
Cio mengerucut kan alisnya mendengar bisikan dari Serena sedangkan dia mengacungkan jempolnya
"Gimana? " Tanya Serena sambil tersenyum
"Boleh juga, tapi emangnya gak papa? " Tanya Cio
"Gak papa kok nanti aku backingin kaka kok" Ujar Serena
"Oke setuju" Ujar Cio lalu dia memeluk leher Serena dengan gemas seperti biasanya
"Kaka! " Teriak Serena karena pelukkan cio memang kuat
"Gemes Serena" Ucap Cio lalu melepaskan pelukan nya dari Serena
Jessica menatap mereka berdua dengan tatapan jengkel, kesal menjadi satu
Serena menoleh kebelakang menatap Jessica lalu dia tersenyum miring seakan-akan meremehkan Jessica
Serena meletakkan dagunya di bahu Cio tapi wajahnya masih menatap Jessica
"Mau kaya gini yah? " Ujar Serena tanpa suara
"Mustahil karena bahu ini cuma buat ka Nuna" Ujar Serena lagi tapi masih tanpa suara
Cio menatap Serena lalu dia mencubit kecil pipi adiknya sesusunya itu
"Ngapain? " Tanya Cio lalu Serena kembali menatap kedepan
"Awas aja kamu Serena" Batin Jessica
"Gak papa! aku ke kelas ku lagi yah" Ijin Serena lalu dia pergi begitu saja
Jessica yang melihat Serena pergi juga ikut berdiri keluar keluar
Cio mencoba menelpon Nuna tapi sayang masih belum di respon oleh Nuna
"Kayanya dia lagi sama Mommy, biarin lah nanti juga bakal telpon balik" Ujar Cio
Cio pun berdiri dia berniat ingin membeli minuman karena tenggorokan nya kering
Ketika dia berada di depan pintu, dia berpapasan dengan Gery, orang yang pernah dia hajar habis-habisan waktu bahkan wajahnya masih babak belur
Mereka saling tatap bahkan Gery benar-benar sangat benci melihat Cio
"Usaha lu buat celakai gua gak akan berhasil" Ujar Cio karena dia tahu jika orang pernah mengejar nya itu adalah orang suruhan Gery
Cio berjalan lagi bahkan menyenggol tangan Gery yang masih di perban sampai dia mengerang ke sakitan tapi Cio tidak perduli tapi ada senyum puas dari bibirnya
Cio sampai di kantin kampus, dia mengambil minuman yang ada di Fresszer
Lalu dia membayarnya terlebih dahulu lalu baru meminumnya dengan cepat karena cuaca memang sedang Panas-panasnya
__ADS_1
Ponsel Cio berdering yang menelpon tidak ada namanya lalu dia langsung mematikannya saja tanpa perduli
Ting...
Pesan masuk ke ponsel Cio
"Beberapa bulan lagi aku bakal pulang" Pesan nya
Cio mengabaikannya dia hanya melihat dari notif ponsel nya saja
"Aku Lisa Ar, Kamu gak mau peduli dengan ku lagi? bukannya kamu bilang kamu bakal terus tunggu aku pulang" Tulisnya lagi
Cio melihat nama itu langsung meletakkan minuman nya di meja bahkan ekspresi nya sangat terkejut
"Lisa!" Ujar Cio tak percaya
Disisi Nuna
Nuna sedang berjalan melihat-lihat koleksi bunga rosenicotine milik Mommy Intan
Sedangkan Mommy Intan berada di belakang Nuna mendampingi nya
"Semuanya ini benar-benar sangat indah Mommy" Ujar Nuna lalu dia berbalik menatap Mommy Intan sambil tersenyum
"Semuanya hadiah suamiku, mulai kami belum memiliki Cio sampai sekarang makanya ruangan ini penuh dengan bunga rose abadi" Ujar Mommy Intan
"Daddy benar-benar tau apa yang indah bahkan ini bisa di artinya Cinta Daddy ke Mommy kan? karena bunga ini gak mungkin layu kaya Cinta kalian" Ujar Nuna lalu dia menatap bunga itu lagi
"Bahkan mansion ini benar-benar sangat asri dengan cinta kalian, bahkan Daddy kayanya cinta banget yah ke Mommy" Ucap Nuna
"Bukan cuma dia tapi Mommy juga" Jawab Mommy Intan
