
Di dalam Mobil Nuna hanya diam sambil menatap jendela dan Serena juga tidak berani mengajak bicara Nuna
"Serena Mommy marah ya ke aku? " Tanya Nuna
"Kaka mikirin sikap Mommy? " Ujar Serena
"Gimana aku gak mikirin sih Serena? dia itu kelihatan banget kalau lagi marah ke aku" Jawab Nuna
"Gak usah di pikirin yah, mudahan aja nanti Mommy gak kaya tadi" Ucap Serena
"Apa Mommy nyalahin aku yah" Ucap Nuna
"Ka Nuna jangan mikir yang kaya gitu dong" Larang Serena
"Gak enak Serena rasanya soalnya Mommy gak pernah kaya gitu ke aku" Ucap Nuna dan Serena diam lalu memeluk Nuna
"Aku juga heran sama Mommy sejak kemarin, kenapa dia bisa kaya gitu ke kaka" Ujar Serena
"Aku juga berharap Mommy cuma kesal sebentar aja gak berkelanjutan"Sambung Serena dan Nuna hanya diam
Disisi Cio
Cio hanya diam tidak berbicara apapun sejak Nuna dan Serena pergi tadi, bahkan dia tidak menjawab semua pertanyaan dari Mommy dan Daddy nya
" Sayang kamu kenapa? "Tanya Mommy Intan lembut dia tetap diam lalu memejamkan matanya
" Kamu marah karena Mommy menyuruh Nuna pergi? "Tanya Mommy Intan
" Kenapa di tanya jika Mommy tau apa sebab aku marah"Jawab Cio tegas dan membuka matanya menatap mommy nya
"Jika dia di sini kamu gak akan istirahat" Ucap Mommy Intan
"Aku kaya gini karena cari dia tapi Mommy dengan teganya usir dia? kalau dia di tangkap oleh orang jahat lagi gimana? dia sedang hamil Mom" Ucap Cio
Mommy Intan diam "Ay ayok kita keluar seperti nya Cio memang butuh istirahat" Ucap Mommy Intan dan ingin berdiri tapi Cio menahannya
"Mommy kenapa? kok kaya gini? " Tanya Cio dengan tatapan nanar menatap Mommy nya
"Mommy menyanyangi kamu sayang, Mommy cuma gak mau kamu kenapa-napa lagi" Jawab Mommy Intan
"Apa maksud Mommy? Aku rela Mom kaya gini sebab aku melakukan ini demi istriku" Ucap Cio
"Kamu tetap putra Mommy yang dulu selalu menangis memanggil Mommy dengan sebutan Omy dan Mommy kecewa kamu harus selalu berakhir masuk rumah sakit, Mommy selalu jaga kamu agar kamu selalu bernafas sayang" Ucap Mommy Intan
"Sakit rasanya jika harus melihat kamu seperti ini" Ujar Mommy Intan
"Mom aku seperti ini untuk menyelamatkan istriku dan anak ku, apa aku harus diam saja jika istri dan anak di culik? " Jawab Cio
"Kalian berdua stop! " Larang Daddy Rio
"Arbercio kamu istirahat saja sekarang, kami akan keluar" Ucap Daddy Rio dan dia menggandeng tangan istrinya pergi
__ADS_1
Cio sendirian di kamar, dia diam sambil menatap pintu yang baru saja di gunakan oleh Mommy dan Daddy nya
"Kenapa Mommy sangat aneh hari ini" Ucap Cio yang memang heran dengan sikap Mommy nya yang berubah pada Nuna
Disisi Nuna dan Serena
Serena mengajak Nuna untuk mall saja sebab disana adalah surganya untuk berbelanja menurutnya
"Serena! Nuna kenapa sejak tadi kok diam aja? " Tanya Syifa berbisik di telinga Serena
Serena menatap Nuna yang berjalan tak jauh darinya sambil memeluk tangan Pritta
"Menurut kamu dia kenapa? " Ujar Serena yang malah berbalik bertanya pada Syifa
"Lah aku mana tau makanya aku tanya" Jawab Syifa
"Ka Cio! " Ujar Serena tapi tidak menjelaskan alasan yang sesungguhnya pada Syifa, Syifa malah angguk-angguk paham
"Mau beli apa ka? atau main permainan? " Tanya Serena pada Nuna
"Makan ice cream boleh? " Ujar Nuna meminta ijin bahkan wajahnya seperti anak kecil yang meminta ijin pada ibunya
