SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 172


__ADS_3

Di sisi Cio


Cio sejak tadi berusaha menghubungi Nuna tapi tidak di angkat oleh nya membuat Cio kesal dan mengomel sendiri.


"Kamu kemana sih Chagii? tidur? Kayanya gak mungkin kalau kamu tidur jam segini" Ujar Cio sambil terus menghubungi nomor Nuna


Cio pun menghubungi bodyguard yang selalu bersama Nuna dan dia mengangkatnya.


"Woy! kemana kalian? dimana istriku? " Tanya Cio


"Kami sedang di taman tuan, taman kota" Jawab Bodyguard


"Taman? kenapa gak kasih tahu aku kalau kalian pergi? " Tanya Nuna pada bodyguard nya


"Tolong berikan telponnya pada istriku" Suruh Cio


"Dia sedang dengan tuan Jenna" Jawab Bodyguard


"Jenna? kok bisa" Ujar Cio


"Mereka tidak sengaja bertemu tuan" Ujar Bodyguard


"Baiklah, 2 jam lagi saya akan pulang ke mansion, bawa pulang istriku" Suruh Cio


"Baik tuan" Jawab Bodyguard lalu Cio mematikan telpon nya


"Kok bisa chagiya sama Jenna, padahal Jenna itu susah dekat sama orang baru atau emang dia udah berubah yah" Ujar Cio yang memang tau bagaimana Jenna


Disisi Nuna


Nuna dia ajak Jenna untuk makan siang bersama dan sejak tadi juga Jenna dan Nuna terus mengobrol apapun.


"Kamu bolos Jenna? " Tanya Nuna sambil menguyah kentang goreng


"Iyah" Jawab Jenna yang sedang menguliti ayam


Bodyguard mendekati Nuna lalu membisikkan sesuatu ke telinga Nuna


"Nona ayo kita pulang, sebentar lagi tuan muda akan pulang, jika kita pulang dia akan marah besar" Bisik bodyguard


"Emangnya udah jam berapa? " Tanya Nuna


"Mau jam 2 siang Nona" Jawab bodyguard


"Woah kamu benar, dia sebentar lagi akan pulang" Ujar Nuna yang baru sadar


"Oke kita pulang deh" ucap Nuna lagi


"Jenna sebentar lagi suami ku akan pulang kuliah, aku harus pulang juga sebab dia bakal marah nanti kalau aku gak ada di mansion" Ujar Nuna

__ADS_1


"Oh iya deh ka, kaka hati-hati yah, sampaikan salamku ke ka Cio dan Serena yah" Ujar Jenna


"Oke siap" Jawab Nuna lalu dia berdiri dan pergi meninggalkan Jenna yang masih makan


1 jam perjalanan Nuna pun sampai dan dia melihat jika sudah ada mobil Cio di yang terparkir rapi disana


Nuna turun mobil lalu dia masuk ke dalam mansion, Nuna terkejut sebab ketika memasukkan pintu dia menabrak dada seseorang yaitu Cio


Nuna terkejut sedangkan Cio malah menatap datar istrinya, seperti nya dia marah karena nuna pergi tanpa ijin nya


"Kenapa mukanya gitu? " Tanya Nuna dan dia menyentuh pipi Cio


"Dari mana? kenapa gak bilang? kenapa gak bisa di hubungi? " Tanya Cio bertubi-tubi pada Nuna


"Aku ke taman" Jawab Nuna


"em sebab kamu sibuk" Ujar Nuna


"Karena aku mau fokus jalan-jalan" Sambung Nuna menjawab pertanyaan Cio


"Aku juga pergi sama bodyguard kok, gak sendirian" Ujar Nuna


"Terserah kamu" Ucap Cio lalu meninggalkan Nuna, Nuna tentu mengejarnya dan memeluk tangan Cio


"Kenapa berci? kamu marah " Tanya Nuna


"Pikir aja sendiri" Ucap Cio


"Apa? " Jawab Cio padahal sedang ngambek tapi masih mau mendengar kan cerita Nuna


