
Hari semakin siang tapi Cio bukannya segera bangun dari kasur melainkan malah meminta Nuna terus menemaninya tapi Nuna tidak menghiraukannya karena dia sedang bersiap-siap untuk pergi dengan Mommy intan dah juga Serena
"Chagiii kamu dari tadi gak ada Sun aku"Ujar Cio sambil memeluk guling bibirnya juga di manyun kan oleh nya
" Berciiii"Ucap Nuna sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Cio
"Aku mau pergi sama Mommy! kalau aku dekati kamu, bisa-bisa aku gak akan bisa keluar dari kamar ini" Sambung Nuna
Cio diam dengan ekpresi wajah masam dan Nuna tahu jika Cio pasti ngambek pada nya
"Berciiii" Panggil Nuna
"Aku cuma mau Sun tapi di tolak" Dumel Cio dengan ekpresi masam nya bahkan tidak mau menatap Nuna tapi masih tetap memeluk guling
"Dasar bocil" Ujar Nuna lalu Cio menatap Nuna dengan tatapan sendunya
"Chagiiiii" Panggil Cio dengan manja
"Mommy gak akan bawa kamu seharian kan? " Tanya Cio seperti anak kecil
"Memangnya kenapa? "Ujar Nuna sambil tersenyum seperti mengajak bicara anak kecil
"Aku gak mau lama-lama pisah dari kamu" Ujar Cio
"Kan katanya kamu mau jemput" Jawab Nuna
"Emang aku yang jemput tapi, aku gak bisa dekat-dekat pasti sama kamu" Ucap Cio
"Memangnya di sana di larang yah buat kamu dekat-dekat aku? " Tanya Nuna
"Bukan gitu, tapi pasti Mommy nanti menguasai kamu apalagi Serena juga ikut" Jawab Cio
"Bercii, Kita gak berpisah selamanya cuma disitu aja bahkan aku cuma liatin Mommy atau jadi modelnya Serena nantinya" Ujar Nuna
"Kamu ikut aku aja yah kuliah" Ajak Cio
"Ngapain? yang ada nanti bakal timbul masalah" Jawab Nuna
"Udah kamu jangan ngambek-ngambek lagi Berci, apalagi diamin aku sampai seharian kaya kemarin gak enak tau" Sambung Nuna
"Mommy punya model yang ganteng-ganteng Chagiii" Ucap Cio sambil memeluk erat gulingnya
"Mulai lagi" Ujar Nuna sambil menghela nafas panjang
"Aku sama Mommy dan Serena gak mungkin juga aku di godain model cowo" Jawab Nuna
"Kalau mereka dekati aku gimana? pas Mommy dan Serena lengah, Chagiii gak mau" Rengek Cio
__ADS_1
"Aku kaya ngeliat bayi tau" Ujar Nuna
"Chagiii" Rengek Cio
"Pusing kepala ku Berci kalau kamu kaya gini" Ucap Nuna sambil menangkup wajahnya sendiri tapi Cio tertawa melihat itu
"Chagiiii" Panggil Cio tapi sambil tersenyum manis
"Apa? " Jawab Nuna tapi dengan wajah tertekan
"Jangan nakal" Ucap Cio lalu dia mengacungkan jempol nya
"Dasar posesif" Sahut Nuna lalu berbalik membelakangi Cio sedangkan dia hanya diam
Serena mengetuk kamar Cio dengan Nuna lalu Nuna berdiri ingin keluar namun Cio buru-buru turun dari kasur lalu mengejar Nuna
"Kamu mau pergi gitu aja? gak ada mau pamitan" Tanya Cio sambil berdiri di depan Nuna
"Coba nunduk" Suruh Nuna lalu Cio menurut, Nuna mencium kening Cio dan ingin pergi tapi dia berbalik lagi dan memeluk Cio
"Jangan berkelahi lagi yah Bercii, aku gak mau kamu kenapa-napa" Ujar Nuna
"Aku gak mau kamu terluka apalagi sampai terjadi hal yang lebih parah" Sambung Nuna
"Aku gak akan kenapa-napa" Jawab Cio lalu dia melepaskan pelukkan nya
Nuna membuka pintu dan di depan pintu ada Serena yang sudah menunggu bahkan wajahnya seperti kesal karena menunggu lama
Serena mengacungkan jari tengah nya ke Cio lalu menggandeng manja Nuna pergi
"Suami macam apa yang akan sama kamu nanti Serena" Ujar Cio sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya
Cio lalu ingin menuju kamar mandi tapi tepat di atas rias Nuna ada tulisan di atas kertas yang di buat Nuna
...Suami ku Arbercio semangat yah kuliah nya :)...
