SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 58


__ADS_3

Malam berganti Pagi


Cio membuka matanya lalu ketika matanya terbuka sempurna dia terkejut karena melihat Nuna sudah bangun menatapnya sambil tersenyum


"Chagiii" Ujar Cio dan dengan berani nya Nuna masuk kedalam pelukan Cio


"Lama banget sih bangun nya" Omel Nuna lalu memukul dada Cio


"Makasih yah sudah begadang buat pastiin aku tidur dengan nyenyak" Ucap Nuna lagi tapi Cio masih mematung


"Kamu kenapa Nuna? Aku tidak percaya jika dia bersikap seperti ini pagi ini" Batin Cio


Tapi Nuna tersenyum mendengar suara hati Cio,"Masih pagi loh Chagiii kok sikap kamu kaya gini? "Tanya Cio


" Memang aku harus gimana? aku harus marah-marah? terus nangis gitu? "Jawab Nuna lalu mencubit dada Cio


Cio tertawa kecil lalu memeluk Nuna juga sambil mencium pucuk rambut istrinya


Nuna melongak dan mendorong tubuh agar bisa mencium Cio dan Nuna benar-benar mencium bibir Cio


" Sun Berci"Ucap Nuna lalu tersenyum, Cio menatap tidak percaya bahwa Nuna mencium nya pagi ini


Cio mengecap bibirnya dengan lidahnya tapi Nuna mencium bibir Cio lagi


"Kalau kamu ngecap bibir lagi aku cium lagi! " Ancam Nuna


"Kenapa? " Tanya Cio dengan polosnya karena dia masih kebingungan


"Kalau gak mau di cium bilang jangan di hapus dengan di ecap gitu" Ujar Nuna dengan bibir maju


Cio mengulum senyumnya melihat tingkah Nuna yang agresif pagi ini


Nuna memainkan bibir Cio dengan telunjuknya sambil tersenyum


"Bibir kamu lembab banget malah kalahin bibir aku" Ucap Nuna


"Kalau cium aku pasti aku sariawan setelahnya" Sambung Nuna lagi


Cio tertawa sambil melongak karena tidak kuat melihat wajah istrinya


"Kok ketawa? " Tanya Nuna dan Cio menatap Nuna lagi


"Masih pagi Chagiii! bahkan ayam baru aja berkokok kamu udah bertingkah yang bisa buat aku salah tingkah berat" Ucap Cio


"Aku cuma lakuin yang kamu lakuin ke aku kalau pagi hari" Sahut Nuna


"Tapi aku gak kaya kamu! tanggapan kamu cuma kaya biasa aja sedangkan aku? kaya orang linglung" Ucap Cio


"Jadi aku salah dong? " Tanya Nuna lalu Cio mencium bibir Nuna dengan brutal karena dia memang sangat gemas sejak tadi


Nuna memukul-mukul dadanya Cio dengan kuat lalu dia melepaskan ciumannya, mereka sama-sama ngos-ngosan


Nuna sangat kesal pada Cio dan lagi-lagi karena ulah Cio bibirnya terluka


"Kan! " Omel Nuna lalu memukul dadanya Cio


"Auuuu" Ringis Cio sambil menyilangkan tangannya di dadanya


"Aku gemas sama kamu! pagi-pagi udah bersikap dengan lucu ini" Ujar Cio

__ADS_1


"Aku jadi trauma buat bersikap kaya tadi" Ujar Nuna sambil menatap sinis Cio


"Love youuuu" Ujar Cio dengan wajah yang di buat selucu mungkin agar nuna tidak kesal lagi padanya


Nuna geleng-geleng kepala tidak mau menjawab ucapan Cio


"Chagiiii" Panggil Cio dengan lembut


Nuna menyentuh bibirnya sambil mengecap-capnya


"Aaaaa perih" Rengek Nuna


"Bibir luka kecil ngerengek kaya anak kecil tapi kena tembak kamu gak ngerengek kaya gitu" Ucap Cio


"Dasar ngeselin" Ucap Nuna dia ingin turun dari ranjang tapi di tahan oleh Cio


"Mau kemana? " Tanya Cio


"Mau siap-siap kan katanya mau pergi" Ucap Nuna


"Masih pagi banget Chagiii" Ucap Cio


"Aku juga mau ke toilet" Ujar Nuna dan dia pergi tapi Cio mengejarnya


Nuna sudah masuk bahkan mengunci pintu karena takut Cio akan ikut masuk


Cio hanya bisa garuk-garuk kepala di depan pintu kamar mandinya


Hari semakin siang


Serena sedang duduk di ruang tamu dengan Intan sedangkan Rio sudah pergi ke kantor


