
Nuna dan Cio berada di mobil yang sama bahkan Cio melamun dan lebih banyak diam tidak seperti biasanya
"Berciii" Panggil Nuna, sudah berapa kalinya Nuna memanggil Cio tapi dia hanya merespon seadanya
"Iyah Chagiii"Jawab Cio tatapan nya masih kosong
" Tatap aku"Suruh Nuna lalu dia menurut dan menatap Nuna
"Coba kita lebih banyak ngomong biar kamu gak ngelamun" Ucap Nuna
"Cerita apa? " Tanya Cio
"Biasanya kamu cerita tentang kuliah kamu atau apapun Berci" Ujar Nuna
"Tapi yang aku pikirkan sekarang hanya adik ku" Jawab Cio
"Berisik bangetnya sekarang kepalanya? sampai diam gitu? mau pelukan? " Tanya Nuna tapi Cio menggeleng
"Hanya satu pelukan lembut? " Tawar Nuna lagi lalu dia merentangkan tangannya lalu Cio masuk ke dalam pelukkan Nuna, yang membawa mobil adalah bodyguard nya Cio
"Kamu kaya gini aku juga sedih, kamu sering bicara apapun hal ada di kepala kamu tapi sekarang diam gini makanya aku gak enak banget Berci" Ujar Nuna
"Jangan sedih-sedih yah" Ujar Nuna sambil mengelus kepala suaminya yang ada didada nya tapi Cio hanya diam sambil memeluk Nuna
"Kita berandai-andai yuk" Ajak Nuna
"Apa? " Tanya Cio lesu
"Misalnya kamu jadi zombie mau gak? " Tanya Nuna lalu Cio menatap Nuna dengan melongak
"Ngapain aku jadi zombie Chagiii nanti aku di bakar" Jawab Cio membuat Nuna tertawa kecil dengan jawaban Cio
"Misalnya didunia ini cuma tinggal kita berdua yang gak jadi zombie, kita harus lari ke sana-ke sini, cari makanan minum susah soalnya selalu di kejar zombie kan? kayanya aku bakal selalu nangis sih" Ujar Nuna lalu Cio mempererat pelukannya
"Misalnya lagi, aku ke gigit pada zombie itu terus aku jadi zombie kamu gimana Berci? " Tanya Nuna pada Suaminya
"Aku bakal minta kamu buat aku gigit aku juga, soalnya ngapain aku sendirian di dunia ini? semua orang yang aku sayang sudah gak ada ngapain aku masih jadi manusia" Ujar Cio
"Misalnya aku ke gigit zombie itu, aku gak bakal biarin mereka gigit kamu dan aku juga gak akan buat kamu jadi zombie, soalnya aku gak mau kamu harus jadi zombie" Ucap Cio
"Sama kaya kamu Berci jawaban nya, ngapain aku hidup kalau aku sendirian? " Ujar Nuna
__ADS_1
"Misalnya aku kegigit sama zombie itu, belum aku jadi zombie seutuhnya kamu bakal ngapain? " Tanya Cio bahkan dia melepaskan pelukan nya lalu menatap Nuna
"Aku bakal peluk dan cium kamu Berci, Bahkan kalau bisa aku bakal bawa kamu pergi walaupun kamu jadi zombie, kamu memang bukan diri kamu lagi tapi setidaknya aku bisa selalu liat kamu walaupun aku gak bisa berbuat apapun selain liat kamu" Jawab Nuna, jawaban Nuna berhasil membuat Cio tersenyum lebar dan kembali memeluknya
"Kamu gak takut aku gigit? " Tanya Cio
"Aku bakal kurung kamu nanti jadinya kamu gak akan bisa gigit aku, misalnya pun kamu gigit aku gak papa" Jawab Nuna
"Di jadikan zombie sama kaya kamu aku ikhlas" Sambung Nuna lalu dia tersenyum
"Aku gak bisa bayangin sih Berci, aku hidup di dunia ini cuma sendirian, gak ada kamu yang selalu ada, bahkan aku bakal gak bisa dengar kamu panggil aku Chagiii lagi" Ujar Nuna lagi
"Aku cuma bisa liat kamu mengeluarkan suara kaya ular gitu" Ucap Nuna
"Aishhhh itu sangat mengerikan" Ujar Nuna ekpresi takut
