
Nuna di antar oleh sopir menuju kos-kosan nya dulu tapi sayangnya kos-kosan nya tidak bisa masuk mobil jadinya di harus berjalan kaki masuk gang nya
Nuna di jaga oleh 2 bodyguard nya Cio karena itu persyaratan dari Cio jika dia ingin pergi keluar
Ketika Pritta membuka pintu. Dia terdiam seperti patung dengan mulut ternganga karena melihat Nuna yang sangat berbeda sekarang
"Kamu Nuna? " Tanya Pritta yang masih terkagum-kagum melihat temannya yang glow up secara drastis
Nuna membawa Pritta masuk kedalam dan lagi temannya juga sedang duduk di ruang teman. Mereka juga sama seperti Pritta karena melihat Nuna seperti melihat setan
"Salah kos-kosan yah? " Tanya Syifa pada Nuna
"Loh kok salah kos-kosan sih?" Jawab Nuna lalu ikut bergabung dengan mereka
Bodyguard Nuna datang dengan 2 kantong plastik besar yang penuh dengan cemilan
"Kami permisi Nona" Ujar Bodyguard nya lalu pergi membuat teman-temannya makin ternganga melihat Nuna
"Kamu Nuna kan? " Tanya Wati yang benar-benar tidak percaya dengan perubahan drastis Nuna
"Loh emang siapa lagi? " Jawab Nuna terkekeh pada teman-temannya
"Aku datang guys! kalian gak kangen? " Tanya Nuna pada temannya
"Kangenn" Jawab mereka serentak lalu berdiri memeluk Nuna dan Pritta juga ikut memeluk Nuna
"Kamu kemana aja Nuna? kamu udah sukses yah kerja di restoran yang waktu itu? " Tanya Pritta membuat Nuna hanya terkekeh karena Pritta memang tidak tadi apa yang terjadi dengannya
"Boleh kita duduk dulu gak? " Tanya Nuna lalu mereka saling tatap dan membawa Nuna untuk duduk
"Kamu sekarang kerja apa? " Tanya Pritta yang tahu bagaimana Nuna dulu, yang datang dengan kelaparan dan sangat lusuh
"Kamu gak punya om-om kan? atau kamu jadi simpanan om-om? " Tanya Wati
"Aku jadi simpanan bocil" Jawab Nuna sambil tersenyum tipis.Mereka menatap Nuna dengan alis mengerucut semuanya
"Kami serius Nuna" Ujar Pritta
"Aku juga serius" Jawab Nuna dengan wajah serius nya
"Kamu pacaran sama brondong? " Tanya Syifa tak percaya
"Gak pacaran" Jawab Nuna tapi sambil tersenyum tipis
"Hah? gak pacaran terus gimana tuh? " Tanya Pritta yang sangat penasaran dengan ceritanya Nuna
"Aku udah nikah bahkan pernikahan ku mau 4 bulan" Jawab Nuna dan semuanya sangat terkejut apalagi Pritta
"Mau 4 bulan?kalau gak salah kamu kesini itu 2 bulan yang lalu kan? kamu aja kayanya masih sama Jordi" Ucap Pritta
"Wah gila lu Nuna!lu jangan ngadi-ngadi nikah sama brondong, brondong itu enaknya cuma bentar" Nasehat Wati pada nuna
"Tapi brondong ku beda" Jawab Nuna
"Yakin mau nyamain suami ku dengan brondong di luar sana? " Tanya Nuna dengan bangga. Mereka terdiam lalu saling tatap satu sama lain
__ADS_1
"Perbedaan umur kalian berapa? " Tanya Wati
"3 tahun" Jawab Nuna
"Wah emang agak geser nih" Ujar Syifa
"Berarti kamu selingkuhi Jordi dong? bahkan lu udah sah nikah sama brondong itu pas sama Jordi" Ujar Pritta sambil menunjuk wajah Nuna
"Aku udah putus waktu itu bahkan dia yang putusin aku" Jawab Nuna
"Tapi kamu datang kaya hancur banget waktu itu masa kamu nikah? kaya mustahil " Ujar Pritta
"Lu simpanan om-om kan? " Ujar Wati dan Syifa mengiyakan dengan anggukan
Nuna menepuk jidatnya lalu dia menelpon Cio untuk membantah semua tuduhan pada nya
Cio langsung mengangkatnya tanpa harus Nuna menunggu lama
"Chagiiiii" Ujar Cio dengan manjanya
Semuanya mendengar itu langsung saling tatap dengan mulut ternganga
"Lagi apa? " Tanya Nuna seperti menanyai anak kecil
"Di kelas. Nungguin dosen masuk chagiiiii" Jawab Cio
"Video call Chagiiiii jangan telpon" Ujar Cio lalu dia mengalihkan panggilan nya ke video call
Wajah Cio langsung muncul di layar ponselnya Nuna sedangkan teman-temannya bersembunyi tapi masih melihat
"Aku pulang nanti jemput kamu yah" Ujar Cio
"Oke! " Jawab Nuna
