
Nuna sibuk mengunyah dengan teman-temannya yang dari tadi berbicara padanya
"Naaa misalnya Cio mati duluan kamu gimana? " Tanya Syifa tiba-tiba
"Ya nikah lagi" Jawab Nuna cepat
"Eh mana bisa gitu? Aku gentayangin kamu Chagiii" Ujar Cio yang tidak terima
"Jomblo gak enak" Ujar Nuna dengan santai
Cio membuang mukanya menatap kearah lain dan Serena langsung memukul-mukul pipi Cio
"Apa sih jadi suami gini amat" Ucap Serena
"Bodoamat" Jawab Cio tapi Nuna tidak membujuk Cio malah menbiarkannya saja
"Gak di bujukin Naaa? " Tanya Pritta yang memang tau sikap Cio
"Ngapainn? sebentar lagi dia bakal mau jadi Papah masa kelakukannya masih kayagini" Jawab Nuna lalu memasukkan sate ke dalam mulutnya
"Ohhh gitu Chagiii?Kamu juga sebentar lagi bakal jadi Mamah tapi kalau gak di peluk nangis mulu" Ujar Cio yang tidak mau kalah
"Kan bawaan anak kamu bukan aku kok" Elak Nuna yang tidak mau kalah dengan Cio
"Nanti malam gak ada pelukan buat kamu" Ancam Cio dan Nuna langsung menarik baju Cio sambil memelototinya
"Gak boleh! gak mau aku kalau gak di peluk" Ucap Nuna
"Hey! Hey! Hey ini cuma hal sepele harus berantem gini sih?" Tegur Serena
"Kayanya jiwa galak Nuna mulai keluar lagi" Bisik Pritta ke Syifa
"Iyah agak ngeri aku" Ucap Syifa
"Bisik apaan? " Tanya Wati
"Gak papa" Jawab mereka berdua bersama-sama
"Apaan sih gak jelas bangett" Ucap Wati kesal
"Minta maaf gak! " Suruh Cio
"Dih kenapa aku yang minta maaf bukannya kamu yang salah di awal tadi? " Ucap Nuna
"Aku salah apa? bukannya kamu yang mau nikah lagi kalau aku mati" Ucap Cio
"Kan cuma misalnya" Ucap Nuna
"Tetap aja kamu udah ada niatan gitu" Ucap Cio
"Emangnya mau mati? " Tanya Nuna
"Gak mau" Jawab Cio
"Nah kan selesai" Ujar Nuna
__ADS_1
"Tapi kamu salah Chagiii" Ucap Cio agak merengek tipis
"Aku salah di mana? " Tanya Nuna
"Woy! aku yang salah kalian mau apa hah? " Jawab Syifa meninggi
"Aku tadi yang tanya kaya gitu ke kalian, kenapa malah debat kayagini sih? " Ujar Syifa lagi
Mereka diam sambil menunduk tapi Nuna malah menahan tawanya begitupun Cio
"Dih malah ketawa, dasar suami istri dari dimensi lain" Ucap Syifa yang merasa aneh dengan sikap keduanya
Ting!
