SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 26


__ADS_3

Di perjalanan Nuna dan Cio hanya diam tapi sesekali Cio melirik Nuna dengan ekor matanya sedangkan Nuna diam sambil mendengarkan suara batin Cio tapi sayang Cio hanya diam juga tanpa berbicara apapun


"Bercio" Panggil Nuna dan Cio hanya menoleh kearah Nuna sebentar lalu kembali fokus pada jalanan lagi


Nuna diam karena respon Cio seperti itu jadi nya dia mengurung kan niatnya untuk berbicara pada Cio


"Katakan! Ada apa? " Tanya Cio


"Seberapa dekat sih kamu sama Serena? bahkan aku liat setiap malah kamu selalu chattigan sama dia" Tanya Nuna sambil menatap Cio


"Memang nya kenapa? Dia adik ku memangnya salah dekat dengan adik sendiri? " Malah Cio berbalik bertanya pada Nuna


"Gak papa cuma tanya aja, masalahnya aku jarang liat adik kaka seakrab itu" Jawab Nuna


"Kamu cemburu? " Tanya Cio membuat Nuna membulatkan matanya dengan sempurna


"Gak kok" Jawab Nuna dengan serius dan Cio hanya angguk-angguk saja


"Cemburu juga aku tambah seneng" Batin Cio


"Aku gak cemburu sama sekali! " Tegas Nuna membuat Cio mengerucut aslinya karena Cio memang tidak ada mengakatan apapun


"Aku gak ngomong apa-apa kok kamu nyaut? kamu bisa baca pikiran orang? " Tanya Cio membuat Nuna panik


"Emangnya ada orang yang bisa baca pikiran seseorang? " Tanya Nuna berusaha tenang walaupun gugup


"Tapi aku ngomongnya dalam hati bukan di mulut aku, gimana caranya kamu bisa jawab? " Tanya Cio yang masih penasaran


"Aku cuma jawab asal kok" Jawab Nuna dan Cio mulai diam dan fokus lagi ke jalan


"Aku sama Serena itu bukan adik kaka kandung tapi cuma adik kaka susu, karena Serena adalah anak dari mantan pacar daddy aku tapi dia meninggal pas Serena umur seminggu karena penyakit Hiv" Jelas Cio tiba-tiba


"Sedangkan daddynya sudah meninggal dunia ketika Serena bulan di dalam kandungan" Ujar Cio


"Karena apa Daddy nya meninggal? " Tanya Nuna tapi Cio tidak menjawab karena memang privasi


"Aku lahir Prematur sedangkan Serena lahir normal kalau aja aku lahir normal mungkin kami cuma beda beberapa hari sedangkan ini aku beda 6 bulan dengan Serena" Sambung Cio

__ADS_1


"Daddy dan Mommy juga sering banget larang kami buat jangan saling suka karena kami gak akan bisa menikah tapi memang kami sudah merasa adik kaka kandung bukan adik kaka persusuan lagi" Tambah Cio


"Tapi Serena itu blasteran? soalnya dia bule banget" Tanya Nuna dan Cio menganggukan kepalanya


"Mommy Serena blasteran Korea, Australia sedangkan Daddy nya asli Amerika" Jawab Cio


"Serena tahu ini? " Tanya Nuna dan Cio menganggukan kepalanya


"Awal-awal nya Serena sangat sedih karena tau kenyataan ini tapi daddy dan Mommy selalu berikan kasih sayang yang sama ke dia sama seperti aku makanya dia gak sedih lagi tapi Mommy selalu bilang buat selalu datang ke Mommy kandungnya" Jawab Cio


"Kasihan dia" Ucap Nuna sambil menatap jalan


"Kasihan kenapa? dia punya keluarga yang lengkap dan sayang luar biasa ke dia" Sanggah Cio dengan nada meninggi


Nuna menganggukan kepalanya sambil tersenyum pada Cio dan Cio kembali fokus pada jalan lagi


Nuna dan Cio sampai di rumah Jordi tanpa pikir panjang dia langsung turun dari mobil Cio tanpa permisi tapi baru beberapa langkah dia berjalan Nuna langsung terhenti karena melihat Jordi sedang berpelukan dengan wanita lain


