
Serena merias Nuna di dalam mobil dengan kemampuan yang memang sudah hebat tentunya karena dia sering membantu Mommy nya sekaligus kuliah memang mengajarkan seperti itu
"Muka kaka ini benar-benar cantik buat aku agak susah cari make up yang pas buat kaka karena kaka emang cantik dari awal tanpa apapun" Ujar Serena
"Kamu jangan berlebihan Serena" Ucap Nuna
"Kenapa? Aku emang berkata yang sebenarnya kok" Ujar Serena
Dan Nuna sudah sangat cantik hasil tangan nya Serena yang memang pandai memoles wajah kaka ipar nya
"Pantas aja ka Cio sampai uring-uringan kalau lagi berantem sama kaka soalnya istri secantik ini" Ucap Serena lalu dia tersenyum
Pipi Nuna memerah karena pujian Serena dan dia juga tertawa kecil melihat Nuna
"Awal-awal tau pernikahan kalian aku sangat kesal dengan kamu ka Nuna karena sudah membuat ka Cio berubah tapi makin aku kenal dan paham ternyata tidak terlalu buruk untuk kita berteman" Batin Serena
Nuna menangkup tangan Serena sambil tersenyum tipis dan menatap nya dengan serius
"Maafkan kaka yah sudah buat kaka kesayangan kamu berubah dan juga sedikit menjengkelkan" Ujar Nuna dan Serena terdiam sejenak sambil ikut menatap matanya Nuna
"Kaka dengar suara hati ku? " Tanya Serena
"Aku bukan super hero yang bisa punya ke mampuan seperti itu" Ujar Nuna
"Tapi jawaban kaka kontras dengan apa yang aku ucapkan di dalam hatiku" Ujar Serena
"Kamu percaya dengan kebetulan? " Tanya Nuna tapi Serena hanya diam
"Ka Cio tadi pagi tanya tentang orang yang bisa dengan suara hati orang dan aku paham maksudnya" Ujar Serena tapi Nuna hanya tersenyum manis
"Ka Nuna jawab aku jangan buat aku penasaran" Ucap Serena sambil menggoyangkan tangan Nuna
"Aku gak punya kemampuan kaya gitu Serena" Jawab Nuna
"Aku gak percaya" Ujar Serena
"Kaka jangan bohong! misalnya kaka kasih tahu aku, aku gak bakal kasih tahu siapapun kok" Ucap Serena
"Tapi kaka emang gak punya ke mampuan" Ucap Nuna
"Aku gak suka loh di bohongin" Ucap Serena tapi Nuna hanya diam saja
"Pasti ka Nuna bohongin aku" Batin Serena
Disisi Cio
Cio merasa bosan berada di kelas apalagi karena tragedi tadi dia pun hanya memainkan pulpen nya sambil menggambar apapun yang ada di pikiran nya
Sampai dosen mengakhiri kelasnya tapi Cio masih enggan berdiri keluar kelas dan lagi-lagi Jessica mendekatinya
"Kamu gak keluar? " Tanya Jessica dan Cio dengan terburu-buru membereskan peralatan tulisnya kedalam tas nya lalu meninggalkan Jessica begitu saja
Ketika dia melewati pintu langkah terhenti karena melihat senyum seseorang yang sudah menunggu disana, tentu dia adalah Nuna
__ADS_1
"Hayyyyy" Sapa Nuna sambil terus tersenyum dan kejutan Nuna berhasil membuat Cio salah tingkah bahkan kalau bisa dia ingin berguling-guling sekarang karena senang
Cio ingin memeluk Nuna tapi Nuna menolaknya membuat Cio kecewa dengan penolakan Nuna
"Why? " Tanya Cio dan kembali ingin memeluk Nuna
"Ini di kampus Berci" Ujar Nuna dan Cio baru sadar lalu dia tertawa sambil mengusap wajah nya
"Aku gak sadar" Ujar Cio dan Nuna hanya mengangguk
"Kamu sama siapa? " Tanya Cio sambil merapikan rambut panjang Nuna
"Sama Serena, dia ajakin aku kesini daripada aku sendirian dan itu juga di suruh Mommy" Jawab Nuna
"Makasih yah karena mau datang" Ucap Cio dan Nuna hanya angguk-angguk
Jessica datang dan dia berdiri di samping Cio menatap Nuna dengan tatapan sangat tidak suka
"Dia lagi? " Ujar Jessica
"Bukannya aku yah yang bilang kaya gitu" Ujar Nuna
"Ckkk! Ngapain sih ngejar-ngejar Cio? dia gak bakal ngubris kamu" Ucap Jessica
"Berciiiiii" Panggil Nuna dengan manja dan Cio langsung berdiri di samping Nuna bahkan tangannya melingkar di pinggangnya Nuna membuat Jessica mengerucut kan alisnya
Jessica menepis tangan Cio yang melingkar di pinggang Nuna membuat Cio kembali naik pitam tapi Nuna menahan Cio dan malah dia maju
"Jangan mengganggu ku atau kamu akan kecewa nantinya" Ujar Nuna dengan serius tapi Jessica malah tertawa karena di ancam oleh Nuna
