
Hari semakin sore dan bodyguard mengirim kan hasil pencarian nya pada Cio
Gusinya langsung menggertak sebab tahu siapa yang mengirim kan itu semuanya
Tentunya Lisa bahkan Bodyguard Cio mengirimkan hasil foto transaksi Lisa dengan penjualnya
"Andai aku bisa jalan, sudah ku hajar tu orang" Batin Cio
Nuna datang dengan sekotak kecil buah yang memang disiapkan pelayan untuk cemilan Nuna
Nuna duduk di samping Cio dia juga menyuapi Cio, padahal cio dalam keadaan emosi tapi dia tetap menerima suapan Nuna
"Kuliah kamu selesai? " Tanya Nuna
"Sudah" Jawab Cio sambil mengunyah
Nuna memegang dada Cio sebab Nuna bisa mendengar jika dada Cio berdegup dengan kencang
"Kamu kenapa? " Tanya Nuna
"Yang ngirimin bittersweet tadi adalah Lisa"Jawab Cio lalu dia memperlihatkan fotonya pada Nuna
Nuna hanya diam menatap foto itu dan dia mematikan ponselnya Cio
" Tapi kita baik-baik aja kan? menurut ku kita diam dulu sampai ada waktu nya nanti kita lakukan sesuatu"Ujar Nuna
"Kamu jangan terlalu mikirin yah, fokus aja dulu buat sembuh, katanya mau babymoon kan" Ujar Nuna lagi
Dan Cio menatap Nuna dia tersenyum lalu memeluk Nuna
"Kamu bodoh Chagii, gimana caranya aku gak mikirin kalian kalau kalian terancam" Tanya Cio
Nuna hanya tertawa mendengar ucapan Cio bukannya marah "Udah-udah nanti kamu nangis lagi" Tegur Nuna
"Mana ada yang nangis? "Ujar Cio
"Kan kamu yang ambil semua ngidam aku, mood aku bahkan kamu yang lebih sensitif daripada aku" Jawab Nuna
"Siapa yang sering nangis cuma gara-gara hal sepele" Tanya Nuna
"Siapa? gak tau aku" Jawab Cio pura-pura tidak tahu
"Dih lempar batu sembunyi tangan lagi" Ucap Nuna dan Cio melepaskan pelukan nya
Cio mengambil tongkatnya sebab dia sudah bisa berjalan lagi tapi pakai tongkat seperti biasanya
Nuna tertawa kecil melihat Cio yang malah ingin meninggalkan nya
"Berci kamu ngambek? " Tanya Nuna tapi Cio acuh dia tetap berjalan perlahan menuju pintu
Nuna mengejarnya dan mengikuti "Berci" Panggil Nuna sambil menengok wajah Cio
"Ambekan tetap masih yah padahal udah mau jadi Papah loh" Ujar Nuna tapi Cio tetap berjalan
"Berci sayangku, Berci suamiku" Panggil Nuna bahkan dia menggunakan mata puppy nya agar Cio luluh
"Berci cintaku" Panggil Nuna dan Cio langsung menghentikan langkah nya lalu Nuna memeluk nya dari belakang
__ADS_1
"Udah luluh belum? " Tanya Nuna
"Belum" Jawab Cio
"Tapi di peluk malah diam" Ujar Nuna sambil menengok ekpresi Cio
Ternyata Cio mengulum senyum nya dan Nuna melepaskan pelukannya lalu berdiri didepan Cio
"Ke tawa aja berci jangan di tahan" Suruh Nuna
"Mau peluk lagi? " Tanya Nuna sambil merentangkan tangannya
"Mau di kamar aja? " Tanya Nuna lagi sambil menarik turun kan alisnya
"Udah Chagii" Tegur Cio
"Ke kamar yuk" Ajak Nuna lagi dan Cio tertawa melihat tingkah Nuna
"Ini aku mau kemana? " Tanya Cio
"Keluar" Jawab Nuna
"Setelah keluar kemana lagi? " Tanya Cio
"Gak tau, kan kamu yang mau keluar ruangan ini" Jawab Nuna
"Oh kamu mau kekamar? " Tanya Nuna
"Oke kamu jadi lemot gini Chagii? " Tanya Cio bahkan dia tertawa
Cio berjalan tidak terlalu kesusahan lagi bahkan dia bilang dengan santai dengan tongkatnya tidak seperti dulu mungkin karena terbiasa apalagi bekas di suntik oleh dokter Bimo tadi kakinya sedikit kurang sakit
