SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 133


__ADS_3

Tuan Figo mengiyakan ajakan Rio untuk pergi bersamanya tentu Rio dan prince tersenyum puas


Mereka keluar, Rio dan prince langsung di sergap oleh Bodyguard Tuan Figo tapi dia melarangnya untuk menangkap Rio


"Kenapa Tuan? mereka pasti kan yang sudah menembak anda" Ucap Bodyguard nya


"Lepaskan dia! Saya yang menembakkan pistol bahkan saya yang ingin membunuh mereka tapi syukurnya mereka bisa menahan saya" Jawab Tuan Figo


"Saya ada urusan dengan mereka"Ucap Tuan Figo dan mereka terdiam, membiarkan Tuan Figo bersama dengan Rio dan Prince


Di sepanjang perjalanan menuju keluar Tuan Figo benar-benar bersikap santai begitu pun dengan Rio dan Prince


Mereka berlagak seperti rekan bisnis namun bodyguard dan satpam menaruh curiga pada mereka berdua sebab tembakkan tadi


Mereka lalu masuk ke dalam mobil Rio lalu pergi meninggalkan kantor tersebut


"Lepas kan istriku Rio! " Teriak Tuan Figo tiba-tiba


"Dia yang datang sendiri bukan kami yang menculik nya" Jawab Rio santai


Tuan Figo terdiam dia berusaha untuk menahan dirinya sambil terus menghela nafasnya tapi Rio malah menusuk leher Tuan Figo dengan sengatan listrik sampai dia pingsan


"Setidaknya kita bisa membawanya tanpa harus bersusah-payah" Ucap Rio


Disisi Nuna


Nuna masih diam sambil meletakkan kepalanya di lengan Cio


"Ada apa? " Tanya Cio untuk yang kesekian kalinya pada Nuna


"Aku hanya butuh kamu sekarang" Jawab Nuna


"Chagiii" Ucap Cio lalu dia duduk dengan benar menatap dengan manyun suaminya


"Yah" Jawab Nuna dengan mulut ternganga


Nuna lalu memanyunkan bibirnya dengan mata berkaca-kaca dan Cio langsung melotot menatap nya


"Kenapa? " Tanya Cio panik


"Nuna? " Ucap Mommy Intan yang juga melihat Nuna berkaca-kaca


"Kaka! " Ucap Serena juga terkejut


Nuna tertawa melihat ketiga orang itu terkejut melihat nya sambil menghapus air matanya dengan punggung tangannya


"Kamu kenapa? " Tanya Mommy Intan


"Mau di peluk Berci Mom" Jawab Nuna manja bahkan Serena sampai mengulum tawanya mendengar jawaban Nuna

__ADS_1


Cio juga tertawa mendengar jawaban istrinya apalagi Mommy Intan


"Mau peluk? " Tanya Cio dan Nuna dengan polosnya mengangguk sambil memanyunkan bibirnya


Cio ingin mengangkat tangannya mencoba merentangkan nya tapi sayang tangannya belum bisa di gerakkan sama sekali


"Aku aja yang peluk kamu saat ini" Ucap Nuna sambil mengelus tangan Cio


"1 bulan aku akan sembuh" Ucap Cio


"Mana ada kaki sama tangan patah sembuhnya sebulan? " Tanya Serena


"Jangan menjanjikan hal yang belum kamu ketahui sayang" Tegur Mommy Intan


"Aku janji" Ucap Cio lagi


"Misalnya gak sembuh gimana? " Tanya Serena


"Serena... " Tegur Mommy Intan


"Mom aku cuma bilang seandainya" Jawab Serena


"Suamiku akan sembuh" Timpal Nuna


"Ya kan Berci? " Ucap Nuna meminta pembelaan pada suaminya


"Kan udah di bilang, aku lagi halangan Serena"Jawab Nuna


" Kan siapa tahu kan? bayi nyelip"Ucap Serena lalu dia tersenyum gigi


"Memangnya kenapa kalau Nuna manja ke Cio? kamu cemburu? " Tanya Mommy Intan


"Jujur Iyah Mom" Jawab Serena lalu dia tertawa


"Tapi senang kok ka liat kaka kaya gitu ke ka Cio" Ucap Serena dan dia memiringkan kepalanya sambil tersenyum


