
Cio sudah menuju ke kampus nya, dia menyetir sambil senyum-senyum sendiri entah kenapa mungkin karena dia sudah berbaikan dengan Nuna
Tapi ada mobil yang mengiringinya bahkan sering sekali mengklapsoni nya
Dia menatap kesamping dengan tenang dan dia langsung menghela nafasnya karena orang itu adalah Jessica
Tapi Cio malah tancap gas agar dia bisa cepat sampai dan juga menghindari jessica juga
Dia pun sampai dia memarkirkan mobil nya sembarangan karena nanti pasti akan di benarkan juga oleh penjaga kampus nya lalu dia berjalan cepat untuk menghindari jessica tentunya
Tapi Jessica juga sampai dan dia memarkirkan mobilnya dengan sembarangan dengan Cio lalu dia turun dan berlari mengejar Cio
"Cioooo" Panggil Jessica sambil berlari dan dia bisa mengejar Cio
"Apa" Jawab Cio datar tapi tidak menghentikan langkahnya membuat Jessica menarik tangan Cio agar dia berhenti karena dia ngos-ngosan karena berlari tadi
"Lepasin gua! " Suruh Cio tapi Jessica masih saja memegang tangan Cio
Cio berdecak kesal lalu menepis dengan kasar tangan Jessica dan pergi meninggalkan Jessica
Cio sampai di kelas dan dia duduk lalu memainkan ponselnya dan dia tersenyum karena ada beberapa pesan dari Nuna
"Dia aktifin ponsel nya? " Ujar Cio pelan
Pesan Nuna
"Berciii sudah sampai? " Tulis Nuna
"Berci semangat kuliahnya" Tulis Nuna lagi
"Aku masih ngambek pokoknya🙁" Balas Cio
"Beneran masih ngambek😞? " Tanya Nuna
"Beneran, aku lesu tau" Tulis Cio
Nuna mengirimi Cio fotonya membuat Cio langsung tersenyum lebar bahkan gigi rapi terlihat karena sangking senang nya
Cio mengusap wajahnya melihat foto Nuna bahkan dia lupa membalas chat istrinya itu
"Cantik banget" Batin Cio
__ADS_1
"Ini beneran istri gua kan? atau bidadari sih" Batin Cio dia terus menatap layar ponselnya
Jessica datang dan dia berdiri di sampingnya Cio membuat nya menutup layar ponselnya
"Lu ngapain dari tadi ngikutin gua dari tadi? " Tanya Cio ketus
"Kamu masih berhubungan dengan cewe itu Cio? " Tanya Jessica karena dia sempat melihat layar ponsel Cio tadi
"Memang nya kenapa? ini bukan urusan lu kan" Jawab Cio
"Stop ikutin gua! " Larang Cio dengan tegas nya
"Aku mau dekatin kamu sebelum Lisa pulang" Ucap Jessica
"Deketin aku buat apa? gua gak suka sama lu dan jika pun Lisa pulang gak akan buat gua berpengaruh" Ujar Cio
"Aku tahu semuanya Cio,kamu gak mungkin lupain Lisa dengan mudah apalagi aku tahu jika kamu di tinggal Lisa pergi lu nangis dengan Sesegukkan" Ujar Jessica
"Sialan! " Ucap Cio dan dia mengebrak meja dengan kuat sampai dia tatap oleh teman-temannya
"Stop sebut Lisa di depan muka gua! " Ujar Cio dengan nada tinggi sampai urat leher nya terlihat
Ada kaka kelas yang lewat dan dia melihat Cio membentak-bentak Jessica pun langsung masuk untuk menghalau nya karena dia kelas itu tidak ada mahasiswa pria nya karena belum datang
"Gak usah ikut campur bisa gak? " Tanya Cio datar pada Gery
"Lu cowo kan? masa iya lu bentak-bentak dia? " Tanya Gery dengan nada tinggi sambil menunjuk Cio
"Lu emang tau masalahnya apa? " Tanya Cio tapi Gery bukannya menjawab malah mendorong Cio sampai dia terjatuh bahkan kepalanya membentur dinding karena Cio duduk di samping jendela seperti biasanya
