SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 109


__ADS_3

Pagi sudah pagi


Nuna membuka matanya, dia kaget melihat Cio sedang duduk disampingnya sambil mengelus rambutnya


"Kamu ngapain? " Tanya Nuna tapi matanya kembali terpejam


"Nungguin kamu bangun" Jawab Cio tapi masih terus mengelus rambut istrinya


"Aku bisa bangun sendiri kok" Ujar Nuna lalu menepis tangan Cio dan duduk


Nuna duduk menghadap Cio dan mencium pipi Cio dengan ekspresi wajah bantalnya


"Belum siap-siap? " Tanya Nuna


"Coba liat masih jam berapa? " Jawab Cio yang malah balik bertanya pada Nuna


Nuna hanya mengangkat bahunya tanda dia tidak tahu jam berapa sekarang


"Masih jam 5 pagi, aku berangkat nya jam 8 pagi jadinya masih banyak waktu buat sama kamu" Ujar Cio


"Tapi aku mau tidur lagi" Ucap Nuna dan ingin menghempas tubuhnya ke kasur tapi sayang ditahan oleh Cio


"Ngapain tidur lagi sih? " Ucap Cio lalu kembali mendudukkan Nuna bahkan memasukkan tubuh Nuna kedalam pelukannya


"Tapi ngantuk"Rengek Nuna sambil menggeliat


"Nanti aku kerja lagi loh terus kamu sendirian lagi, aku bela-belain bangun cuma buat bisa lebih lama sama kamu" Ucap Cio dan Nuna menatap Cio


"Tapi kalau kaya gitu kamu tidur nya cuma sebentar Berci, nanti kamu sakit" Ucap Nuna dengan ekpresi khawatir nya


"Gak papa kok, kebanyakan tidur juga gak baik" Jawab Cio sambil mengelus rambut Nuna


"Kamu harus tidur yang cukup Berci" Suruh Nuna


"Aku bisa tidur kapan aja kok Chagiii, gak usah khawatirin aku" Ucap Cio


"Aku gak mau kamu sakit bahkan kenapa-kenapa" Ucap Nuna


"Memangnya aku kenapa? jangan berlebihan Chagiii, aku sehat wal-apiat kok ngapain harus sekhawatir itu? " Jelas Cio agar Nuna berhenti mengkhawatirkan nya

__ADS_1


"Nanti malam ada acara penting di mansion Kakek Willy jadinya kamu hari ini cari gaun yang kamu mau yah" Suruh Cio


"Kalau aku sempat nanti aku temenin kok atau susulin kamu ke butik Mommy yah" Ucap Cio lagi


"Acara apa sih? " Tanya Nuna lalu mempererat pelukannya dengan manja


"Pertunangan ka Dania dengan calon suaminya" Jawab Cio dan Nuna mengangguk pelan tanda mengerti


"Ka Dania mau nikah? " Tanya Nuna


"Iyah" Jawab Cio


"Aku bakal cari gaun yang bagus dan hadiah tentunya nantinya" Ucap Nuna dengan semangat lalu Cio hanya mengangguk


Disisi Serena


Serena masih belum bisa banyak bergerak karena kepalanya sering pusing secara tiba-tiba


Mommy dan Daddy nya selalu bersama nya apalagi Daddy nya selalu duduk di sampingnya


Dokter masuk seperti biasanya tapi Serena terbalalak melihat ada seseorang di belakang dokter itu


Dia adalah Lisa bahkan dia tersenyum melihat Serena tapi Serena tidak merespon apapun apalagi kedua orang Tuanya


"Om! tante! " Sapa Lisa dengan sopan bahkan mencium punggung tangan Daddy Rio dan bercepika-cepiki dengan Mommy Intan


"Kapan kamu datang? " Tanya Mommy Intan tapi mata Serena sejak tadi hanya menatap Lisa yang ada di belakang dokter


