
Cio ingin membawa Nuna ke Mall tapi dia malah menolak dan merengek ingin dia bawa ke tempat biasa saja bahkan dia merengek seperti anak kecil karena Cio sempat menolak awalnya
"Mau kemana? " Tanya Cio sambil menyetir sedangkan Nuna fokus membalas pesan
"Chagiii" Panggil Cio
"Pritta sherlock nih" Jawab Nuna lalu dia tersenyum
"Berci setelah pertigaan di depan kamu belok kanan aja terus nanti sampai deh" Sambung Nuna menunjukkan arah
"Mau kemana sih? " Tanya Cio
"Kamu jangan takut Berci , ini tempatnya bagus kok" Ujar Nuna
"Aku tanya dimana Chagiii bukan bagus atau gak" Ucap Cio
"Ada festival mingguan gitu di situ biasanya aku kesan sama teman-teman ku" Jawab Nuna
"Pernah sama Jordi? " Tanya Cio cepat
"Gak pernah Berci! soalnya tempatnya baru, aku pernah ajak dia tapi dianya malah nolak terus katanya sibuk" Jawab Nuna lalu memanyunkan bibirnya
"Oke aku mau" Ujar Cio membuat Nuna memeluk manja tangan kiri Cio
"Makasih suami baik" Ucap Nuna sambil tersenyum dengan lebar
"Kamu nanti jangan jauh-jauh dari aku yah" Ujar Nuna
"Emangnya kenapa? emangnya aku bisa jauh dari kamu" Tanya Cio
"Disana banyak cewe yang cari pacar, yang kaya seumuran kaya kamu banyak kok" Ujar Nuna
"Terus? " Jawab Cio
"Aku gak mau nanti kamu jadi sasaran cewe-cewe itu" Tegas Nuna dengan mata melotot dan Cio malah tertawa melihat tingkah istrinya
"Emangnya aku semurah itu bisa langsung mau gitu di ajak dekat sama cewe yang baru ku kenal? " Tanya Cio
"Aku was-was aja, karena aku tahu kualitas ketampanan suami ku gimana" Ujar Nuna dengan bibir maju tapi pelan
"Emang kamu gak malu gitu, aku selalu dekat-dekat sama kamu kaya prangko gitu? biasanya orang risih" Ucap Cio
"Enggak kok malah aku senang kalau kamu manja-manja gitu soalnya gemes" Jawab Nuna
"Kalau cium kamu di depan umum gimana? " Tanya Cio dengan senyum nakalnya
Nuna pura-pura tidak mendengar dan fokus pada ponselnya
"Chagiii kok diam sih? aku tanya tadi" Rengek Cio
"Kamu tanya apa? aku gak dengar apa-apa" Jawab Nuna dengan santai bahkan wajahnya datar
"Chagiiii" Rengek Cio lagi bahkan sambil menggoyang kan kepalanya tapi masih fokus menyetir mobilnya
"Apa sih? " Jawab Nuna ketus
__ADS_1
"Gak jadi" Jawab Cio lalu dia wajahnya jadi masam, Nuna yang melihat itu langsung tersenyum
"Berciiii" Panggil Nuna tapi dia diam dengan ekspresi yang sama
"Berciiii"Panggil Nuna lagi
" Aku gak denger"Jawab Cio
"Oke deh" Ujar Nuna yang terkean cuek
"Chagiii kok gak di bujukin? " Ujar Cio dengan ekspresi kesalnya
"Kamu udah gede ngapain aku bujukin? "Jawab Nuna cuek dan Cio angguk-angguk saja tapi wajahnya terlihat kesal
" Berciiii"Panggil Nuna dengan nada tidak berdosa dan berbuat kesalahan apapun
"Ya" Jawab Cio singkat
"Mau di panggil sayang lagi kaya tadi" Pinta Nuna dengan manjanya pada Cio
"Udah habis" Jawab Cio singkat
"Jahat" Ujar Nuna dengan nada gemetar lalu Cio dengan cepat memalingkan kepalanya menatap Nuna
"Chagiiii" Panggil Cio dengan lembut pada Nuna
Nuna tidak menjawab dan dia hanya diam sambil menatap jendela dan pas sekali jika mereka juga sudah sampai di tempat tujuan
Cio mencari parkiran dan syukur nya dia langsung dapat, lalu Cio melepaskan sabuk pengaman dan menghadap kearah Nuna
Nuna juga melepaskan sabuk pengamannya dan ingin keluar tapi sayang pintu mobilnya masih terkunci karena Cio memang masih mengunci nya
