SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 67


__ADS_3

Pintu kamar terbuka tapi pintu kamar Serena yang terbuka yang membuka adalah Cio


Tanpa permisi dia langsung masuk membuat Serena yang tadi sedang tiduran di kamar langsung turun


"Ngapain kaka kesini? " Tanya Serena


"Mau gangguin kamu" Ujar Cio dia malah menghempas kan tubuh nya di ranjang Serena


"Gangguin aja! turun gak! " Ujar Serena sambil menarik kaki Cio tapi dia bukannya turun tapi malah mendorong Serena sampai terjatuh


"Kakaaaaaa! " Rengek Serena tapi Cio hanya diam sambil tersenyum


Serena pun berdiri menatap Cio dengan tatapan kesal sambil berkacak pinggang


"Berantem lagi? " Tanya Serena dan Cio menengok Serena sebentar dan hanya mengangguk


"Coba duduk deh! " Suruh Cio dan Serena duduk di sisi ranjang


"Berantem kenapa? kapan sih ka kalian damai nya? kalau Mommy tau, bisa-bisa dia bakal sedih" Ujar Serena


"Mommy mana? kok Daddy belum berangkat kerja? " Tanya Cio


"Dikamar mungkin" Jawab Serena


"Tapi kaka jangan berantem terus ah kasihan Ka Nuna, ngalah kenapa ka" Suruh Serena


"Kaka kan sekarang suami ka Nuna, masa iya peran kaka kaya istri kalau lagi berantem pasti pergi? " Ejek Serena


"Masalah nya rumit Serena" Ujar Cio


"Aku gak mau tau masalah ka tapi aku mau kaka baikan aja dulu! jangan kaya gini, emangnya gak malu sama Daddy dan Mommy yang sudah menikah lama tapi hampir gak pernah berantem berbeda sama kaka yang baru menikah 2 bulan" Ucap Serena sambil mengoyangkan kepalanya dan kakinya


"Kaka kan lagi stres nih? ajak aja ka Nuna ke aquarium atau gak ngelukis? kan kaka suka ngelukis" Sambung Serena


"Pikiran lagi muter gini malah di suruh ngelukis" Dumel Cio dan dia duduk


"Kaka gak pikirin ka Nuna yang lagi sendirian di kamar? " Tanya Serena


"Dia pasti lagi tidur" Jawab Cio asal


"Kaka yakin? kalau ka Nuna lagi nangis di dalam sana gimana? " Ujar Serena


"Ka lebih sekarang datangin ka Nuna" Suruh Serena


"Kalau kaka giniin ka Nuna aku takut ka Nuna bakal anggap kaka gak dewasa nanti" Sambung Serena

__ADS_1


Cio diam sejenak dan dia menghela nafasnya dengan berat


"Serena apa benar ada orang yang bisa mendengar suara batin seseorang? " Tanya Cio dan Serena mengerucutkan alisnya


"Aku gak pernah ketemu orang punya ke mampuan kaya gitu sih" Jawab Serena


"Kenapa kaka tanya gitu? " Tanya Serena tapi Cio hanya geleng-geleng kepala


"Gak mungkin kaka tanya kaya gitu kalau gak ada apa-apa nya" Ujar Serena sambil mendelik Cio


"Apa ka Nuna punya ke mampuan kaya gitu? " Tanya Serena lagi


Cio berdiri dan meninggalkan Serena begitu saja membuat nya ternganga sambil menatap Cio yang sudah keluar dari kamarnya


"Ka Cio kenapa sih? aneh banget" Ujar Serena dan dia merebahkan tubuh nya


Disisi Cio


Cio membuka kamarnya dan dia tidak menemukan Nuna di kasurnya membuat nya langsung berlari masuk dan langkah terhenti ketika tatapan menatap sofa karena Nuna sedang tertidur di situ tapi matanya terlihat basah karena menangis


Cio pun mendekati nya lalu dia berjongkok di samping Nuna sambil merapikan rambut Nuna



"Aku bersalah Chagiii! aku sudah buat kamu kecewa bahkan aku sangat egois dengan kamu" Ujar Cio dan dia menatap Nuna lalu mendekat kan wajahnya ke wajah Nuna yang masih tertidur



