
Nuna terus menangis di kamar itu sendirian dan dia teringat dengan Cio
"Berci maafin aku karena aku gak ijin sama kamu tadi, aku gak tau kalau Mamah bakal culik aku kayagini" Ucap Nuna sambil menangis
"Aku takut Berci, aku takut jika dia akan membunuh calon anak kita, dia yang berharga buat kamu, aku takut jika kamu akan benci sama aku" Ujar Nuna
Dan perut Nuna bergerak sampai Nuna terkejut karena gerakan perutnya
"Mamah takut sayang kalau Mamah gak bisa pertahanin kamu, jadi Mamah mohon buat Mamah kuat yah selama gak sama Papah" Pinta Nuna pada anaknya
Perut Nuna bergerak lagi tanda jika dia merespon apa yang di katakan Nuna
"Perasaan Mamah juga lagi gak enak sayang, Mamah kepikiran Papah kamu terus kaya ada terjadi sesuatu sama dia, perasaan ini sama seperti Papah kamu menghilang beberapa bulan yang lalu" Ujar Nuna sambil menangis
Nuna tak bisa berbuat apa-apa sebab kaki dan tanganya terikat di ujung ranjang seperti huruf X
Disisi Cio
Cio membuka matanya dan dia sudah ada di ruangan rumah sakit
Cio ingin bergerak tapi tidak jadi sebab luka tusuk nya baru saja di jahit oleh dokter
"Siapa yang membawa ku sini? " Tanya Cio dan seseorang masuk dia adalah Lisa
"Lisa? " Ujar Cio terkejut dan Lisa tersenyum melihat Cio sudah siuman
"Aku kira aku sudah terlambat membawa kamu kerumah sakit" Ucap Lisa dan duduk di samping Cio
"Kamu yang bawa aku kesini? " Tanya Cio
"Iyah! tapi kenapa kamu bisa disana? mana dengan keadaan yang hampir tewas" Tanya Lisa
"Kamu juga ngapain kesana? " Tanya Cio yang malah berbalik bertanya
"Itu mansion tante ku, kan dulu aku pernah cerita kalau aku punya tante yang tinggal di Korea tapi kemarin dia datang, aku mau samperin dia tapi gak ada malah ketemu kamu" Jawab Lisa
"Tante? berarti kamu sepupunya Nuna? " Ujar Cio
"Gimana? aku gak ngerti" Ujar Lisa yang memang tidak paham
"Mamah Figo itu Mamah kandung istriku sekaligus mertua ku" Jelas Cio
"Hah? " Ujar Lisa terkejut dengan ucapan Cio
"Kok aku gak tau sama sekali? " Ucap Lisa
"Oh aku paham sekarang kenapa Om Figo suruh aku buat pisahin kalian sebab dia emang gak suka sama pernikahan kalian" Ucap Lisa dan Cio mengangguk
"Kamu tau dimana mereka sekarang? " Tanya Cio
"Aku gak tau soalnya Om dan tante aja gak kasih tau juga, makanya aku ke mansion mereka" Jawab Lisa
"Jangan bohong! " Ujar Cio meninggi sampai dia meringis kesakitan sebab luka-lukanya
"Bohong buat apa? tapi kamu kenapa sampai seperti ini sih? bukannya kamu bilang tadi mereka mertua kamu, bahkan mereka itu sangat baik, gak mungkin mereka lakukan ini" Ujar Lisa
"Mereka brengsek Lisa! bahkan ini sudah kedua kalinya dia melakukan itu ke aku, kaki ku patah karena pak Tua brengsek itu" Ucap Cio
"Dia bahkan menculik istriku Lisa, aku mohon bantu aku" Pinta Cio
__ADS_1
"Apa kamu masih percaya dengan ku Cio? " Tanya Lisa
"Aku percaya" Ujar Cio cepat
"Tapi aku gak mau, menolong kamu seperti ini saja sudah cukup" Jawab Lisa
"Aku harus aku memohon di kaki kamu Lisa? " Tanya Cio
"Segitunya kamu ke dia cio" Ujar Lisa
"Dia istriku bahkan dia sedang hamil, aku tau kamu orang baik Lisa" Ucap Cio
"Nuna sepupu kamu, apa kamu gak mau bantu dia? " Tanya Cio
Cio menatap wajahnya Lisa dan dia baru sadar jika wajahnya pucat pasi "Kamu sudah makan? kok muka kamu pucat banget? " Tanya Cio
"Aku donorin darah ku ke kamu soalnya darahnya kurang tadi" Jawab Lisa dan Cio terdiam sejenak
"Semoga cukup yah buat tanda penyesalan ku" Ujar Lisa
"Sekali lagi aku minta tolong sama kamu Lisa" Ucap Cio memohon
"Bantu aku menenemukan istriku dan aku janji gak akan minta tolong apapun lagi" Ujar Cio
"Jahat kamu Cio, kamu benar-benar jahat" Ucap Lisa dan dia tertawa kecil