"Chagiiiii kamu sendirian di sana? " Tanya Cio yang melihat Nuna hanya sendirian di layar ponselnya
"Gak kok Berci. Aku sama teman-temen ku tapi mereka ngumpat" Jawab Nuna dan Cio hanya anggik-angguk
"Berci mereka gak percaya loh kalau aku istri kamu, bahkan mereka bilang kalau aku simpanan Om-om" Adu Nuna pada Cio
Mereka saling dorong sambil saling tuduh juga
"Nanti aku kesana kok, biar aku jelasin sama mereka siapa kamu dan siapa aku" Jawab Cio
"Love you" Bisik Nuna di layar ponsel dan senyum Cio langsung terbentuk di bibir nya
"Love you too" Balas Cio
"Kalau di mansion atau di mobil aku pasti jawab nya teriak tapi sayang sekarang aku di kampus jadi gak bisa teriak-teriak" Ujar Cio
"Aku main dulu yah Berci" Ujar Nuna lalu mematikan ponselnya tanpa Cio mengiyakan dulu
"Itu suami kamu? " Tanya Wati dengan mata melotot
"Iyah! Namanya Arbercio Dirgantara Wijaksono" Jawab Nuna
__ADS_1
"Namanya kok gak asing yah" Ujar Pritta sambil mengerucut kan alisnya memikirkan nama yang baru saja di ucapan oleh Nuna
"Udah-udah gak usah mikirin suami ku lagi, kalian makan aja dulu! Tuh, aku bawa cemilan sama makanan frozen food buat kalian" Ujar Nuna
"Tapi aku masih penasaran loh Nuna" Ujar Syifa
"Kan nanti dia kesini juga, kamu bisa tanya ke dia" Suruh Nuna
"Aku takut salah tingkah nanti, soalnya dia terlalu tampan buat di pandang, gak aman buat jantung" Ujar Syifa
"Kalau kamu suka sama Berci ku, kamu bakal tau gimana aku ngamuk" Ujar Nuna lalu dia tersenyum tipis
"Ih Nuna sekarang main, ancam-ancam gitu" Ujar Wati sambil memeluk tangan Pritta yang ada di sampingnya
Nuna hanya tersenyum tipis dan mencium pipi Syifa karena Nuna memang seperti itu jika pada Syifa, apalagi dia juga yang paling muda di antara mereka
"Ih Nuna apaan sih" Dumel Syifa sambil melap pipinya bekas ciuman Nuna tadi
"Kenapa sih, gemesin banget" Ujar Nuna lalu mencubit-cubit kedua pipi Syifa a
"Nuna" Larang Wati lalu dia melepaskan kan nya
"Nanti berantem lagi! Kita masak frozen food aja di belakang yuk" Ajak Pritta. Mereka menurut lalu mengikuti Pritta yang sudah berjalan kedapur sambil membawa beberapa frozen food yang sudah dia pilih tadi
Disisi Jessica
Jessica sangat senang karena fotonya dengan Cio tersebar di kampus bahkan dia bangga bisa membuat Cio takluk pada nya tapi itu hanya menurutnya
Jessica baru masuk kelas, dia melihat Cio sedang bermain saham di ponselnya, lalu dia duduk di sampingnya Cio tanpa malu nya
"Ngapain? " Tanya Jessica dengan manja bahkan sok akrab dengan Cio
Cio membenarkan duduknya bahkan dia menjauhkan duduknya dengan Jessica
"Lu buta? " Jawab Cio dan dia masih fokus pada ponselnya
"Hari ini jalan yuk" Ajak Jessica
"Gua sibuk" Jawab Cio
"Sibuk banget? aku juga bakal sibuk nanti buat nyebarin apa yang aku ketahui" Ujar Jessica. Cio yang mendengar itu langsung melempar ponselnya ke meja, lalu menatap Jessica dengan tatapan kesal
"Lu sebarin aja semuanya! Gua gak takut tapi seharusnya lu yang takut sekarang. Lu tau kan kalau siapa gua dan Daddy gua? " Ujar Cio dengan pelan tapi menusuk
"Lu ancurin gua dan gua bakal ancurin keluarga lu sehancur-hancurnya" Sambung Cio lalu dia trsenyum miring
Jessica terdiam dengan ancaman Cio padanya, lalu dia berdiri dan duduk di kursinya dengan wajah kesalnya
"Lisa udah ancam-ancam gua gara-gara postingan itu dan mustahil gua nyerah Cio" Batin Jessica
"Dia awal pernikahan gua sama Chagiii, permasalahan datang dari Nuna tapi sekarang kaya nya dari gua" Batin Cio
"Gua akan buat lu malu karena sudah menikahi wanita yang memang bukan setara dengan kamu Cio" Batin Jessica sambil menatap punggung Cio
"Kalau aku sudah basah ngapain aku berjemur? lebih baik aku berenang sampai ke dasar" Batin Jessica lagi lalu dia tersenyum miring karena banyak hal-hal yang ingin dia lakukan nantinya
__ADS_1