
Nuna sudah tertidur sedangkan Cio masih terjaga di duduk di sisi ranjang untuk menelpon Daddy nya
"Ada apa Arbercio? " Tanya Daddy Rio
"Bagaimana keadaan Serena Daddy? "Tanya Cio menanyakan keadaan adiknya
"Dia baru saja selesai di tangani lagi dan syukurnya keadaan semakin membaik sejak tadi siang" Jawab Daddy Rio
"Aku sangat senang Dad" Ujar Cio dengan senyum senangnya
"Hanya itu? " Tanya Daddy Rio
"Tentang kantor Daddy" Jawab Cio
"Kenapa? bukannya kamu sudah di temani dengan King? " Tanya Daddy Rio
"Aku menyuruh klien meeting hari ini untuk membuat ulang semua materi Daddy, karena aku benar-benar tidak puas dengan hasilnya" Jawab Cio
"Oh berarti kamu sepemikiran dengan Daddy, Daddy juga ingin menyuruh mereka untuk mengubah semua meeting hari itu tapi Daddy ingin tahu pendapat kamu" Ujar Daddy Rio bahkan dia terdengar tertawa kecil
"Daddy sudah baca semua berkas dan materi meeting nya? " Tanya Cio tidak percaya
"Sudah, sebelum Daddy datang kerumah sakit kemarin" Jawab Daddy Rio
"Kayanya Daddy gak perlu khawatirin perusahaan lagi kan? karena memang sudah layak untuk menjadi penerus Daddy" Ujar Daddy Rio lagi
Cio tertawa kecil karena pujian Daddy nya bahkan dada nya juga lapang
"Daddy percayakan semuanya ke kamu Arbercio,ambil keputusan yang matang dan layak seperti yang kamu ketahui jangan dengarkan ucapan orang-orang, Anggap kamu sedang sendirian bukan berada di balik sayap Daddy lagi" Sambung Daddy nya
"Tetap saja aku masih sangat kecil jika harus menggantikan Daddy" Ucap Cio merendah
"Semua keputusan kamu adalah keputusan Daddy juga" Ujar Daddy yang tidak mau mendengar putranya merendah kan dirinya
"Daddy matikan dulu, soalnya Mommy kamu sendirian jagain Serena" Ujar Daddy Rio
"Iyah Daddy" Jawab Cio lalu sambungan mereka terputus
Cio menunduk lalu dia tersenyum mendengar kan semua nasehat Daddy nya, karena seperti itulah Daddy nya yang selalu membuat Cio senang bercerita tentang hal sulit pasti dia akan membuat Cio kembali semangat begitu pun dengan Mommy Intan
__ADS_1
"Ini salah satunya, makanya aku suka cerita ke Daddy tentang masalah yang susah aku selesaikan sendiri walaupun sudah cerita ke Mommy" Ujar Cio tapi tiba-tiba saja ada tangan yang menyentuh pahanya
Tangan itu adalah tangan Nuna bahkan matanya masih terpejam
"Belum tidur Berci? ini udah larut" Tanya Nuna sambil meremas paha Cio
"Chagiii jangan di kaya gitu" Tegur Cio lalu menyingkirkan tangan Nuna dari pahanya
"Peluk" Pinta Nuna sambil merentangkan tangannya
Cio meletakkan ponselnya lalu ikut merebahkan tubuhnya, menyambut pelukan Nuna
"Nelpon Daddy? " Tanya Nuna yang berada di dada Suaminya
"Iyah, aku sangat senang ternyata Daddy malah membenarkan keputusan ku" Jawab Cio
"Dia sudah baca semua materi nya dan dia juga ingin menolak dan menyuruh mengubah semuanya, Makanya aku sangat senang" Sambung Cio lalu memeluk Nuna dengan Gemas
Nuna tertawa lalu melongak menatap suaminya yang sedang tersenyum sangat lebar
"Aku senang bisa datang keluarga ini dan terimakasih membukakan pintu ku Berci" Ujar Nuna
Nuna kembali memejamkan matanya sambil terus memeluk Cio tentunya
Cio masih belum tidur sambil terus mengelus belakangnya Nuna yang mulai hanyut terlelap
"Gua sesenang ini" Ujar Cio sambil tersenyum lebar
Cio mencium kening Nuna tapi dia sudah tertidur lagi lalu dia teringat Serena lagi
"6 hari lagi Serena bakal pulang, gua bakal buat sesuatu nanti biar dia senang" Batin Cio
Nuna tiba-tiba terkejut bahkan tersentak, Cio juga ikut terkejut karena Nuna berada di dalam pelukannya
"Kenapa Chagiii? " Tanya Cio sambil mengelus pipi Nuna
"Aku mimpi jatoh dari pohon" Jawab Nuna tapi Cio tersenyum
"Mana yang sakit? " Tanya Cio lagi
__ADS_1
"Aku cuma mimpi bukan beneran kok, tapi kaget banget dada ku yang sakit" Ujar Nuna lalu Cio mengelus dada nya Nuna
"Tidur lagi yah" Suruh Cio tapi Nuna melepaskan pelukannya lalu mensejajarkan wajahnya dengan Cio
"Kamu belum tidur? " Tanya Nuna lalu dia menguap di depan Cio tanpa sungkan
Cio menutup mulut Nuna sambil tersenyum melihat Nuna, tapi dia tertawa kecil sambil menepis tangan Cio
"Daddy puji aku makanya aku sangat senang"Jawab Cio
" Apa kata Daddy? "Tanya Nuna menatap Cio sambil mendengar kan dengan seksama
"Kata Daddy semua keputusan ku adalah keputusan dia, Daddy ku juga bilang kalau aku penerus dia" Sambung Cio
Nuna ikut senang melihat suaminya yang sangat senang hanya karena di puji Daddy nya
"Aku lihat kamu kaya gini, kaya orang kasmaran tau, soalnya senyum-senyum sendiri" Ujar Nuna
"Daddy itu orang lebih dekat dengan Serena daripada dengan ku, tapi cara Daddy memberi kasih sayangnya beda, makanya dia cuma puji aku kan? aku sangat senang" Jawab Cio lalu dia merapikan rambut Nuna
"Tapi aku lihat Daddy kaya sama kok sayang ke kamu dan Serena" Ucap Nuna
"Itu benar kok, Aku juga menyayangi dia walaupun aku gak pernah bilang karena gengsi tapi kalau Daddy tepuk-tepuk kepalaku terkadang aku bisa salting sendiri" Ucap Cio
"Beneran? salting sama daddy? "Tanya Nuna tak percaya
" Lucu banget sih? kok bisa salting sama Daddy sendiri "Tanya Nuna lagi
"Gak tau sih, pokoknya salting sama Daddy" Jawab Cio yang tidak bisa menceritakan semuanya pada istrinya
"Sekarang sudah larut lebih baik kamu istirahat yah" Suruh Cio
"2 hari lagi kita susulin Serena dan kalau Serena pulang lalu dia sehat lagi kita bakal pergi berlibur yah soalnya beberapa bulan lagi aku bakal uas lalu liburan panjang" Ucap Cio
"Kita fokus ke Serena dulu yah, soalnya aku gak enak kalau dia lagi sakit masa kita senang-senang? " Ujar Nuna
"Makasih yah, kamu udah perhatian ke Serena" Ucap Cio
"Adik kamu kan adik aku juga" Ujar Nuna lalu dia tersenyum
__ADS_1
Cio memeluk Nuna lalu mencium-cium pucuk kepala Nuna dengan gemas