SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 122


__ADS_3

Hari berganti malam


Cio sedang menunggu Nuna yang sedang ada kamar mandi karena dia sedang mencuci muka dan gosok gigi


Cio tersenyum melihat Nuna yang keluar dengan piyama pink dan juga rambut kepang 2



"Berci aku bawa susu" Ucap Nuna membuat Cio mengerucut alisnya karena Nuna yang datang dari kamar mandi malah membawa secangkir susu


"Susu nya dapat dari mana? " Tanya Cio sambil turun dari ranjang mendekati istrinya


"Aku emang bikin tadi sebelum masuk ke kamar mandi" Jawab Nuna sambil berjalan mendekati Cio juga


Cio pun mengambil susu hangat yang ditangan Nuna lalu meminum nya sampai habis


"Makasih" Ucap Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya


Cio tersenyum manis lalu mencium leher Nuna sambil memeluk pinggang Nuna


"Berciii geli" Ucap Nuna tapi Cio mengarahkan tangan Nuna ke kepalanya


"Elus rambut ku Chagii" Suruh Cio tapi masih betah di leher Nuna


Nuna menurut mengelus rambut Cio dan tangan kanannya memeluk tubuh Cio


"Kamu mau ke negara mana Chagii?" Tanya Cio tapi di posisi nya


"Aku suka berlama-lama di kamar daripada harus pergi jauh" Jawab Nuna


"Aku gak berpikir kalau aku bisa pergi negara manapun" Sambung Nuna


"Negara apa Chagi? " Tanya Cio lagi


"Gak ada" Jawab Nuna


"Ke Amerika atau negara lainnya" Tanya Cio lagi yang terus menanyai Nuna


"Berci, kenapa kamu menawarkan tempat yang jauh sedangkan aku lebih suka berada di pelukan kamu sambil elus rambut kamu" Jawab Nuna dan Cio langsung terdiam sambil tersenyum


Nuna berhenti mengelus rambut Cio tapi malah memeluk erat Cio sambil memejamkan matanya


"Kenapa aku suka lari ngejar kamu terus peluk kamu? " Tanya Nuna


"Kenapa? " Jawab Cio

__ADS_1


"Karena pelukan kamu senyaman mentari pagi ketika malam sangat dingin apalagi senyum kamu yang hangat" Ucap Nuna dan Cio tertawa kecil mendengar ucapan Nuna


Nuna melongak sambil tersenyum lebar begitupun Cio lalu dia mencium singkat bibir Nuna


"Jika aku senyaman mentari pagi, berarti kamu seindah cahaya bulan purnama" Ucap Cio


"Bahkan lebih indah" Sambung Cio


Nuna melepaskan pelukkan nya memberikan jarak di antara mereka tapi masih berdiri di depan Cio dengan tangan melipat di dada


"Berci aku tahu kamu orang yang memiliki posisi tinggi di mana pun tapi tetap posisi kamu di hatiku" Ucap Nuna lalu dia membentuk love dengan jari telunjuk dan juga dari jempolnya


Cio berjalan menuju kasurnya tapi sambil senyum-senyum dan Nuna berbalik menatap Cio yang sudah di sisi ranjang


Cio masih tersenyum menatap Nuna yang masih di posisinya yang juga tersenyum


"Andai pun Lisa balik lagi, aku gak akan pernah berpaling jika aku sudah memiliki Nuna" Cio membatin


"Aku gak akan biarin Lisa ambil kamu dari aku Berci" Ucap Nuna yang mendengar suara hati Cio


"Gak akan pernah" Sambung Nuna dengan mantab menjawab


"Pernikahan kita memang belum 1 tahun tapi berjuang sampai sini itu bukan hal yang mudah" Tambah Nuna


"Tapi aku mohon Berci ke kamu, jika bertengkar kamu jangan pergi kita selesai kan masalah kita sampai tuntas dan kita berbaikkan lagi" Ucap Nuna