Mereka sampai di kamar dan Nuna malah berlari kecil seperti anak kecil, Cio melihat Nuna geleng-geleng kepala
Nuna mengambil sesuatu dan dia menjejerkannya di atas meja sofa
"Berci sini" Ujar Nuna dan Cio menghampiri Nuna
"Coba liat" Ucap Nuna dan Cio melihat ada Foto-foto mereka berdua yang berjejer rapi di atas meja
"Ini foto lama kan? "Tanya Cio lalu mengambil nya
" Iyah, aku kemarin cuci fotonya biar makin banyak koleksi kita "Ujar Nuna
"Sweet banget sih istriku" Ucap Cio lalu mencium pipi Nuna
"Berci kamu tau gak terkadang aku ketawa loh kalau aku ingat kenapa aku selalu panggil kamu Berci bukan Sayang, suamiku atau apapun tapi Berci" Ucap Nuna
"Kenapa ketawa? " Tanya Cio
"Yah aneh aja gitu" Jawab Nuna
"Tapi aku suka kok, walaupun beda tapi mulai dari kita kecil kamu selalu panggil aku itu" Ucap Cio
"Syukurlah, padahal dulu kamu selalu bentak aku jangan panggil kamu itu" Ucap Nuna
__ADS_1
"Kan dulu Chagii" Ucap Cio
"Iyah" Ujar Nuna
"Misalnya anak kita cewa beneran aku bakal kasih tau dia, jangan pernah kasih janji atau iyain permintaan teman cowonya yang mau ajak dia nikah soalnya takut nanti berakhir kaya kita" Ucap Nuna
"Kenapa?" Tanya Cio
"Tapi kan lucu jodohnya ternyata dari masa kecilnya" Ucap Cio
Nuna mengalungkan tangannya di leher Cio menatap Cio dengan tatapan dalam
"Kenapa? " Tanya Cio
"Mau cium" Pinta Nuna dengan manja
"Kalau aku bungkukin badan aku, Bisa-bisa aku jatuh terus nimpa kamu" Ujar Cio
Nuna melepaskan tangannya dari leher Cio dan malah duduk di sofa
Cio menarik tangan Nuna dia langsung terduduk di pangkuan Cio dan mereka saling berhadapan
Cio langsung mencium bibir Nuna lalu Nuna mengalungkan tangannya lagi ke leher Cio
Mereka pun berciuman dengan mesranya di sofa itu, cukup lama sampai Nuna mendorong dada Cio dan ciuman nya terlepas
Nuna dan Cio sama-sama ngos-ngosan akibat ciuman mereka tadi
Bibir mereka Sama-sama merah akibat terlalu brutal tapi Cio tersenyum sambil mengecap bibirnya dengan lidahnya sendiri
"Udah? Mau lagi? " Tawar Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya
Nuna menyandarkan kepalanya di dada Cio dengan nyamannya
"Kita selamanya seperti ini kan Berci? " Tanya Nuna
"Iyah" Jawab Cio dan memeluk Nuna juga sambil mencium pucuk rambut Nuna
Disisi Lisa
Lisa sedang ada di mobil dengan Jessica
"Aku yakin sebentar lagi istrinya Cio akan keguguran sebab makan bittersweet dari aku" Ujar Lisa
"Lisa kamu jangan aneh-aneh, misalnya kamu bunuh calon cucu keluarga Wijaksono bisa-bisa Daddy nya Cio yang turun tangan buat habisin kamu" Tegur Jessica
"Aku gak perduli, kamu tau kan sekarang hidup ku sudah hancur misalnya aku mati pun gak akan ada guna nya kan" Jawab Lisa
"Kamu salah Lisa, kamu tau setiap hari ada satu orang yang selalu tanyain kamu dimana, lagi apa dan lain-lain nya itu ke aku" Ujar Jessica
"Siapa? " Tanya Lisa
"Mamah kamu" Jawab Jessica
"Ck! dia cuma pastikan aku masih hidup kok, misalnya aku mati dia gak akan kebagian warisan bapak ku" Jawab Lisa
..."Sedalam apa sih Lisa luka yang punya sampai kamu gak ngerti yang mana tulus ke kamu" Batin Jessica ...
__ADS_1