SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 134


__ADS_3

Nuna masih bermanja-manja pada suaminya sebelum King datang menjemputnya pergi


"Berci menurut kamu, aku bagus dandan atau gak?" Tanya Nuna


"Cantik" Jawab Cio pelan


"Gak nyambung"Ujar Nuna tapi Cio hanya tersenyum


Nuna meletakkan dagunya di kasur Cio sambil menatap Cio dengan tatapan dalam


" Berciii"Panggil Nuna


"Hmm? " Jawab Cio


"Pengen di sini aja sama kamu" Ucap Nuna


"Gak! " Ucap Cio


"Takut kangen, pas di sini aja aku kangen apalagi jauh"Ucap Nuna lalu dia memiringkan kepalanya


Serena dan Mommy Intan mengulum senyum nya melihat tingkah Nuna


" Kamu istirahat "Suruh Cio


" Kamu gak kangen gitu sama aku? liat wajah kamu sebuah keharusan "Ucap Nuna


" Sleep call ka biar bisa liat muka ka Cio terus nanti"Saran Serena


"Emang boleh? kan radiasi gak baik buat dia" Tanya Nuna


"Berciii gimana? " Tanya Nuna


"Besok juga kesini lagi kan? nanti aku bakal telpon kamu kok ikutin saran Serena tadi" Jawab Cio dalam hati


"Jam berapa kamu bakal telpon nya? " Tanya Nuna lagi


"Loh? Ka Cio perasaan gak jawab apa-apa kok bisa ka Nuna tanya kaya gitu ke Kaka?" Ucap Serena terheran-heran


"Mereka ngomong telepati mungkin" Canda Mommy Intan


"100 buat Mommy" Jawab Nuna lalu dia tertawa tapi Serena menatap dengan selidik


King datang dengan berjalan biasa mendekati yang lainnya


"King"Ujar Mommy Intan dan dia tersenyum ramah pada tantenya adik kandung dari Mami nya


" Kaka! "Sapa Serena seperti anak kecil


" Bagaimana keadan kamu? "Tanya King pada Serena


" Sudah baik!"Jawab Serena


"Baguslah!" Ujar King

__ADS_1


"Nuna ayo sekarang pulang, nanti sore kita kesini lagi" Ucap King lalu Nuna menunjukkan wajah sedih berpura-pura menangis


"Berciiii" Rengek Nuna


"Naaa ayo" Ajak King


"Sabar King" Ucap Nuna


Nuna menundukkan kepalanya untuk membisikkan sesuatu pada suaminya


"Setelah aku selesai halangan kayanya nafsu bakal naik, ngatasin nya gimana? " Tanya Nuna berbisik di telinga Cio


"Biasanya ada kamu kan? terus aku gimana? " Sambung Nuna lagi


"Download aplikasi Yundak! nanti cari aja" Jawab Cio


"Oke! " Ucap Nuna lalu dia mencium dahi dan hidung Cio


"Aku pamit yah" Ijin Nuna dia juga berpamitan pada Mommy Intan dan Serena juga dengan berpelukan


"Ya! " Jawab Cio


Nuna memanyunkan bibirnya sambil melambaikan kedua tangannya pada Nuna


King geleng-geleng kepala melihat tingkah Nuna yang seperti akan berpisah jauh dengan suaminya padahal hanya tidak berapa mil dari rumah sakit


Nuna pun pergi meninggalkan Cio, Serena dan Mommy Intan tertawa kecil dengan tingkah Nuna


"Kalau aku mah punya suami gimana yah? " Ucap Serena berhayal


"Masih kecil Serena gak boleh berhayal masalah pernikahan" Tegur Mommy Intan


"Kaka aja boleh nikah masa aku berhayal aja gak boleh? " Ucap Serena


"Umur Serena berapa? " Tanya Mommy Intan


"18 tahun sama kaya ka Cio" Jawab Serena


"Persyaratan Daddy buat kamu menikah pas umur berapa? " Tanya Mommy Intan lagi


"25 tahun" Jawab Serena


"Tapi Serena cuma mau berkhayal gak mau nikah kok" Ucap Serena lagi


"Momm" Ucap Cio


"Memangnya kamu mau punya suami gimana? " Tanya Cio agar adik nya tidak bad mood nantinya


"Gak tahu" Jawab Serena lalu dia nyengir kuda


"Mom aku boleh tanya gak? " Ucap Serena lagi


"Apa sayang? " Jawab Mommy Intan

__ADS_1


"Suami Mamah Alice itu siapa? aku selalu tanya ke Daddy tapi dia sering alihin pembicaraan terus sedangkan tanya ke Mommy belum pernah" Tanya Serena


"Mamah Alice kemarin ulang tahun sebab aku sempat liat riwayat hidupnya Mamah Alice dari berkas yang Daddy simpan di ruang kerjanya" Ucap Serena lagi


Cio menatap ekpresi wajah Mommy nya yang seperti sedikit sedih


"Papah kamu orang hebat Serena tapi sayang dia salah satu orang yang ingin membuat Mommy keguguran waktu itu" Ucap Mommy Intan


"Benarkah? " Ucap Serena tak percaya


"Kenapa kamu memiliki mata biru sama seperti King karena Papah kamu orang Amerika asli sayang " Sambung Mommy Intan dan Serena meraba matanya


"Papah ku hebat apa Mom?apa dia hebat seperti Daddy? " Tanya Serena


"Dia pembunuh bayaran" Jawab Mommy Intan


"Sayang membahas masalah membuat dada Mommy sesak sebab itu fase terburuk pernikahan Mommy dan Daddy" Ucap Mommy Intan


"Maaf Mom" Ucap Serena lalu dia menatap ke depan entah apa yang di pikirkan


Di sisi


Dia sedang di mobil dengan King tapi Nuna terus mengoceh pada King


"King makasih yah karena udah temenin aku bahkan mau di repot kan" Ucap Nuna


"Dari banyak ocehan yang aku dengar baru aja kamu ucapin Terima kasih? sungguh hebat" Ucap King lalu dia tertawa kecil


"Bukan aku yang banyak berperan tapi sebentarnya Tiara Naaa" Ucap King


"Wajar kan jika aku mengagumi nya" Ucap King lalu dia tertawa kecil


"Kalau mengagumi kamu bisa-bisa aku di hajar Cio" Ucap King lagi


"Aku berterima kasih sama Tiara Aiden King" Ucap Nuna lalu dia tersenyum


"Tapi coba suka sama Serena" Saran Nuna pada King tiba-tiba


"Aku sedarah dengan Serena gimana bisa aku menjalin hubungan dengan adik sedarah juga? " Tanya King


"Aunty Intan dengan Mami ku kaka adik kandung, Serena mulai bayi minum asi Aunty Intan gimana bisa aku menjalin hubungan ? " Sambung King


"Hehe aku lupa King, Oh ya King kamu itu orangnya romantis gak? "Tanya Nuna


" Kenapa? mau aku romantisin"Tanya King juga dan Nuna menjauh dari King sedikit duduknya,Mereka duduk di belakang berdua dibawa oleh sopir


King tertawa lepas sampai memukul pahanya sendiri


"Bilangin sama Cio cepetan buat kamu hamil sebelum kamu aku ambil" Ucap King dan dia terlihat serius sedangkan Nuna hanya geleng-geleng


"Kamu ambil aku? emangnya udah gak cewe lagi sampai ambil istri sepupu sendiri? " Ucap Nuna


"Aku tahu apa yang sering kalian debat kan Nuna" Ucap King dan Nuna tak bisa berkata-kata lagi

__ADS_1


__ADS_2