SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 159


__ADS_3

Nuna dan Cio sampai di rumah sakit, Cio berjalan dengan tongkat sedangkan Nuna mengikuti di samping nya Cio


Hellen melihat sepasang suami istri itu langsung menghampiri nya


"Pas sekali kamu datang hari ini Cio, teman ku hari ini ada di rumah sakit ini" Ucap Hellen


"Aku sudah bilang ke dia, kata dia bisa" Sambung Hellen


"Daripada kamu harus jauh-jauh berobat sampai keluar negeri lebih baik dengan teman ku saja" Ujar Hellen lagi


"Aku senang mendengar nya ka, semoga jika dengan teman kaka suamiku bisa sembuh" Ucap Nuna


"Iyah, eh tapi tunggu, bukannya kamu masih sakit? kok udah sehat aja" Tanya Hellen


"Kan kaka kasih obat kemarin? kayanya obatnya langsung manjur" Ucap Nuna


"Woah baguslah, ini juga kenapa aku bisa senang jadi dokter, ketika aku bisa mengobati keluargaku sendiri" Ucap Hellen


"Oh Iyah aku harus memeriksa pasien ku dulu, kalian tunggu di ruangan ku saja daripada harus mengantri" Suruh Hellen mereka berdua mengangguk


Hellen pergi sedangkan mereka pergi menuju ruangan Hellen dan Nuna berpapasan dengan dokter laki-laki dan yang membuat Nuna menoleh adalah bahu dokter itu menyenggol sedikit bahu nya Nuna namun dokter itu tetap berjalan seakan-akan tidak terjadi apa-apa


"Kenapa? " Tanya Cio karena Nuna menatap dokter itu sampai menoleh kebelakang


"Dia senggol aku tapi cuma sedikit sih tapi kaya gak perduli gitu" Ucap Nuna


Cio malah berbalik tapi Nuna menahannya"Mau kemana? "Tanya Nuna sambil menahan tongkat Cio


" Dia senggol kamu mana gak minta maaf, kan kurang ajar"Jawab Cio


"Biarin aja" Larang Nuna


"Kita ke ruangan ka Hellen aja yah" Ucap Nuna


Cio menatap punggung dokter itu, dia ingin mengingat dokter yang sudah menyenggol istrinya


"Ayok! " Ajak Nuna dan Cio mengikuti nya


Cio sampai di ruangan Hellen mereka duduk di kursi untuk pasien menunggu Hellen yang sebentar lagi datang


Hellena datang tapi dia tidak sendiri melainkan teman nya, yang dokter spesialis tulang yang akan menangani Cio

__ADS_1


Orang biasa saja bahkan dia memakai kacamata dengan rambut yang sepanjang bahu


"Ini dia sepupu ku yang minta pertolongan kamu Bim" Ujar Hellen


"Kamu sudah terlalu banyak bercerita Hellen dan saya janji akan membuat dia bisa berjalan hanya dalam 2 minggu" Ujar Bimo dengan yakin


"Buktikan saja dulu" Ujar Hellen


"Kamu meremehkan ilmu kedokteran ku? " Tanya Bimo


"Aku juga bisa mengucapkan itu pada pasien ku agar mereka bisa berharap tapi aku tidak melakukan itu sebab aku percaya masih ada Tuhan yang bisa merubah semuanya" Ujar Hellen


"Baiklah saya salah Hellen,kamu dokter yang selalu menggunakan perasaan sedangkan saya ambisi" Ucap Bimo


"Apa sudah selesai pembicaraan kalian? " Tanya Cio ketus


"Oh maaf, Nuna kamu ikut dengan ku yah sedangkan Cio biar Bimo yang tangani" Ucap Hellen


"Kenapa harus terpisah? aku mau tahu bagaimana dia mengobati suamiku" Ucap Nuna


"Gak papa Chagii, kamu sama ka Hellen yah" Ucap Cio karena Cio yang menyuruh dia pun mengiyakan