"Tapi kamu juga usir aku Chagii" Ucap Cio


"Aku pergi karena gak mau liat kamu nangis Chagii" Sambung Cio


"Sekarang sini" Suruh Cio lalu Nuna berlari kecil seperti anak kecil dan menabrak Cio sampai mereka terjatuh ke kasur


"Kamu milik aku Berci" Ucap Nuna dengan nada gemetar


"Iyah Chagii, kenapa gemetar gitu? " Tanya Cio


"Hik hik hik" Terdengar suara sesegukan Nuna lalu Cio mengangkat kepalanya melihat Nuna


Tapi Cio malah tertawa karena Nuna menangis karena takut kehilangan dirinya


"Hahahaha aku harus bahagia atau sedih Chagii? melihat kamu menangis" Tanya Cio tapi tertawa


"Katanya gak suka liat aku nangis tapi ini malah di ketawain" Ucap Nuna dengan wajah manyun, matanya juga penuh dengan air mata


"Kamu nangis takut aku di ambil Lisa Hm? " Tanya Cio lalu Nuna mengangguk sambil meremas baju Cio

__ADS_1


"Aku bukan barang yang bisa di ambil dan di miliki orang lain" Ucap Cio


"Aku berjanji pada pendeta dan Tuhan untuk membahagiakan kamu, apa aku tega meninggalnya kamu demi wanita yang sudah mengabaikan ku" Tanya Cio lagi


"Andai kamu bukan Nuna aku juga gak bakal melakukan pernikahan ini"Ucapnya Lagi


"Aku cape overthinking karena sangking takutnya Lisa datang" Ucap Nuna


"Hahaha, memangnya aku masih mau dengan wanita yang memiliki anak tapi tanpa suami? " Tanya Cio


"Dia menolak ku, apa aku masih mau di injak harga diri ku?apa lagi dia bukan wanita yang baik" Ucap Cio lagi


"Kamu kalau gak mood lebih baik main ponsel atau gak main sesuatu hal yang bisa bikin mood kamu baik daripada mikir yang gak-gak" Suruh Cio


"Mood aku turun naik, terkadang mau di manjain sama kamu, mau dekat-dekat terus pokoknya" Ucap Nuna


"Malam ini tidur gak boleh gak peluk aku" Ucap Nuna


"Iyah Chagii" Jawab Cio yang menurut saja


Mereka tiduran sambil berhadapan tapi berpelukan, tatapan Cio tidak pernah berubah ke Nuna, dia menatap Nuna tanpa berkedip istrinya


"Chagiii kenapa kamu tidak pernah lagi merengek ingin hamil lagi? " Tanya Cio yang masih terus menatap istrinya


"Karena meragukan kamu" Jawab Nuna


"Kenapa? " Tanya Cio


"Jalani saja! aku gak mau terlalu berharap" Ujar Nuna


"Lucu kan pasti Chagii? kalau aku punya anak pas umurku sebelum 20 tahun? " Tanya Cio sambil tersenyum


"Iyah lucu, apalagi anaknya perempuan, dikira adik bukan anak" Jawab Nuna lalu Cio tertawa


"Aku benar-benar ingin memiliki baby girl Chagii, sangat ingin" Ucap Cio


Nuna memejam kan matanya membuat Cio memanyunkan bibirnya


"Tidur Berciii, aku mau jengukin serena lagi besok, kalau tidurnya larut nanti aku kesiangan" Ucap Nuna yang sudah memejamkan matanya


Cio mengangguk pelan dia juga kecewa seperti nya ditinggal Nuna tidur


Nuna lalu mencium bibir Cio bahkan seluruh wajahnya "Aku tau kamu juga cape kan? sekarang tidur yah" Suruh Nuna lembut


Lalu Cio tersenyum lebar"Iyah Chagiii"Ucap Cio lalu Nuna kembali menutup matanya

__ADS_1


__ADS_2