SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 129


__ADS_3

Senyum Nuna memudar ketika melihat Cio yang ketika menutup matanya di selalu menghembuskan nafas dengan berat seperti orang yang sedang takut


"Berci kamu kenapa? " Tanya Nuna dengan khawatir pada Cio


"Gelap" Jawab Cio dan dia berusaha untuk tidak mengedipkan matanya


Nuna memencet tombol agar dokter datang "Kamu harus di periksa Berci" Ucap Nuna dan Cio hanya mengangguk


Tidak lama Dokter datang sedangkan Nuna keluar"Ada apa? "Tanya King yang tidak tahu apa yang terjadi


" Suami ku sadar king tapi dia seperti ketakutan kalau menutup matanya sendiri "Jawab Nuna


" Apa trauma Cio datang lagi? "Tebak Prince lalu dia ingin menelpon Rio tapi di tahan oleh King


" Kenapa? "Tanya Prince pada putranya


" Om Rio sekarang pasti lagi sibuk, menurut ku kita berikan kabar ketika dia sudah disini"Jawab King


Nuna mengepalkan tangannya bahkan wajahnya juga marah sekali


"King antarkan aku bertemu dengan Pak tua itu" Pinta Nuna tapi King menggenggam tangan Nuna


"Jangan gila Nuna! Cio baru sadar, jika kamu kesana bisa-bisa dia akan marah besar, turunkan nafsu kamu bertemu dia, pikirkan kondisi Cio. Dia butuh kamu Naaa" Ucap King


"Dia gak akan mungkin apa-apain aku" Ucap Nuna


"Tapi dia bisa tahan kamu, Cio sedang sakit Naaa" Ucap King lagi


"Aku sudah janji ke kamu kan? jika aku yang bakal jaga kamu" Ucap King meyakinkan Nuna


Nuna menepis tangan King sambil menundukkan kepalanya


"Aku marah ketika melihat suamiku seperti tadi King, setega itu dia melakukan itu ke suami ku sampai ke mental dia" Ucap Nuna bahkan air matanya berjatuhan ke lantai


King mengangkat dagu Nuna lalu dia menggeleng kan kepalanya


"Jangan menangis! Cio baru sadar apa kamu menyambut nya dengan tangisan? " Tanya King


"Aku marah dan kecewa King melihat suami ku seperti itu" Jawab Nuna


"Cio sudah sadar lebih baik hapus air mata kamu, sebentar lagi Dokter keluar kemungkinan kamu bisa menjenguk dia" Ucap King lagi


"Lupakan dulu tentang Pak tua, kita sambung kesadaran Cio apalagi Serena juga akan datang pasti mereka akan senang" Ucap King lagi

__ADS_1


Nuna menghapus air matanya tapi King menyerah sapu tangannya pada Nuna


Nuna mengambilnya lalu menghapus air matanya dengan sapu tangan itu


lalu Nuna menatap Cio di jendela yang langsung terhubung ke ruangan Cio


Cio terlihat tersenyum ketika melihat Nuna seperti menangis senyum itu langsung hilang


"Kenapa menangis? " Cio membatin tapi Nuna mendengar nya dengan jelas


Nuna menggelengkan kepalanya "Love you" Ucap Nuna tanpa suara


"Jangan menangis! aku akan memeluk mu nanti" Suara hati Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya


Disisi Tuan Figo


Tuan Figo baru sampai dari luar untuk menemui seseorang


Dia sedang sakit kepala karena sejak tadi ketika menuju pulang dia terus mendengar suara tembakan yang menembak mobilnya


Dia juga terkejut di jalan tidak jauh dari mansion nya dia melihat setumpuk mayat anak suruhan yang dia suruh untuk menyiksa Cio tadi


Wajahnya pucat sambil berjalan menuju sofa dan Mamah Figo menghampiri nya


"Mereka meneror ku" Jawab Tuan Figo


"Tapi setidaknya aku bisa membuat trauma Cio kembali karena dia sangat takut kegelapan dari keponakan kamu itu" Ucap Tuan Figo


"Aku tidak mau Nuna mengandung dari anak darinya jika dia hamil pasti perpisahan tidak akan terjadi" Ucap Figo


"Dari mana kamu tahu jika keponakan ku temannya Cio? " Tanya Mamah Figo


"Karena aku melihat dari sosial media nya jika dia teman dekat Cio" Jawab Tuan Figo


"Kamu bukan Figo suamiku tapi kamu predator" Ucap Mamah Figo


"Ada orang tua yang mau memisahkan anaknya dengan kebahagiaan nya?" Ucap Mamah Figo lagi


"Malah kita akan senang jika melihat anak kita bahagia bukan malah membuat penderitaan ke mereka" Ucap Mamah Figo


"Aku tidak mau dia dengan laki-laki seperti anak kecil, bahkan memiliki trauma yang memalukan" Jawab Tuan Figo


"Kamu hanya mencari kekurangan Cio suamiku, apa kamu lupa jika manusia itu pasti selalu punya kekurangan" Ucap Mamah Figo

__ADS_1


"Aku mau menantu yang sempurna" Jawab Tuan Figo tegas pada istrinya


Mamah Figo tergeleng lalu dia pergi meninggalkan suaminya sendirian di ruang tengah


Disisi Nuna


Nuna sedang masih menatap Cio dari luar ruangan karena dokter melarang untuk siapapun masuk di jam sekarang


Bahkan Cio tadi sempat di beri obat membuatnya tertidur sebab Cio terus ketakutan jika mengedipkan matanya


"Jangan kemana-mana yah Berci! aku gak sanggup jalanin semuanya tanpa kamu, kamu penyelamat ku ketika aku gak butuh apapun, aku akan terus panggil nama kamu jika aku dalam ke susahan makanya kamu tinggalin aku" Ucap Nuna sambil berdiri menatap Cio


Prince berdiri di samping Nuna sedangkan King duduk di kursi sebab dia kelelahan juga


"Cio akan baik-baik saja Nuna" Ucap Prince


"Apa Om tahu rasa sakit yang aku rasakan? " Tanya Nuna


"Tahu! karena aku juga pernah di kamu dulu" Jawab Prince


"Kalian harus bersama melewati apapun Nuna hanya itu kunci dari semua masalah" Nasehat Prince


"Jangan sendiri sendiri" Tambah Prince lagi lalu Nuna menatap Prince


"Makasih Om" Ucap Nuna


"King suka ngomong sama kamu? apa kalian berteman sebelum nya? " Tanya Prince


"Tidak! kami berteman hanya karena pertunangan ka Dania kemarin" Jawab Nuna


"Tapi kalian sangat dekat bahkan King bisa senyaman itu bicara padahal dia bukan orang yang suka bicara banyak apalagi hal yang penting" Ucap Prince yang memang sejak tadi memperhatikan putranya dengan Nuna


"Benarkah? bukannya King memang pintar bicara makanya kami bisa akrab cepat" Ucap Nuna


"Dia pembisnis gak mungkin dia gak bisa dekatin siapapun secara cepat? " Sambung Nuna lagi


"Mungkin hanya perasaan saya saja" Ucap Prince


"Om mikirnya kami berteman lama? " Tanya Nuna


"Iyah! tapi King sampai saat ini tidak punya teman perempuan makanya saya heran" Jawab Prince


"Dia sepupu suamiku bukankah jelas jika kami bisa berteman, apalagi umurku dengan nya tidak jauh jadinya bisa nyambut" Ucap Nuna lagi

__ADS_1


"Kamu benar" Ucap Prince


__ADS_2