SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 91


__ADS_3

Dari kejauhan Nuna sudah melihat ketiga sahabat nya sudah menunggu dengan ekpresi malas karena memang lumayan menunggu mereka berdua datang


Pritta melihat Cio langsung bersembunyi di belakang Syifa dan Wati, Nuna melihat itu langsung tertawa kecil sedangkan Cio hanya bersikap datar menatap mereka bertiga


"Kenapa sembunyi Pritta? " Tanya Nuna sambil menengok Pritta yang bersembunyi


"Takut aku" Bisik Pritta di belakang Syifa dan Wati


"Siapa suruh ngomelin Nuna, udah tau kalau Nuna sekarang level nya di atas kita" Ujar Syifa


"Lupa" Jawab Pritta


"Ayok guys jalan-jalan" Ajak Nuna seperti tidak terjadi apa-apa


"Lain kali jangan kaya gitu lagi ke istri gua" Tegur Cio dengan serius dan bukan hanya Pritta yang mengangguk tapi Syifa dan Wati juga dengan mulut ternganga


Nuna kembali menarik tangan Cio lagi agar Cio tidak memarahi Pritta lagi


"Sekarang jam berapa? " Tanya Nuna pada Cio


"Jam 7 malam Chagiii, emangnya kenapa? " Tanya Cio


"Kita jalan-jalan,disini banyak makanan enak emangnya kamu gak mau? " Tanya Nuna


"Boleh juga" Jawab Cio lalu mereka berdua bergandengan bersama menuju tempat jajanan sedangkan ketiga teman Nuna mengikuti layaknya ekor


Nuna membawa Cio berkeliling dan sampai Nuna bersikap manja tanpa Cio sadari karena Nuna merasa risih karena ada beberapa cewe remaja menatap suaminya


"Mau beli apa? " Tanya Cio lalu menatap Nuna


"Kamu pernah makan kue basah? " Tanya Nuna


"Kue basah? kue pakai air jadi basah? " Tanya Cio dengan polos


Pritta,Wati dan Syifa tertawa di belakang mereka mendengar Cio tidak tahu dengan kue basah


"Kue basah itu kaya kue yang teksturnya lembut dan empuk Berci" Jawab Nuna


"Kaya yang di dada kamu itu? " Tanya Cio berbisik dan Nuna mencubit pipi Cio


"Berciiiii" Ujar Nuna


"Mau beli? " Tanya Cio


"Kamu mau gak? " Tanya Nuna dan Cio mengangguk


Mereka pun berjalan menuju tempat-tempat kue yang tidak jauh dari mereka


"Berapaan bang? " Tanya Nuna pada penjual


"2 ribu 1 ka" Jawab Nya


Cio berdiri sambil menatap kue-kue yang ada di depannya


"Ini apa namanya Chagiii? " Tanya Cio sambil menatap menunjuk kue yang di maksud


"Ini namanya dadar gulung Berci" Jawab Nuna


"Ini yang di bungkus daun gini apa? " Tanya Cio lagi


"Ini lemper Berciii, kamu mau? " Tanya Nuna lembut

__ADS_1


"Mau" Jawab Cio


"Boleh di makan dulu kan bang? " Tanya Nuna


"Boleh" Jawab Penjual


Nuna mengambilnya lalu membukakan nya untuk Cio dan menyuapi suaminya


"Gimana? " Tanya Nuna melihat Cio yang masih mengunyah


"Ini nasi? kok kaya gak kaya nasi? " Tanya Cio dengan mulut penuh dengan makanan


"Itu ketan Berciii" Jawab Nuna


"Kamu beneran gak tau makanan gini? masa Iyah" Tanya Wati yang heran melihat Cio yang tidak tahu


Nuna hanya tertawa kecil sambil masih fokus memegang kue bekas gigitan Cio tadi


"Tapi enak, aku pernah makan kue yang hijau isi gula merah terus di taburin sama parutan kelapa, itu apa yah? " Tanya Cio


"Itu putu sayang" Ujar Nuna dengan gemas melihat Cio yang polos


"Oh putu namanya, itu kue kesukaan ku Chagiii" Ucap Cio


"Disini ada? " Tanya Cio


"Ada Putu gak bang? " Tanya Nuna pada penjual


"Gak ada ka" Jawab nya


"Kalian kalau mau beli ambil aja" Suruh Nuna pada teman-temannya


"Udah! " Jawab mereka bersama karena mereka sudah memasukkan beberapa kue ke dalam plastik