Nuna memijat pangkal hidung nya tapi bukan dia pusing atau apa tapi dia hanya ingin memperlihatkan cincin pernikahan nya dengan Cio dan Cio yang paham dia juga menepuk pundak Nuna, dia memperlihatkan ccincinnya juga
Jessica terdiam melihat cincin yang sama yang ada di jari manis kedua nya
"Apakah itu cincin pernikahan? tapi bagaimana mungkin? Kapan mereka menikah" Jessica membatin membuat Nuna tersenyum karena dia sudah di atas angin
"Kamu masih ada kelas? " Tanya Nuna dan Cio menganggukkan kepalanya
"Kita ke kantin aja gimana? " Ajak Cio
"Baiklah aku juga belum makan" Jawab Nuna dan mereka pergi meninggalkan Jessica bahkan Nuna dengan sengaja menyenggol bahunya Jessica yang masih membeku
Mereka pun berjalan menuju Kantin untuk makan bersama karena Nuna yang belum makan
"Kamu udah gak sakit? " Bisik Cio pada Nuna
"Gak sih! gara-gara tadi kita berantem kayanya sakitnya hilang" Ujar Nuna
"Jangan di ingatin tentang itu lagi" Ucap Cio
"Iyah-iyah enggak" Jawab Nuna
"Mata aku yang emang lagi salah atau emang kamu yang cantik banget Chagiii" Ujar Cio yang baru sadar dengan Nuna yang hari ini sangat cantik
Nuna terlihat bingung sambil memegangi pipinya,tapi Cio merasa gemas dan mencubit kedua pipi Nuna sambil tertawa
__ADS_1
"Kamu hari ini sangat cantik" Ucap Cio dan Cio menengok wajah Nuna yang memerah
"Ini Serena yang make up in aku tadi di mobil menuju kesini, syukurlah kamu suka" Ujar Nuna
"Kapan aku bilang gak suka? soalnya kalau kamu yang pakai pasti bagus kok" Ucap Cio dan dia mencubit kecil hidung mancung Nuna
"Aku senang Chagiii kalau kamu semakin dengan Serena" Batin Cio
"Aku kesini gak papa kan?" Tanya Nuna
"Emang nya kenapa? siapa marah dan larang" Tanya Cio
"Kan aku bukan orang kampus sini" Ucap Nuna
"Misalnya ada yang matang kamu kesini, aku bakal bilang ke dia, istri ku tungguin aku kuliah" Ucap Cio membuat Nuna tertawa kecil
"Kamu bakal bilang itu benaran? " Tanya Nuna
"Ya! bahkan aku bakal bilang dengan jelas" Ucap Cio
"Tapi kamu sampai saat ini gak pernah mau publis tentang pernikahan kita" Ujar Nuna
"Kan belum saat nya" Ucap Cio dan Nuna hanya angguk-angguk saja karena dia juga tidak mau di publis karena dia tahu jika Cio bukan orang suka mem publis dirinya ke umum
Mereka sampai di kantin dan mereka sama-sama memesan gado-gado makanan kesukaan Nuna yang memang ada disana
Sambil menunggu mereka bercanda sambil mengobrol apapun
"Berci apa benar jika Jordi benar-benar mati? " Tanya Nuna membuat senyum Cio menghilang karena pertanyaan Nuna
"Aku cuma mau tau bukan apapun" Ucap Nuna
"Dia sudah mati Chagiii dan yang melakukan itu adalah Juan, kan kamu sendiri yang bilang jika yang membunuhnya adalah dia" Ujar Cio tapi Nuna hanya menganggukkan kepalanya
"Apa kamu merindukan dia? atau kamu belum menerima jika dia sudah pergi? " Tanya Cio
"Bohong kalau aku gak merindukan dia" Jawab Nuna membuat Cio tersenyum kecut
"Aku cuma mau menyakinkan aku Berci bukan malah berharap dia masih hidup" Ucap Nuna sambil menyentuh wajah Cio yang sendu
"Aku hanya cemburu saja Chagiii, karena kamu belum bisa melupakan dia padahal kita sudah mulai berdamai dengan semuanya" Ucap Cio
"Dia memang sudah gak ada tapi kenangannya masih teringat jelas di kepala ku bahkan dia sosial media kami masing-masing" Ucap Nuna tapi Cio hanya diam bahkan dia merasa tidak nyaman dengan pembahasan ini
Nuna diam sambil menatap Cio yang seperti menahan kesal di wajahnya dan Nuna mencium telapak tangannya lalu menempelkan nya ke pipi Cio
Cio yang tadi diam sekarang menjadi menatap Nuna sambil mengangkat alinya
"Sisanya di kamar yah" Ucap Nuna membuat Cio langsung tertawa bahkan matanya menghilang
"Yang kaya gini tuhan yang kamu mau, ketika aku marah dan bosan dia bisa menghiburku" Batin Cio
Nuna tersenyum sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya di meja
Cio menundukkan kepalanya sambil tertawa karena salah tingkah di tatap Nuna seperti itu
__ADS_1