"Serena jangan kaya gitu dulu nanti sakit lagi" Tegur Mommy Intan dan Serena menurut dan menegakkan kepalanya lagi


"Oh Iyah Mom Daddy mana? " Tanya Serena yang baru sadar ketidak adaannya Daddy nya


"Daddy kamu ada urusan" Jawab Mommy Intan


"Pasti Daddy mengurus Papah nya ka Nuna kan? " Ucap Serena dan dia langsung mendapatkan tatapan dari Mommy Intan


Serena langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Aku tidak papa kok Mom, soalnya memang dia salah tapi Daddy gak akan apa-apain Mamah kan? " Ucap Nuna


"Suami ku tidak akan menyakiti Mamah kamu Nuna" Jawab Mommy Intan

__ADS_1


"Andai Mamah Alice hidup mungkin dia bakal ada disini gak yah? " Batin Serena


"Andai aja Mamah Alice gak pergi mungkin aku punya 2 Wanita hebat" Batin Serena lagi


Nuna kembali merebahkan kepalanya dia tangan Cio tapi dia hanya menempel agar Cio tidak kesakitan


"Berci sebentar nya aku sedang memikirkan Mamah yang tadi aku cuekin begitu aja sebab aku kaya ngerasa kesel" Ucap Nuna pelan dan dia hanya berbicara pada Cio


"Kamu cuekin Mamah? kenapa? pasti dia sedih Chagii" Batin Cio


"Aku lakuin itu sebab tadi Mamah dan Mommy sempat berdebat jadinya aku jemput Mommy terus aku cuekin Mamah" Jawab Nuna


"Aku ngerasa salah Berci, aku mau ketemu Mamah tapi aku gak bisa tinggalin kamu" Ucap Nuna lagi


"Aku salah kan Berci? tapi aku ngerasa marah dan kecewa ketika liat Mamah" Sambung Nuna tanpa henti


"Kamu minta temenin King yah temuin dia, minta maaf ke dia sebab dia gak salah Chagii" Suruh Cio tapi masih menjawab lewat suara hatinya


"Berciiii" Rengek Nuna manja pada suaminya


"Iyah Chagii" Jawab Cio


"Mau peluk kamu" Rengek Nuna tapi pelan agar tidak di dengar oleh Serena dan juga Mommy Intan


"Tapi nanti pas kamu udah sehat" Sambung Nuna


"Peluk seadanya aja dulu yah, nanti kalau aku sudah bisa peluk kamu, gak akan aku lepasin" Ucap Cio dalam hati


Nuna tersenyum dan mencium-cium tangan Cio lembut tidak seperti biasanya yang agak berutal bahkan dia bisa menggigit Cio


Disisi King


Mamah Figo masih bersama dengan King tapi sejak King memberi nasehat pada Mamah Figo mereka menjadi diam tidak ada pembicaraan


"King ajak dia ke apartemen kamu, buat dia seakan-akan di menjadi sandra sebab suaminya sudah di bawa oleh Prince" Ucap Tiara Aiden di telinga King


King mengangguk tanda mengerti "Tante mau bermalam di apartemen ku? sekalian menemani Nuna? " Tawar King


"Menemani Nuna? tadi saja dia men cuekin tante King" Ucap Mamah Figo


"Aku akan biarkan kalian berdua di apartemen ku nanti, jadi kalian bisa saling ngobrol, Nuna orang yang pemaaf Tante" Ucap King


"Jika saya bermalam bagaiamana suami ku? " Tanya Mamah Figo


"Dia bukan anak kecil kan? Nuna butuh tante, apa tante mau Nuna benar-benar menjadi jauh dengan tante dan malah lebih dekat mertuanya? " Jawab King


.


"Baiklah King" Jawab Mamah Figo

__ADS_1


__ADS_2