"Tadi malam tan, aku dengar Serena masuk rumah sakit di Singapore makanya aku kesini buat jengukin sahabat ku" Jawab Lisa dengan manisnya di depan Mommy Intan


"Cio mana tante? dia gak temenin Serena disini? " Tanya Lisa


"Dia tetap tinggal di negara kita soalnya dia harus menjalankan perusahan Daddy nya" Jawab Mommy Intan


"Benarkah hanya karena perusahaan bukan hal yang lain? " Batin Lisa


Dokter sudah selesai memeriksa Serena dan senyumnya sangat lebar dan itu menandakan hal yang baik tentunya


"Tuan, kesehatan Nona muda semakin membaik tapi dia masih belum bisa banyak bergerak karena pusing di kepalanya masih belum bisa di kontrol tapi kalau kesehatan yang lain sudah mulai membaik" Ujar Dokter yang menangani Serena

__ADS_1


Daddy Rio sangat senang tentunya mendengar kabar itu dan mereka berharap jika putrinya cepat sembuh


"Serena aku datang buat kamu" Ucap Lisa lalu dia berdiri disamping Serena bersebrangan dengan Daddy Rio


Serena hanya tersenyum simpul melihat Lisa datang karena memang tidak bisa banyak bergerak


"Apa yang dilakukan Jessica ke kamu Serena? " Tanya Lisa sambil menunduk


"Jessica memukul kepala Serena dengan balik kayu" Jawab Daddy Rio


"Jika kamu datang hanya sama seperti Jessica lebih baik jauhin Serena sekarang karena saya tidak suka orang-orang yang ingin menyakiti anak-anak saya" Ujar Daddy Rio dengan tegasnya


"Om! aku datang kesini buat jenguk sahabatku bahkan nanti aku bakal pulang lagi ke Amerika karena kuliah ku belum selesai" Jawab Lisa dan Daddy Rio diam


Lisa hanya mengenggam tangan Serena menatapnya dengan prihatin


"Ngomong Serena, kamu gak senang aku datang? " Tanya Lisa


"Aku senang Lisa" Jawab Serena dengan lemah bahkan wajahnya pucat tapi Serena meminta Mommy nya untuk merias nya untuk menutupi waja pucat nya


"Gimana kabar kamu Lisa? " Tanya Serena


"Aku baik seren tapi kami juga harus cepat sembuh yah, aku janji setelah kenaikan semester aku bakalan pindah ke kamus kamu" Janji Lisa dengan ekspresi serius


"Pindah? buat apa? jangan bilang kamu cuma mau deketin ka Cio lagi, kalau itu yang ada di pikiran kamu lebih baik kamu di Amerika aja" Ucap Serena melarang kepulangan Lisa


"Memangnya kenapa? dia janji bakal tunggu aku terus kan? aku pulang buat dia juga" Jawab Lisa tapi Serena hanya diam


Mommy Intan mendekat ingin mengakatakan sesuatu seperti nya, tapi Serena melarang Mommy Intan mendekat bahkan Serena seperti nya sudah tahu apa yang ingin di katakan Mommy nya yaitu pasti tentang Nuna


"Mom? Dad? bukannya jam jenguk ku hanya sebentar jika di pagi hari? selebihnya aku hanya tidur? " Tanya Serena


Dan benar saja ada 3 suster masuk sambil membawa makanan untuk Serena


"Maaf semuanya jam besuk Nona pagi ini sudah selesai karena dia sarapan dan juga istirahat untuk memulihannya " Ujar Suster


Lisa hanya diam lalu berdiri lagi sambil menghela nafas panjang


"Baiklah kami keluar" Jawab Mommy Intan

__ADS_1


"Aku pulang dulu Serena tapi nanti siang aku bakal kesini lagi" Ujar Lisa lalu dia mengikuti Mommy dan daddy Rio keluar ruangan Serena


"Aku harus kasih tahu ka Cio tentang ini" Batin Serena


__ADS_2