"Aku minta maaf yah" Pinta Cio tapi tangannya masih menempel di pipi Nuna
"Sayanggg" Panggil Cio dengan lembut membuat Nuna mengulum senyumnya lalu Cio ikut tertawa melihat Nuna
"Kalau ngambek baru di panggil gitu" Ujar Nuna
"Aku panggil kamu sayang setiap hari dan setiap detik kayanya masa kamu gak ngeh? " Tanya Cio
"Intonasi kamu nyebutin nya beda" Jawab Nuna
Cio ingin menggigit tangan Nuna dengan gemas , Nuna berteriak karena ingin di gigit oleh Cio lalu dia memeluk Nuna
"Gemesin banget sih, cuma mau di panggil sayang aja sampai harus ngambek" Ujar Cio lalu dia tertawa
Wajah Nuna memerah bahkan dia hanya diam sambil di pelukan Cio sampai ponselnya Nuna berdering yang menelpon adalah Pritta
Nuna melepaskan pelukkannya lalu mengangkat ponselnya
"Dimana? kok lama banget sih? " Omel Pritta di seberang telpon
"Aku udah diparkiran kok" Jawab Nuna
"Cepetan sini! " Suruh Pritta
__ADS_1
"Ih ngomel aja terus nanti cepat tua tau" Ujar Nuna
"Dia ngomelin kamu? " Tanya Cio dengan kepala miring menatap Nuna
"Biasa Berci" Jawab Nuna santai
"Sini ponselnya" Pinta Cio
"Kita samperin mereka aja yah" Ajak Nuna
"Sini ponselnya" Pinta Cio lagi lalu Nuna menyerah kan ponselnya karena Cio menatapnya dengan tatapan serius membuat nya ciut
Cio menempel kan ponselnya ke telinga nya, dia mendengar jika Pritta sedang mengomel di panggilan suara itu
"Bisa diam gak? Suruh Cio dengan tegas
" Ngapain lu ngomelin istri gua? "Tanya Cio dengan nada yang tinggi
" Berciii udah"Tahan Nuna tapi Cio tidak menghiraukannya tapi panggilan terputus
"Sial! " Umpat Cio lalu menyerahkan ponselnya pada Nuna
"Kita masuk yah" Ajak Nuna lalu Cio mengangguk dan mengikuti Nuna masuk kedalam festival mingguan itu
Nuna berjalan sambil memeluk tangan Cio tapi Nuna bisa tahu jika Cio sedang kesal karena Pritta tadi
"Labil banget mood nya? aku udah biasa kok di gituin sama Pritta" Ujar Nuna
"Karena terbiasa makanya dia seenaknya" Jawab Cio yang masih belum Terima jika istrinya di omelin oleh Pritta
"Kalau kamu niatnya mau marahin Pritta nanti mereka bakal ngambek terus pulang, gak seru jadinya" Ujar Nuna
"Udah yah jangan kesel lagi" Ujar Nuna sambil mengelus dada Cio
Cio menahan tangan Nuna yang ada di dadanya lalu menatapnya sambil tersenyum manyun
"Love you" Ujar Cio
"Love you too" Jawab Nuna lalu Cio melepaskan tangan Nuna tapi melingkar kan tangannya di pinggang Nuna
Mereka membeli tiket masuk terlebih dahulu tapi karena Cio yang kurang tau yang seperti itu hanya diam dibelakang Nuna yang mengurus semuanya
Setelahnya dia masuk bersama dengan masih bergandengan tangan
"Nanti pas jam 10 malam bakal ada acara kembang api yang seru banget" Ujar Nuna
"Emangnya kalau mau acara kembang api harus pergi kaya gini? kalau kamu mau aku bisa buat ini bahkan lebih luas tempatnya kaya lapangan bola" Ucap Cio dengan gampangnya
"Tapi tempatnya pasti gak asik karena cuma ada kita, sedangkan disini banyak orang tau" Ucap Nuna
"Namanya juga pribadi" Jawab Cio
"Kamu pernah pergi ketempat kaya gini? " Tanya Nuna
"Pernah! sama Serena tapi aku kurang menikmati soalnya emang gak seru menurut ku" Jawab Cio
__ADS_1
"Tapi ini sama aku pasti seru" Ucap Nuna lalu menarik tangan Cio sambil berlari, Cio mengikuti Nuna yang menariknya