Ponsel Serena berdering tanda pesan masuk dan dia langsung membuka pesannya
"Kata Om Rio jangan makan yang pedes-pedes nanti sakit lagi sariawan nya" Tulis King
Serena mengerucut kan alisnya sebab Daddynya sama sekali tidak tau jika dia sedang sariawan dan juga tidak tau jika dia sedang makan-makanan pedas
"Iya" Balas Serena
"Dimana? " Tulis Serena menanyai King
"Dijalan menuju pulang" Balas King
"Kaka gak marah lagi? " Tanya Serena
"Masih tapi sedikit" Jawab King
"Pritta kemarin di dekat toko kamu katanya bakal ada pameran bunga kan? " Tanya Wati
"Bener bahkan yang nyelenggarin si King" Jawab Pritta
"King? " Ujar Syifa dan Nuna bersamaan
"Hooh kan besok ulang tahun nya King mangkanya dia buat kaya gitu, dia suka bunga" Tambah Cio
"Ka King ulang tahun? " Tanya Serena dan Cio mengangguk
"Mau beli kan dia hadiah gak? " Tanya Cio
"Buat apa? paling-paling juga nanti gak bakal dia pakai" Jawab Serena
"Serena kamu kan orang spesial bagi dia, menurutku kalaupun kamu kasih dia penjepit rambut yang bentuk cabe pun pasti dia terima" Ucap Syifa
"Betul tuh, mau di temenin cari gak? " Tanya Nuna
"Kamu gak usah ikut Chagiii nanti ngelahirin di jalan"Larang Cio
" Oke aku gak ikut tapi aku boleh kan ikut pameran bunga nya? "Tanya Nuna
" Kita liat besok"Jawab Cio
"Mau kami temenin gak? " Tanya Wati
__ADS_1
"Gak" Jawab Serena
Disisi King
King bukannya pulang melainkan dia pergi ke cafe sebentar untuk mengopi tapi baru dia ingin masuk malah dia tabrak seseorang dia adalah Digo
Digo bukannya minta maaf malah tersenyum miring dan berjalan begitu saja melewati King
King yang malas ribut pun juga membiarkan saja tapi ada yang melempar kepala King dengan kulit kacang pelakunya adalah Digo lagi
King membalik badannya menatap dengan tajam ke arah Digo yang berdiri di tengah-tengah teman-teman nya
"Kenapa om marah yah? " Tanya Digo dengan songongnya
"Gua kira tong sampah tadi, eh gua salah ternyata kepala om yah" Ucap Digo lagi
"Lain kali hati-hati" Ucap King yang mengalah saja dengan Digo
King ingin masuk lagi tapi Digo malah menarik tangan King agar ke tempat tidak bisa masuk
King benar-benar hampir terjatuh karena keseimbangan tubuhnya yang tidak siap
Digo dan teman-temannya tertawa melihat King yang hampir terjatuh ke tanah karena ulah Digo
King menghela nafasnya sambil merapikan pakaiannya lalu dia tersenyum tipis
"Benar-benar seperti om-om bahkan dia gak ngelawan kita sama sekali? malah cuma senyum aja, gimana mau jagain Serena sih om" Ucap Digo mengejek King
"Minggir" Suruh King karena Digo menghalangi jalannya menuju pintu restoran itu
Digo dan teman-temannya malah dengan sengaja menghalangi King, seperti ingin menangkap hewan yang ingin kabur
"Mau kemana sih om? kita ngobrol aja dulu" Ucap Digo
"Minggir! " Teriak King meninggi sampai mereka bertiga terdiam sejenak bahkan takut
"Uh menakutkan" Ucap Digo dan dia tertawa , teman-temannya juga ikut tertawa
King Menggeretek kan leher dan tangannya ,dia juga memakai masker dan kacamata hitam yang selalu ada di kantong jaketnya lalu dia berjalan santai mendekati Digo
King sudah hampir dekat dengan Digo dan Digo malah ingin memukul wajah King namun kalah cepat pukulan King sudah mendarat sempurna di wajahnya
Digo terjatuh bahkan dia hampir sulit untuk bangun lagi, teman-temannya seperti takut tapi malah ingin mengeroyok King
King hanya berdiri dengan santai, mereka berdua menyerang King tapi malah mereka yang kalah dengan King
Untung pukulan King tidak sekuat ketika memukul Digo tadi jadinya mereka tidak kenapa-napa
Mereka ingin membantu Digo yang masih terbaring di lantai tapi King menginjak tangan Digo
Digo berteriak dengan kuatnya sampai orang-orang yang ada di restoran menatap kearah mereka bahkan ada yang keluar
"Jangan macam-macam dengan saya! " Ucap King terus menginjak tangan King layaknya membunuh binatang yang ada di kakinya
King sebentar belum puas dengan apa yang dia lakukan ke Digo tapi karena itu di tempat umum makanya dia memutuskan hanya melakukan itu saja setelahnya pergi dengan santai
__ADS_1