"Benarkah? " Ujar Intan sambil tersenyum lebar


"Iyah Mom! kayanya hubungan mereka sudah membaik setelah pulang dari luar negeri kemarin" Ucap Serena


"Tapi kata Daddy kamu dia kena tembak? apa benar? " Tanya Intan


"Iyah Mom! mana ada 3 lagi kasihan dia nya" Ujar Serena


"Mommy kalau tau dia kena tembak kenapa gak jenguk? " Tanya Serena


"Kaka kamu larang Mommy datang! " Ucap Intan


"Loh kok gitu? kenapa ka Cio gitu? " Ujar Serena dengan nada kesal


"Makin kesini! makin aneh aja nih kaka" Ucap Serena lagi


"Pasti dia punya alasan tentang itu! Mommy maklumin dia" Ujar Intan lalu tersenyum


"Mommy terlalu sabar" Ucap Serena lalu memeluk Intan dari samping


2 orang datang mereka adalah Nuna dan Cio tapi tatapan Serena sinis pada Cio sedangkan Intan sangat senang anak sulung nya datang dengan menantunya


"Sayanggg" Ucap Intan dan Cio langsung memeluk Mommynya


"Akhirnya kamu kesini juga" Ucap Intan


"Maaf yah Mom baru sekarang bisa datang" Jawab Cio lalu mereka melepas kan pelukan nya

__ADS_1


Intan tersenyum tulus pada Nuna dan spontan Nuna juga tersenyum


"Kamu gak mau peluk Mommy juga? " Tanya Intan pada Nuna membuatnya bingung tapi Cio menyuruh nya memeluk Intan


Nuna mendekati Intan lalu memeluk nya dan Nuna bisa merasakan jika Intan adalah orang yang baik


"Akhirnya mantu Mommy kesini juga" Ujar intan sambil mengelus rambut Nuna


Serena menatap tajam Cio membuat Cio mengerucut alisnya


"Kamu kenapa Serena? " Tanya Cio pada adiknya


"Nikah udah mau sebulan tapi temuin Mommy baru sekarang" Omel Serena pada Cio


"Momny aja gak ngomel, masa kamu ngomel? " Ujar Cio


"Nyebelin" Ucap Serena


Intan dan Nuna melepaskan pelukannya dan duduk disampingnya Intan"Kalian nginap kan? " Tanya Intan


"Iyah Mom! ini permintaan istriku! " Jawab Cio dengan semangat bahkan sambil tersenyum


"Mommy senang! " Ujar Intan


"Mommy bakal ceritain apapun nanti tentang Cio" Sambung Intan


"Mom!" Ucap Cio tapi Intan tidak memperdulikan nya


"Mom! kok aku di cuekin? " Tanya Cio


"Ingat Arbercio! kalau kamu sudah punya istri jangan seperti itu" Tegur Intan


Cio mendengus kesal membuat Serena tertawa kecil melihat kakanya di omeli Mommy nya


"Ka ke kampus bareng yah" Ucap Serena


"Gak mau" Tolak Cio


"Kakaaaaa" Rengek Serena


"Hari ini jadwal ku ke makam Mamah" Ucap Serena membuat Intan menatap Serena, dia terkejut dan menutup mulutnya


"Mom hari ini Serena ke makam Mamah Alice yah" Ijin Serena


"Iyah sayang!" Jawab Intan lalu Serena mencium pipi Intan


"Andai aku seperti mereka, memiliki orang tua seperti Mommy Intan" Batin Nuna


"Cio temenin adik kamu yah! " Suruh Intan


"Siap Mom" Jawab Cio


Serena berdiri dan mendekati Cio membisikkan sesuatu ketelinga Cio


"Kaka nyebelin! " Ucap Serena lalu dia berlari pergi


Cio mengejarnya membuat Intan tersenyum melihat tingkah kedua anaknya


"Seperti itulah Cio dan Serena kalau di mansion ini" Ujar Intan dan Nuna hanya tersenyum

__ADS_1


__ADS_2