"Apapun masalahnya tetap aja lu salah karena sudah bentak-bentak cewe goblok! " Ucap Gery dan Cio berdiri tapi dia hanya geleng-geleng kepala
"Dan lu juga harus tau, gua disini adalah senior lu jadi lu jangan banyak bertingkah" Ucap Gery sambil menunjuk kepala Cio
"Memangnya masih jaman takut sama senior? " Tanya Cio dan langsung melayangkan pukulan ke wajah Gery tidak hanya sekali tapi berkali-kali sampai Gery tidak mampu berdiri lagi
Cio tersenyum miring dengan rambut yang menutupi matanya dan semua temannya tidak ada yang berani melerai yang ada hanya melihat dan menonton saja
"Gua paling gak suka urusan gua ada yang ikut campur! kalaupun gua harus membunuh akan gua lakukan" Ujar Cio membuat Jessica dan Gery terdiam mendengarnya
Gery masih sadar tapi dia hanya tidak sanggup dan berani juga karena takut Cio akan memukulnya lagi
Cio berdiri dengan tegak dengan ekspresi datar dia menatap Jessica yang ada disamping nya
"Kalau gak akan beda-bedain orang jika orang itu menganggu ke nyaman gua nasib nya harus tragis" Ucap Cio lagi
__ADS_1
"Karena itu ajaran Opah Riko" Batin Cio
Jessica membantu Gery berdiri tapi Gery bisa berdiri walaupun dengan susah payah setelahnya dia langsung keluar dari kelasnya Cio sedangkan Cio duduk lagi ke kursinya seperti tidak terjadi apapun
Disisi Nuna
Nuna sejak tadi mondar-mandir menunggu balasan chat dari Cio karena cio hanya melihat foto yang dia kirim tanpa membalasnya membuatnya sangat penasaran
"Berci kok cuma liat fotoku sih? dia beneran marah banget yah ke aku? " Ujar Nuna dan dia menghempas kan tubuhnya ke kasur
"Di ponsel ini cuma ada nomor dia gak ada yang lain" Ujar Nuna mencari-cari sesuatu di ponselnya
Dan dia melemparkan ponselnya ke samping tubuhnya lalu menghela nafas panjang
"Mommy gak ada aku sendirian disini" Ujar Nuna berteriak
Nuna pun duduk lagi karena dia baru ingat jika di dalam ruangan ganti ada pintu lagi tapi Cio tidak pernah bilang pada nya
Nuna pun berdiri dan berjalan menuju ruang ganti untuk masuk ke ruang pintu tersembunyi itu
Nuna masuk dan dia melihat pintu itu dia pun mendekatinya dan dia sudah berdiri didepan itu tapi sayangnya pintunya di kunci
"Kok di kunci sih? " Ucap Nuna
"Memang ini pintu apa? " Tanya Nuna yang masih bertanya-tanya
Nuna pun melihat sekitar untuk mencari-cari kunci ruangan itu dan memang nasib baik untuknya dia melihat beberapa kunci yang ada di samping vas bunga yang tidak jauh dari tempatnya berdiri
Nuna pun mengambilnya dan mulai mencoba memasukkan satu persatu kunci itu
Nuna tersenyum ketika kunci nya pas dan dia ingin membuka pintu itu tapi dari luar ruangan ada suara Serena dan Nuna buru-buru mengunci lagi pintu itu dan meletakkan kembali kunci nya lalu berlari keluar
"Kaka! " Teriak Serena dan Nuna muncul di belakangnya Serena membuat nya sangat terkejut
"Kenapa? " Tanya Nuna tanpa dosa
"Kaya setan ih! muncul tiba-tiba" Ujar Serena tapi Nuna malah tertawa kecil
"Mah ikut ke kampus ku gak? kata Mommy kaka sendirian kasihan, aku mau berangkat nih" Ajak Serena
"Ikut kamu? " Tanya Nuna dan Serena mengangguk
"Ya sudah aku siap-siap dulu" Ucap Nuna
"Gak usah kaka ambil tas aja, nanti di mobil aku pakein make up tipis-tipis aja" Ucap Serena dan Nuna menurut
__ADS_1