"Iyah Chagiii itu sangat mengerikan" Sahut Cio
Mereka pun sampai di bandara dan Cio buru-buru turun dari mobilnya untuk membantu Serena yang diturunkan dari mobil
Cio yang mendorong kursi roda nya Serena sambil mengajak adiknya bicara sedangkan Nuna dengan Mommy Intan
"Rencana kamu tadi siang bakal kaka lakuin sendirian deee, atau kaka tunggu kamu pulang aja" Tanya Cio membungkuk sambil mendorong kursi roda Serena
"Semoga saja Lisa gak pulang cepat yah" Sambung Serena
"Kamu tau? " Tanya Cio
"Bahkan dia telpon aku tadi pagi buat tanyain kabar kaka" Jawab Serena
"Kamu jawab apa? " Tanya Cio cepat
"Aku cuma diam sih, soalnya dia ngomong terus sampai aku gak bisa ngomong apa-apa" Jawab Serena
"Kaka janji yah kalau dia pulang tapi aku masih belum balik ke mansion, kaka jangan pernah mau sama dia lagi, ingat ka Nuna" Nasehat Serena
"Makanya cepat sembuh yah,Biar kaka punya penasehat handal nantinya" Suruh Cio
"Aku bakal sembuh kok! soalnya aku cuma cidera ringan di kepala, bahkan ini gak separah pas aku kecelakaan dulu" Ujar Serena
"Kaka tunggu nanti kamu pulang" Ucap Cio
__ADS_1
"Tungguin aja, aku bakal pulang" Ucap Serena
Cio memeluk leher Serena sambil membungkuk "Seminggu lagi kaka tunggu kamu disini, awas aja kalau lebih" Ujar Cio
"Ckk oke kalaupun aku belum sembuh total aku harus pulang gitu? " Tanya Serena
"Gak gitu juga sih" Ujar Cio
"Makanya jangan bawel" Ucap Serena
Nuna hanya tersenyum melihat Cio yang mengajak Serena berbicara
"Pas Serena kecelakaan dulu, Mommy harus menghadapi 2 Laki-laki frustasi karena takut Serena akan kenapa-napa" Ujar Mommy Intan dan yang dia maksud adalah Cio dan suaminya
"Frustasi? " Tanya Nuna sambil mengangkat kedua alisnya lalu Mommy mengangguk
"Serena kesayangan mereka berdua makanya suamiku sangat sensitif kalau putrinya itu kenapa-napa" Ujar Mommy Intan
"Aku bisa liat sih kalau yang di katakan Mommy itu benar" Ujar Nuna
"Daddy aja nangis, suamiku juga uring-uringan" Sambung Nuna
"Tahta tertinggi masih Serena yah Mom di antara mereka berdua" Tambah Nuna
"Tapi Mommy jaga diri yah disana, jangan sakit bilangin juga ke Daddy" Nasehat Nuna
"Aku bakal ajakin Berci nanti kesana buat jenguk Serena" Ucap Nuna
"Iyah sayang, kamu juga yah, jangan sampai Sakit-sakit juga" Ucap Mommy Intan
Serena langsung dibawa ke pesawat pribadi keluarga nya begitpun dengan Daddy Rio sedangkan Cio hanya berdiri sambil mendadah Serena yang masih ada di depan pintu
Mommy Intan menyusul dan ikut masuk kedalam "Keponakan ku jangan lupa" Ujar Serena tanpa suara
Cio hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan lalu Nuna datang memeluk tangan kekar Cio
"Tuan muda tidak lama lagi pesawat akan pergi lebih baik anda menjauh dulu" Suruh Bodyguard nya
Cio menurut dan juga pintu kabin pesawat sudah di tutup dan dia bisa melihat pesawat itu sudah pergi membawa Serena dan kedua orang tuanya
"Aku benci jika harus menjauh dari Serena" Ujar Cio sambil menatap langit dimana pesawat nya pergi
__ADS_1
"Tapi syukur lah Tuhan berikan kamu disisi ku jadinya rasa kesal itu berkurang" Ujar Cio lalu menatap Nuna di samping nya
"Kita pulang" Ajak Cio lalu mengangguk pelan dan pergi lagi menuju mansion mereka