pelajaran Daring sebab dosennya tidak bisa datang
sedangkan Nuna masih di kamar menunggu kedatangan para teman-teman nya
Nuna menonton video SpongeBob sambil menunggu tapi sejak lama dia menunggu teman-teman tidak kunjung lama
"Kemana sih" Keluh Nuna lalu dia memanyunkan bibirnya
Kamar Nuna terbuka yang membuka adalah pelayan tapi dia belakang nya ada ketiga teman-temannya yang masuk dengan senyum malu-malu
Nuna tersenyum bahkan dia langsung duduk walaupun kepalanya terasa pusing tapi dia senang sebab mereka datang
"Kalian harus bersihkan tangan dan kaki kalian dulu sebelum dekat dengan nona" Suruh pelayan
"Loh kan udah di luar tadi" Ucap Syifa keberatan
"Lakukan saja, atau kalian tidak boleh masuk kekamar ini" Ucap pelayan
"Oke deh nurut aja" Ucap Wati dan mereka ke kamar mandi untuk membersihkan kaki dan tangan mereka
Nuna hanya tertawa melihat teman-teman yang kesal sebab di suruh pelayan mansion nya
Mereka datang lagi tapi sebab kaki Syifa masih basah dia pun terpeleset
Nuna tertawa begitu pun yang lainnya "Kamu kenapa sih Syifa? malu-maluin aja" Ucap Pritta
"Licin loh" Jawab Syifa dia berdiri di bantu oleh Wati dan Pritta
"Kenapa Syifa? " Tanya Nuna
"Udah tau jatuh malah di tanyain" Jawab Syifa lalu dia duduk di disisi ranjang Nuna
"Woahhhh empuk nya, beda sama kasur ku bahkan per nya aja udah ada yang keluar" Ucap Syifa yang tadinya kesal sekarang malah ceria lagi
"Namanya juga orang kaya" Timpal Wati
"Kamu beneran sakit Nuna? kok muka kamu gak pucat? " Tanya Pritta
"Aku tadi make up sedikit biar gak pucat, apalagi ada suami ku kan di mansion masa aku pucat" Jawab Nuna
"Ada suami kamu? dimana dia" Tanya Syifa lalu menatap sekeliling mencari keberadaan Cio
"Dia ruang belajarnya, dia kuliah di mansion soalnya dia gak sanggup katanya kalau kuliah dengan keadaan dia sekarang"Sambung Nuna
" Woah enaknya, bisa kuliah di rumah"Ucap Wati
"Emang kamu mau gak bisa jalan" Ucap Syifa dan Wati geleng-geleng kepala
"Naa kamu tiduran aja, jangan di paksain buat duduk nanti pusing loh" Suruh Pritta
"Aku udah mendingan kok sejak di kasih obat sama kakak sepupu nya suami ku" Ucap Nuna
"Dokter na kaka ipar suami kamu? " Tanya Wati dan Nuna menganggukkan kepalanya
"Waduh makin ngeri aja nih keluarga suami kamu" Ucap Syifa
"Apaan sih" Ucap Nuna
"Kalian pulang sore aja yah" Pinta Nuna
__ADS_1
"Emang gak papa? " Ucap Wati
"Gak papa kok, sekalian tunggu Serena" Ucap Nuna
"Pengen banget sih kenalin kamu sama dia, kami minder tau" Ucap Pritta
"Emang gak mau berteman sama dia? dia cantik dan baik" Ucap Nuna
"Nah makanya itu kami minder na, Udah cantik, baik terus kaya lagi" Ucap Wati
"Betul, kalau modelan Pritta aku sih santai aja, soalnya dia paling jorok di antara kita, masa gantungin bh di kamar mandi sampai ada lalat yang gerumbungin bh nya" Ucap Syifa
"Aku lupa cuci bukan sengaja kok" Ucap Pritta
"Aku kan pernah se kos sama kalian ya jelas lah, sudah hapal dengan kalian bertiga" Ucap Nuna
Pelayan datang membawakan buah-buhan, susu dan obat untuk Nuna
Mereka bertiga tersenyum mengira pelayan datang akan membawakan untuk mereka
"Minum susu dan obat dulu yah Nona, biar baby nya sehat" Ucap Pelayan ramah pada Nuna
"Buat kamu gak? " Tanya Wati
"Tuan muda melarang makan di kamar kecuali dia dan Nona jika kalian pasti dia akan marah nantinya" Jawab Pelayan