"Sayangggg" Ucap Nuna pelan karena Jordi mengarah ke Nuna jadi nya dia bisa melihat Nuna yang terdiam karena melihatnya sedang berpelukan


Jordi melepaskan pelukannya dan mendekati Nuna dengan terpincang-pincang tapi dia salah fokus pada leher Nuna yang penuh Merah-merah karena ulah Cio tadi


"Kamu beneran kerja atau jadi pelacur hah? " Tanya Jordi dengan nada tinggi dan Nuna langsung melayangkan tamparan ke wajah Jordi


"Kamu pelukan sama wanita lain tapi malah sebut aku seperti itu? " Ucap Nuna dengan nada gemetar menahan tangis


Jordi mencekik leher Nuna tapi Nuna bisa lepas karena dia tidak sengaja menendang tongkat Jordi sampai dia terjatuh


"Dasar pelacur! wanita murahan! Kita putus! " Teriak Jordi dan saat itu air mata Nuna luruh membashi wajahnya


"Iyah" Jawab Nuna dan dia berlari masuk kedalam mobil Cio


"Jalan Berci! " Suruh Nuna dengan nada gemetar karena menangis tapi Cio masih diam bahkan tidak menatap Nuna


"Jalan Berci! " Suruh Nuna lagi dan Cio kali ini benar-benar melajukan mobilnya meninggalkan rumah Jordi


Cio hanya diam mendengarkan Nuna menangis sesegukan di sampingnya

__ADS_1


"Ini semua gara-gara kamu Berci" Ujar Nuna menyalahkan Cio tapi dia hanya diam seakan-akan tidak mendengar apapun


"Kamu yang buat leher aku Merah-merah dan sampai dia putusin aku" Ujar Nuna dan Cio menepikan mobilnya didepan toko kosong


"Kenapa jadi salah aku? " Tanya Cio santai pada Nuna


"Ya memang kamu yang sudah buat leher aku Merah-merah" Jawab Nuna dengan nada tinggi


"Aku buat tanda-tanda itu karena cuma mau kasih tau aja kalau kamu sudah ada pemiliknya yaitu aku Nuna" Ucap Cio dengan lembut


"Dia pelukan dengan wanita lain didepan kamu apa kamu masih mau menyalahkan orang lain? " Tanya Cio


"Sadar Nuna dia sudah gak butuh kamu karena dia memang sudah ada pengganti yang baru" Sambung Cio


"Kamu jahat Berci" Ucap Nuna dan dia semakin kencang menangis di depan Cio sambil menundukkan kepalanya


Cio menegakkan kepala Nuna agar menatapnya dia juga menghapus air mata Nuna dengan lembut dengan ibu jarinya


Nuna menatap cio dengan penuh air mata sedangkan cio menatap Nuna dengan tatapan hangatnya


"Dia sudah membuang kamu seperti sampah Nuna dan aku mengambil kamu dan aku juga buktikan ke dia wanita yang sudah dia sia-siakan ini sangatlah istimewa" Ucap Cio lembut


"Apa yang kamu harapkan dari laki-laki seperti dia? apa dia setia? apa dia selalu berbaik ke kamu? " Tanya Cio


"Itu bukan cinta tapi kebodohan Nuna" Sambung Cio lagi


"Dia sudah putusin kamu bahkan menyebut kamu seperti itu" Ucap Cio


Nuna tetap menangis dan malah memasukkan tubuhnya kedalam pelukan Cio


"Aku masih sayang sama dia Berci" Ucap Nuna tersengal-sengal karena menangis


"Mulai berpikir menggunakan logika Nuna jangan pakai perasaan karena itu makanya seseorang bisa bodoh" Ujar Cio


"Aku memang bukan orang baik bahkan aku juga selalub membentak kamu dan main tangan tapi aku janji kalau kamu benar-benar lepasin dia dari pikiran kamu, aku gak akan seperti itu lagi" Tambah Cio


Nuna diam dipelukan Nuna sambil menangis dan cio mencium puncuk rambut Nuna sambil mengelusnya

__ADS_1


"Jangan menangis lagi Nuna" Suruh Cio dengan sangat lembut


"Aku pulang" Pinta Nuna lirih lalu dia melepas kan pelukannya dan Cio melajukan mobilnya lagi menuju pulang


__ADS_2