"Gunung ku kenapa sakit yah" Tanya Nuna


"Gunung? " Ujar Cio dan dia berpikir sebentar lalu sadar dia mengangkat alisnya


"Sakit kenapa? kamu makan apa emangnya hari ini sampai sakit? " Tanya Cio


"Gak tau, tapi beneran sakit Berci" Adu Nuna


"Kita ke kamar" Ajak Cio dan mereka sampai di kamar, Nuna duduk di sisi ranjang


"Coba buka baju kamu, kita liat kok bisa sakit? " Tanya Cio dan Nuna menurutnya saja


Nuna membuka dress dan dalaman bajunya dan dia sekarang telanjang dada, bahkan perut buncit nya bisa terlihat jelas


"Gak ada apa-apa, masih kaya biasanya" Ujar Cio menatap dafa Nuna


"Kaya nyut-nyut gitu loh Berci" Ujar Nuna


"Mau ku pijat? " Tanya Cio

__ADS_1


"Emang bisa? " Tanya Nuna lagi


"Bisa kok" Jawab Cio dan mulai memijat dada Nuna


Nuna menggigit bibir bawahnya karena pijitan Cio, dan Cio yang melihat ekpresi Nuna malah mendorong nya ke kasur, jadinya Nuna sekarang berada di bawah Cio


"Kamu mau ngapain? " Tanya Nuna tapi Cio tidak menjawab malah menciumi lehernya Nuna


"Berciiiii" Erang Nuna sambil memegangi kepala Cio


Cio bahkan melucuti semua pakaian Nuna dan melemparkan nya sembarangan


Leher dan dada Nuna penuh dengan merah-merah yang buat Cio


"Kata jamu mau pijitan kenapa sekarang malah di tunggangin? " Tanya Nuna


"Boleh yah" Ujar Cio meminta ijin pada Nuna


"Udah di tengah jalan apa aku bisa larang kamu? " Ujar Nuna dan Cio melanjutkan aktivitas nya


Bibir tipis Nuna juga tak luput dari perhatian nya sampai Cio puas menyusuri seluruh tubuh Nuna dan dia mengarahkan adiknya ke dalam milik Nuna


Dan sekali dorongan saja langsung masuk dan Cio langsung meringis ketika miliknya masuk


"Kok makin sempit" Ujar Cio


"Punya kamu yang makin besar" Jawab Nuna


Lalu Cio mulai memaju-mundurkan pinggulnya dan sambil mencium bibir Nuna, tangan Cio juga tak diam, tangannya sibuk memaikan dada Nuna


Semakin lama semakin cepat gerakan Cio sampai Nuna berteriak di buatnya


Semakin cepat dan Cio menghentikan gerakkan nya, Nuna merasa ada cairan hangat yang masuk kedalam dirinya ketika Cio menghentikan gerakannya


Nuna mengira Cio akan berhenti tapi ternyata dia masuk menggerakkan pinggul nya lagi seperti tadi


"Berci" Ujar Nuna terkejut tapi Cio tidak perduli dia terus melakukannya aktivitas nya


Sedangkan Nuna hanya bisa pasrah dengan kelakuan Cio yang melakukan hubungan di siang bolong


Untuk kesekian kalian Cio mengeluarkan cairan bening nya di dalam tubuh Nuna lalu dia tumbang di samping Nuna


Tubuh mereka sama-sama mengeluarkan keringat yang banyak


"Maaf Chagii aku gak bisa tahan diri aku pas liat kamu kaya tadi" Ujar Cio


Cio tipikal yang suka lama jika melakukan itu dengan Nuna, waktu yang paling singkat nya adalah 1 jam seperti sekarang


"Aku juga udah lama gak kasih kamu itu kan" Ucap Nuna dan Cio mengangguk

__ADS_1


"Makan siang ku sudah kenyang" Ucap Cio fan Nuna tertawa mendengar ucapan Cio


__ADS_2