"Biar aku periksa keadaan kamu yah nanti setelahnya kamu bisa melakukan pengecekan kandung dengan dokter Tita" Ujar Hellen


Hellen mulai melakukan pemeriksaan tapi dia gelisah jika harus berpisah dengan suaminya


"Detak jantung kamu kencang banget, kamu lagi gugup atau gelisah" Tanya Hellen


"Kamu mikirin Cio?" Tanya Hellen


"Kamu gak perlu khawatir, teman ku itu gak akan nyakitin Cio kok" Ujar Hellen dan Nuna mengangguk


Nuna mengangguk pelan sambil tersenyum tipis dan Hellen kembali melakukan pemeriksaan pada Nuna


Hellen tersenyum sebab Nuna memang sudah sehat seutuhnya


"Semuanya sehat Nuna, kamu sudah sembuh tapi kamu jangan kecapean lagi yah, apalagi kebanyakan kepikiran itu gak boleh" Larang Hellen pada Nuna


"Aku gak akan kasih kamu obat soalnya kamu gak boleh kebanyakan minum obat, kamu banyakin makan buah yang kaya akan vitamin nya yah, makanan juga" Suruh Hellen dan Nuna mengangguk tanda mengerti


Disisi Cio

__ADS_1


Cio sudah di ruangannya Bimo dan dia suruh Bimo untuk tiduran di atas brangkar yang tersedia di sana


Bimo meluruskan kaki nya Cio sambil menggerakkan nya kekiri dan kekanan


"Kalau kamu sudah bisa jalan pakai tongkat menurut saya, kamu itu tipikal mudah sembuh" Ujar Bimo dan dia mengambil hasil ronsen kaki Cio yang di lakukan tadi


"Lihat tulang kaki kamu sudah hampir sembuh dan kembali semula tapi lama" Ucap Bimo


"Saya hanya akan menyuntikkan obat ke tulang kamu lalu kamu hanya ikut terapi setiap harinya namun itu bisa kamu lakukan di rumah aja" Ujar Bimo


"Tulang kaki kamu mengalami ke patahan yang cukup parah kan? tapi kata Hellen kaki kamu sudah membaik dan berarti saya hanya memulihkannya saja, apalagi dari hasil ronsen kaki kamu memang sudah baik" Ujar Bimo lalu dia melepaskan kaki Cio mendekati tempat obat-obatan nya


Dia memasang sarung tangan dan masker lalu dia menyiapkan suntikan lalu mengisinya dengan cairan yang akan dia masukkan ke dalam tubuh Cio nantinya


Bimo mendekati Cio lagi dan dia langsung menusukkan suntikan itu ke kaki Cio yang patah


Cio meringis menahan sakit dari jarum suntik yang menusuk kaki nya


Lalu Bimo melepaskan suntikannya dan langsung memasukkan nya dalam kantong yang khusus untuk sampah suntikan


"Sakit nya kenapa gak berhenti? " Tanya Cio sambil memegangi kaki nya


"Efek obat ini, kamu akan merasa sakit dan kebas di kaki kamu tapi tenang aja itu cuma bertahan 3 jam setelahnya kembali normal" Jawab Bimo


"Berapa kali aku akan mendapatkan suntikan seperti ini?" Tanya Cio


"Hanya 3 kali dan setelah itu saya akan melakukan terapi belajar berjalan ke kamu" Ucap Bimo


"Kamu pulang harus pakai kursi roda sebab obat itu akan terus bereaksi dengan rasa sakit" Ucap Bimo lagi


Cio hanya diam sebab entah kenapa dia merasa percaya dengan pengobatan yang Bimo lakukan padanya


"Saya tanya ke kamu Cio, apa kamu percaya dengan pengobatan yang saya lakukan ke kamu? " Tanya Bimo


"Aku percaya, walaupun berbeda dari yang lain tapi aku percaya" Jawab Cio


"Baguslah" Ujar Bimo


"Berjuang dengan semangat, bukan karena orang lain tapi buat diri kamu sendiri" Ucap Bimo


"Ya" Jawab Cio

__ADS_1


__ADS_2