Cio tersenyum bahagia hanya karena melihat surat itu saja
Disisi Nuna
Serena semobil dengan Nuna sedangkan Mommy Intan dengan Daddy Rio dengan mobil terpisah
"Makin banyak aja ka anginnya" Goda Serena melihat Leher Nuna yang masih ada merah-merah karena ulah Cio padahal dia sudah melapisinya dengan foundation,Wajah Nuna memerah karena godaan Adik iparnya
"Ngapain sih ka sampai di leher banyak banget gitu? emang nya gak ada tempat buat di kecup yah? "Tanya Serena lagi
" Nanti kalau kamu punya suami pasti paham kok Serena "Ujar Nuna
__ADS_1
" Tapi ka Cio emang sebrutal itu yah? bahkan aku pernah tau liat kaka jalan kaya sakit gitu "Ucap Serena
"Awal-awalnya emang gitu tapi kalau terbiasa pasti kamu paham nanti" Jawab Nuna membuat Serena diam sambil membayangkan
"Punya ka Cio gede yah sampai kaka kesakitan" Tanya Serena dengan polosnya
"Itu rahasia" Jawab Nuna
"Eh ngapain aku tanya kaya gituan astaga" Ucap Serena sambil menepuk-nepuk pipi nya tapi Nuna tertawa kecil
"Aku masih kecil" Ujar nya lagi
"Bulan-bulan ini harus ada kabar aku punya ke ponakan ya ka" Pinta Serena sambil tersenyum dengan alis naik turun
"Kamu minta aja sama kaka kamu" Suruh Nuna
"Loh-loh kok gitu sih? masa mintanya ke ka Cio kan sama aja" Ucap Serena
"Dia gak mau bikin akun hamil gimana? katanya mau pacaran dulu" Ucap Nuna
"Loh masa bisa gitu? Aku mau punya keponakan ka, sampai kapan kaka pacaran sama ka Cio? " Tanya Serena
"Kaka nanti pasti hamil tapi gak tau kapan" Jawab Nuna dan Serena langsung tersenyum
"Aku senang kaka ngomong gitu, aku kesepian tau ka, apalagi kaka sudah menikah dengan ka Nuna" Ucap Serena
"Tapi aku senang kaka baik bisa jadi kaka perempuan buat aku" Ucap Serena lagi
"Kaka cuma bisa ngasih kamu sedikit jadi gak usah sebut kaka baik" Ucap Nuna
"Tapi kaka emang baik kok, beda sama pemikiran ku yang dulu pas aku gak tau sama sekali sifat kaka" Ucap Serena
"maafin aku yah ka, aku janji kalau kaka butuh bantuan aku bakal bantuin kaka kok" Ucap Serena
"Apapun? " Tanya Nuna
"Apapun ka! " Jawab Serena
"Dari pada gabut lebih baik bantuin kaka kan" Sambung Serena
"Tapi aku mohon ke kaka jangan bawa ka Cio ketempat gelap yah karena dia sangat takut bahkan dia bisa mengalami panik attack kapan aja aku takut itu" Pinta Serena pada Nuna
"Iyah Serena" Jawab Nuna
"Ka Cio kalau marah gak akan bisa terkendali kalau dia marah bisa-bisa seseorang akan terluka bahkan lebih parah" Sambung Serena dan Nuna hanya mengangguk karena sudah sedikit tahu tentang suaminya
"Kamu kasih tahu kaka tentang apa aja yang gak boleh kaka lakuin supaya kaka bisa jaga-jaga nanti" Pinta Nuna
__ADS_1
"Itu aja dulu ka!" Jawab Serena, Nuna diam jika Serena yang sendiri tidak mau bicara