Tapi Nuna mulai membuka matanya ketika dia melihat wajah Cio dia langsung mendorongnya dengan kuat sampai Cio terduduk di lantai


"Jangan pernah ambil kesempatan! " Tegas Nuna dan dia duduk sambil menunjuk wajah Cio


Cio menghapus air matanya dengan punggung tangannya dan dia mendekati Nuna


"Aku salah Chagiii" Ujar Cio


"Kamu memang salah Berci! bahkan setelah kamu memutuskan untuk menikah pun kamu sudah salah! karena yang siap dari pernikahan ini hanyalah burung kamu bukan kamu dan aku" Tegas Nuna


"Bagaimana bisa kamu hanya menanam benih di aku tapi kamu yang belum siap untuk memiliki anak" Ucap Nuna yang masih membahas tentang ini


Cio duduk dan meletakkan kepalanya di paha nya Nuna tapi Nuna menolak tapi Cio tetap bertahan sambil memeluk kakinya Nuna


"Maafkan aku Chagiiii" Ujar Cio


"Memaafkan kamu sama saja membuatku hanya terluka" Jawab Nuna

__ADS_1


"Maafkan aku dan aku akan jelaskan" Mohon Cio sambil memeluk erat kakinya Nuna


"Aku gak mau dengar apapun" Ujar Nuna sambil mendorong Cio


"Lisa pergi keluar negeri dalam keadaan hamil Chagiii dan sebab itu dia tinggalin aku" Ucap Cio dan Nuna terdiam bahkan membeku tapi Cio memberanikan diri untuk menatap Nuna


"Tapi bukan aku yang sudah menghamili nya" Tegas Cio dia takut Nuna akan salah paham


"Dan di tumbuhlah di kepala ku jika sebuah kehamilan adalah sebuah malapetaka buat ku" Ujar Cio


"Maafkan aku Chagiiii!" Ujar Cio lagi


"Kehamilan Lisa masih belum bisa aku Terima sampai sekarang" Ucap Cio, Nuna menangkup wajah Cio dan Cio menatapnya


"Lisa hamil di luar pernikahan sedangkan aku akan hamil anak kamu Berci! kenapa kamu masih belum bisa Terima itu? " Tanya Nuna


"Penjelasan kamu membuat aku berpikir jika kamu masih memiliki trauma dengan Lisa dan juga perasaan ke dia" Ujar Nuna


"Aku sudah lupa dengan dia Chagiii tapi aku masih marah mendengar dia menolak ku dengan alasan dia hamil anak orang lain" Ucap Cio


"Apa kamu pernah memikirkan jika seandainya Lisa tidak seperti itu mungkin kita tidakkan akan menikah" Ujar Nuna tapi Cio menggelengkan kepalanya


"Terima semuanya Berci dan aku janji akan menjadi lebih baik untuk kamu" Ucap Nuna dan dia menghapus air matanya Cio dengan lembut tapi Cio menggelengkan kepalanya


"Aku sangat dendam dengan dia Chagiii" Ucap Cio


"Dia perempuan Berci, apa kamu tega menyakiti diri kamu dan orang lain" Tanya Nuna


"Dia melalukan itu karena ada rasa mau kan? kenapa kamu dendam dengan nya? apa kamu akan mendapatkan sesuatu dari rasa dendam kamu? " Tanya Nuna


"Belajar menerima kenyataan Berci! Waktu akan berlalu dan aku yakin kamu akan melupakan nya" Ucap Nuna


"Bimbing aku" Pinta Cio dan Nuna menganggukan kepalanya


"Waktu akan terus berjalan Berci, kita jalani hidup dengan lebih baik dan bahagia tentunya, jika kamu punya rahasia aku mohon katakan saja dan aku juga akan sebaliknya" Ucap Nuna


"Aku minta maaf Chagii" Ucap Cio


"Aku maafkan kamu" Ucap Nuna dan Cio menarik Nuna untuk tiduran lagi sedangkan Cio duduk sambil meletakkan kepalanya di bahu Nuna dan dia mengelus kepala Cio



"Terimakasih Chagiiii" Bisik Cio


"Terimakasih juga" Ucap Nuna sambil tersenyu

__ADS_1


__ADS_2