"Ini benar-benar indah" Puji Nuna yang masih terpana dengan koleksi bunga rose abadi milik Mommy Intan
"Cio pernah beri hadiah ke kamu? " Tanya Mommy Intan
"Pernah" Jawab Nuna lalu menatap Mommy dengan tersenyum
"Dia adalah hadiah bagiku Mom"Sambung Nuna lalu dia tertawa kecil
Mommy Intan tertawa mendengar ucapan Nuna yang dengan percaya dirinya mengakatan itu di depannya
" Seperti nya kamu sangat bahagia menikah dengan putra Mommy"Ujar Mommy Intan
"Itu sangat jelas Mommy" Jawab Nuna
"Kamu sangat percaya diri mengakatan itu Nuna" Puji Mommy Intan
"Aku seperti ini biar Berci ngerasa kalau aku juga punya perasaan yang sama kaya dia, biar gak ada namanya cinta bertepuk sebelah tangan walaupun tetap masih dominan dia" Ujar Nuna
"Aku mau pernikahan kami kaya Mommy dan Daddy yang selalu damai bahkan bahagia" Ujar Nuna
__ADS_1
Mommy Intan tersenyum dengan tatapan matanya yang hangat
"Mommy bahagia karena Putra Mommy sudah benar memilih istri"Ujar Mommy Intan
"Aku gak akan bisa kasih apapun ke Berci jika tentang barang yang mahal atau tentang uang tapi aku bisa usahakan jika aku bisa menjadi tempat ternyaman nya setelah Mommy dan Serena" Ucap Nuna lalu tersenyum tulus
"Anak Mommy banyak kurangnya Nuna apa kamu benar-benar mau menerimanya? " Tanya Mommy Intan
"Aku pelengkapnya kekurangan nya Mom, dan kami sudah menjadi satu yang sempurna" Jawab Nuna dengan mantap
Nuna lalu memeluk Mommy Intan dengan eratnya dia juga membalas pelukan nya Nuna
"Terima kasih Mom sudah menghadirkan laki-laki seperti Berci" Ucap Nuna tapi Mommy Intan hanya tersenyum
Disisi Serena
Serena sedang berada di rooftop nya kampus karena Jessica ingin bicara dengannya tapi sayang Jessica malah mengajak 2 temannya lagi
Serena tidak ada gentar nya sama sekali bahkan dia sejak tadi menatap sinis ketiga orang yang di depannya
"Ngomong apa? " Tanya Serena dengan santai
"Bantuin aku buat pisahin Cio dengan istrinya" Ujar Jessica tapi dia malah mendapatkan tatapan kaget dari teman-temannya yang mendengar jika Cio memiliki istri
"Gua dapat apa memangnya? " Tanya Serena
"Gak dapat apa-apa, kalau kamu gak mau kami gebukin kamu disini" Ancam Jessica
Serena tertawa sambil bertepuk tangan di depan tiga orang di depannya
"Gebukin aja sih? backingan gua bisa buat kalian menyesal sampai ke neraka nantinya" Ujar Serena
Lalu dia menunjuk ke atas dan mereka mengikuti arah tunjukkan Serena
"Liat saja drone itu adalah pemantau, jika kalian apa-apain aku bisa-bisa kalian menghilang nanti" Ujar Serena
Jessica terdiam sambil menatap marah ke arah Serena didepannya
"Aku masih berbaik hati buat kasih tahu kalian kalau ada drone yang selalu pantau aku, andai kalian serang aku tadi, kalian bakal liat kemarahan Kaka laki-lakiku dan Daddy ku" Ujar Serena lalu dia tersenyum menatap 3 orang yang ada didepannya
Jessica menatap sekitar seperti mencari sesuatu dan dia menemukannya kayu balok lalu mengambilnya dan dia berlari
Buggg...
Kayu itu berhasil mengayun tepat mengenai kepalanya Serena
Jessica tersenyum puas melihat Serena yang terjatuh di lantai sambil memegangi kepalanya yang di pukul oleh Jessica
Serena berdiri lagi lalu dia menendang wajah Jessica, dia terjatuh juga di lantai
"Gua emang manja dan cengeng tapi kalau balas sikap lu ke gua, gua gak selemah yang lu pikirin" Ujar Serena lalu dia menarik rambut Jessica dengan kuatnya sampai dia berteriak hebat
__ADS_1