"Kok gitu sih?kami tamu di perlakuin gini amat" Ucap Syifa protes
"Kalian aja makan buahnya, aku takut kenyang soalnya aku mau makan siang dengan suami ku" Ucap Nuna
Syifa langsung mengambil wadah buah yang penuh dengan buat itu
"Iyah" Jawab Syifa
"Bawa ke kost-kostan aja" Ucap Syifa lagi dan Nuna hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Syifa
Hari semakin siang
Sekarang jam makan siang
Serena makan sendirian di cafe di dekat kampus , dia sedang melamun
"Sampai Mamah aja nyuruh aku jauhin Digo berarti semua yang di katakan Daddy dan ka Cio bener kalau Digo itu gak baik kan" Ucap Serena
"Tapi gimana cara lupain dia? aku sempat gak mikirin dia lagi pas dia hamilin Lisa tapi dia datang lagi bahkan dekatin aku" Ucap Serena
Namun secara tiba-tiba ada yang meletakkan secup besar minuman matcha dingin di depan Serena
Dia adalah Gery yang sambil tersenyum manis lalu duduk di depannya Serena tanpa meminta ijin terlebih dahulu
"Sendirian aja? " Tanya Gery
"Sudah makan? " Tanya Gery lagi
"Sudah" Jawab Serena singkat
"Tuh minum, kamu suka matcha kan" Ucap Gery
"Tau di mana aku suka matcha? " Tanya Serena
"Dari postingan kamu, kata kamu gak ada minuman yang lebih enak dari matcha kan" Ucap Gery
__ADS_1
"Tapi aku begah kalau minum sebanyak ini" Ucap Serena
"Kamu minum aja nanti sisanya aku minum biar secup berdua" Ucap Gery lalu dia tertawa kecil tapi Serena hanya tersenyum kecil
"Kamu minum aja sendiri" Suruh Serena
"Aku permisi dulu yah" Pamit Serena dan dia benar-benar pergi meninggalkan Gery
Gery tak bisa kata-kata sebab Serena meninggalkan nya "Aku permisi dulu yah" Ucap Gery menirukan suara Serena
"Tapi lucu juga sih, soalnya dia masih pamit kaya gitu" Ucap Gery lalu dia mengambil cup matcha dan pergi juga
Gery menatap sekitar mencari Serena tapi dia sudah pergi dengan mobil pribadi nya Cio
"Susah banget sih dapatin tuh Cewe tapi cowo bangsat kaya Digo mudah banget deketin dia" Ucap Gery
Disisi Nuna lagi
Cio masuk ke kamarnya dia berjalan dengan perlahan mendekati Nuna
Ketika sampai dia langsung melepaskan tongkat nya memeluk dengan manja Nuna yang sedang tiduran di ranjang
"Capeee Chagiii, semua pelajaran hari ini tentang angka" Keluh Cio di dada Nuna
"Elusin kepala ku Chagiii soalnya pusing mikir terus" Rengek Cio
"Masih aja suka ngerengek kaya bocil" Ucap Nuna
"Kamu sebentar lagi bakal jadi papah dari bayi tau" Ujar Nuna lagi
"Sebelum di keluar kan masih bisa manja-manja Chagii" Ucap Cio
"Kamu bayi nya" Ucap Nuna
"No! aku seorang Papah Chagii, kenapa aku di bilang bayi sih" Protes Cio
"Siapa kalau makan harus di suapin? " Tanya Nuna
"Aku" Jawab Cio
"Siapa yang selalu ngerengek kepalanya minta elus" Tanya Nuna lagi
"Aku" Jawab Cio lagi
"Siapa yang sedikit-sedikit minta peluk atau gak meluk" Tanya Nuna lagi
"Kamu juga kalau itu" Ujar Cio
"Kita seri" Ucap Nuna lalu mencium-cium bibir Cio
Sangkin asiknya bermesraan, Nuna sampai lupa jika di kamar itu juga ada teman-temannya
Mereka tadi ke kamar mandi untuk berwudhu sebelum Cio masuk
Syifa, Wati dan Pritta berdiri mematung melihat ke manjaan Cio pada Nuna
"Apa liat-liat? " Tanya Cio ketus pada mereka bertiga
"Gak liat kok" Ucap Syifa lalu dia mengambil tas nya yang ada di samping kasur Nuna dan Cio
"Naa kami sholat dulu yah" Pamit Syifa lalu mereka masuk ke ruang ganti sebab Nuna yang menyuruh tadi
__ADS_1