"Jiwa bocil Nuna keluar" Ujar Pritta tapi Nuna malah memanyunkan bibirnya
Nuna menunjuk tukang ice cream Turki dan semuanya saling tatap karena membeli ice cream itu sama saja menguji kesabaran
"Yakin mau itu? kita beli ice cream yang langsung makan aja yuk" Ajak Wati
"Kita turutin ka! " Ujar Serena
"Wati! Syifa kalian yang beli" Suruh Pritta
"Dih kok kami sih" Keluh Syifa dan Wati yang berbarengan
"Kalian kan kesabaran sangat tebal soalnya kalian sangat alim" Ujar Pritta
"Amin! " Ujar Wati dan Syifa bersamaan bahkan sambil senyum-senyum mendekati tukang ice cream Turki itu
Mereka sudah berada di depan tempat ice cream itu "Bang satu! " Pesan Wati dan tukang ice cream nya mengangguk
Dia pun mulai memainkan ice cream nya di hadapan Syifa dan Wati sedangkan Pritta, Serena dan Nuna hanya melihat dari kejauhan
"Pertunjukan seru" Ucap Pritta sambil tersenyum
"Aku kaya udah ngerti gimana hasilnya" Ucap Serena dan dia mengulum senyumnya
Abang Turki itu mempermainkan Syifa dan Wati sampai mereka menghela nafas sambil mengelus dada
"Bang cepetan jangan di mainin kaya gitu, kami mau beliin buat ibu hamil, abang tau kan kalau makanan gak boleh di mainin" Ujar Syifa menceramahi abang Turki itu
"Apalagi perasaan bang" Timpal Wati lalu mereka saling tatap dan tertawa
__ADS_1
Abang Turki itu menyerahkan ice cream nya pada Syifa dan dia ingin mengambilnya sambil tersenyum tapi abang Turki itu malah kembali mempermainkan Syifa
Syifa tersenyum terpaksa pada abang itu sedangkan abang Turki nya malah tertawa melihat Syifa
"Bang cepetan sini ice cream kalau gak" Ancam Wati tapi abang Turki itu tetap diam sambil memainkan ice cream nya
Kali ini abang itu menyerahkan ice cream nya pada Wati dan dia ingin mengambilnya tapi Syifa melompat lalu menarik tongkat yang digunakan abang itu memainkan ice cream nya
"Cepat serahin ice cream nya atau gak kami bawa kabur tongkat sihir nya" Ancam Syifa
Wati bukannya memisah malah ikut menarik tongkat itu "Ayo mau kemana sekarang" Ucap Wati
"Tolong! " Teriak Abangnya
"Gak ada yang nolongin tuh" Ujar Syifa
"Mba! " Tegur orang yang sudah mendekati mereka
Wati dan Syifa baru sadar jika banyak orang yang menonton mereka bahkan merekam tingkah mereka
"Syifa! " Ujar Wati panik
"Wati! " Ujar Syifa yang juga panik
"Cara Naruto Wati! " Ujar Syifa dan Wati menganggukkan kepalanya
"Kabur! " Teriak mereka berdua dan mereka bener-bener kabur
Pritta, Nuna dan Serena tertawa sambil mengejar mereka berdua
Syifa dan Wati bisa menjauh dari kerimbunan orang-orang yang ingin menangkap mereka pikir mereka
"Woy! " Ujar Pritta sambil menepuk pundak keduanya
Mereka terkejut sampai ingin kabur lagi tapi Serena dan Nuna muncul di hadapan mereka
"Mau kemana? " Tanya Serena sambil mengulum senyum nya
"Kalian ngapain mau ngajak tukang ice cream berantem atau gimana? " Tanya Pritta
"Dia ngeselin banget sumpah, jualan kaya gitu bikin orang yang kesel makin kesel" Jawab Wati
"Betul! " Tambah Syifa
Syifa dan Wati melihat Nuna sedang memakan ice cream
"Loh kamu dapat dimana? " Tanya Syifa
"Bodyguard ku yang belikan" Jawab Serena
"Pergi yuk! " Ajak Wati lalu menggandeng tangan syifa meninggalkan mereka berdua
__ADS_1
Mereka bertiga tertawa karena sudah berhasil mengerjai Syifa dan Wati