Cio mengunyah sambil tersenyum bahkan matanya menghilang karena tersenyum


"Kue nya tambah enak apalagi dari tangan kamu" Ucap Cio sambil mengunyah


Nuna lalu meminta di ambilkan oleh penjual beberapa jenis kue yang ada di sana


"Kita cari kue putu nya yah" Ujar Nuna lalu Cio mengangguk


"Mau kami cari kan? " Tanya Pritta


"Kalian mau carikan? " Tanya Nuna


"Boleh, sekalian kami jalan-jalan juga sih, soalnya liat kalian kaya gini bikin iri" Jawab Syifa


Cio mengeluarkan uang dari dompetnya, dia mengeluarkan uang ratusan ribu 10 lembar membuat mereka tertawa


"Mau di belikan semuanya? " Tanya Wati


"Beli 5 bungkus aja sisanya terserah" Jawab Cio


"Oke" Jawab mereka bersamaan lalu pergi meninggalkan mereka berdua


"Ikut aja" Ajak Cio dan Nuna ikut-ikut saja


Cio mengajak Nuna ke tempat yang tidak jauh dari tempat itu tapi tidak ada orang disana bahkan dijaga oleh anak buah Cio


Nuna melihat tempat itu sangat bagus bahkan langitnya benar-benar sangat indah karena banyak bintang

__ADS_1


"Kamu buat ini? " Tanya Nuna karena di tengah-tengah tempat itu ada lampu yang berbentuk bintang raksasa


"Bukan aku tapi anak buah ku, sebelum kita sampai sini tadi" Jawab Cio


"Tapi kamu yang suruh kan? " Ujar Nuna lalu Cio mengangguk


Nuna berlari dan berdiri tengah-tengah tempat itu dia tersenyum sedangkan Cio masih berjalan menghampiri Nuna


"Suka? " Tanya Cio


"Suka! " Jawab Nuna lalu dia berputar-putar


Cio memeluk belakangnya Nuna bahkan meletakkan dagunya di bahu Nuna


"Karena mendadak jadinya aku cuma bisa suruh bikin kaya gini" Ujar Cio


"Gak papa kok, aku suka" Jawab Nuna




"Chagiii aku sangat mencintai kamu sepenuh nya, aku mohon jangan pergi yah" Ucap Cio


"Kalau aku pergi, aku akan kehilangan orang yang sudah menjadikan aku ratu di hidup ku" Ucap Nuna


"Bukan itu aja, aku juga akan kehilangan Serena, Mommy dan Daddy yang baik" Sambung Nuna


Cio memejamkan matanya sambil terus memeluk Nuna dari belakang


"Kenapa harus bintang? kenapa gak bentuk hati atau bentuk lain? " Tanya Cio pada Nuna


"Kenapa? " Tanya Nuna


"Bintang sangat indah malam ini tapi bintang yang ku peluk sekarang lebih indah dari ada di langit" Jawab Cio lalu dia mencium leher Nuna


"Berciiii" Tegur Nuna


"Kenapa? " Tanya Cio


"Kita masih di tempat umum" Ujar Nuna


"Tapi disini sepi kok Chagiii, gak papa kan" Ucap Cio


Nuna berbalik lalu mundur dan Cio langsung cemberut dengan Nuna


"Kenapa muka nya gitu? " Tanya Nuna lalu menyentuh wajah Cio


"Aku masih mau peluk kamu malah nolak gitu" Ujar Cio dengan wajah masam


Nuna menarik tangan Cio lalu menempelkan bibirnya ke bibir Cio



Hanya sekilas tapi membuat Cio yang tadi cemberut menjadi terbeku, Nuna melihat Cio seperti itu tersenyum bahkan tertawa


"Kenapa mukanya gitu? " Tanya Nuna sambil mengelus pipi Cio


"Cuma nempel aja? " Tanya Cio sambil menyentuh bibirnya yang tadi di cium Nuna


"Sisanya di kamar" Jawab Nuna

__ADS_1


"Selalu itu" Ambek Cio dan lagi-lagi Nuna gemas dengan sikap Cio yang menggemaskan


Nuna mengalungkan tangannya di leher Cio sambil tertawa melihat tingkah suami kecilnya


__ADS_2