"Kamu cuma butuh aku saat butuh" Ujar Lisa
"Lisa aku mohon" Ujar Cio
"Sembuh kan luka kamu dulu nanti aku pikirkan lagi" Ujar Lisa
Lisa diam sambil menatap Cio yang sedang terbaring di depannya
Disisi King
King sedang berada di dalam mobil yang berhenti di pinggir jalan sepi
"Tiara! " Panggil King tapi sejak tadi tidak muncul membuat King kesal juga dengan tiara
"Tiara apa kamu gak mau bantu aku buat kasih tahu dia mana Nuna? " Tanya King
"Aku akan kasih tau jika kamu mencarinya dengan Cio! " Jawab Tiara yang muncul tiba-tiba di sampingnya King
"Kenapa harus melibatkan orang gak becus kaya dia sih? " Ujar King sewot
"Kamu mengakatai Cio tidak becus? bukankah itu kamu? kamu selalu meminta bantuan ku sedangkan Cio mencari dengan usahanya sendiri" Jawab Tiara
"Kehadiran kamu gak akan di anggap oleh Nuna karena dia hanya menunggu Cio yang datang" Ucap Tiara yang menyindir King
"Aku yang harus menemukan Nuna bukan Cio! " Tegas King
"Kalau begitu cari sendiri, aku baru tau jika King adalah orang yang egois berbeda dengan Papi kamu, dia memang keras kepala tapi dia sangat penurut" Ucap Tiara membandingkan King dengan Prince Papinya sendiri
"Aku memang anaknya tiara tapi bukan berati aku harus sama seperti dia! berhenti membandingkan ku dengan Papi ku sendiri" Tegas Cio meninggi pada Tiara
"Jika kamu terus seperti ini, aku berjanji akan hilang selamanya di hidup kamu King" Ucap Tiara dengan serius dan King terdiam menatap tiara
"Bahkan aku akan benar-benar hilang di dalam hidup kamu" Sambung Tiara
__ADS_1
"Kamu sungguh-sungguh Tiara? " Tanya King ciut
"Pernah aku bohong ke kamu? " Ujar Tiara
King ingin menyentuh tiara tapi tidak bisa sebab dia tidak bisa di sentuh
"Jika kamu menghilang aku akan sangat hancur tiara" Ujar King
"Kembali seperti King yang dulu bukan yang seperti ini" Pinta Tiara
"Aku sama kamu sudah sejak kamu kecil dan aku sangat kecewa ketika kamu meninggikan suara kamu ke aku" Ucap Tiara
"Jadilah nyata Tiara agar aku bisa memeluk mu"Pinta King tapi tiara hanya tertawa mendengar ucapan King
"Turuti kata-kata ku tadi dan aku akan kasih tahu kamu" Ucap Tiara dan dia hilang lagi
Disisi Nuna
Hari sudah menjadi siang dan sejak tadi pagi Nuna menahan lapar sebab Nuna tak berani memakan makanan yang di berikan Mamah Figo padanya
Tapi syukurnya tali yang mengikat Nuna sudah di lepaskan oleh anak buahnya Mamah Figo
Nuna hanya melamun, orang yang paling dia ingin temui adalah Cio suaminya
"Berci jemput kami, aku mohon kamu jangan kenapa-napa" Ucap Nuna
"Aku mau ketemu kamu berci sekarang, aku mau peluk kamu gak mau di sini" Ucap Nuna
"Mereka jahat Berci, aku takut dengan Mamah sekarang" Ucap Nuna sambil menangis
Pintu kamar Nuna terbuka yang masuk adalah Mamah Figo sambil membawakan susu ibu hamil dan juga buah-buahan
Nuna hanya menundukkan kepalanya tidak mau menatap Mamah nya
"Minum susu yah" Pinta Mamah Figo dan dia melihat makanan Nuna yang tak tersentuh sama sekali
"Kenapa gak di makan sayang? " Tanya Mamah Figo lembut pada Nuna
"Aku mau makanan yang di suapin oleh suami ku" Jawab Nuna
"Jika kamu tidak makan sama saja kamu menbunuh secara perlahan anak yang di dalam perut kamu itu" Ucap Mamah Figo.
"Aku gak butuh makanan apapun tapi yang butuhkan suamiku" Ujar Nuna tegas sambil menatap tajam mamah Figo
"Suami kamu sudah mati, sebab Papah sudah menusuk dan membakarnya" Ujar Papah Figo yang tiba-tiba masuk
"Apa? " Ucap Nuna terkejut bahkan langsung berdiri
"Kenapa kamu lakukan itu, dia suamiku yang paling aku cintai" Ucap Nuna bahkan dia kembali menangis dengan hebat
"Kalau seperti ini kamu sudah sah menjadi janda kan" Ucap Tuan Figo tanpa beban bahkan melihat Nuna yang menangis pun dia tetap santai
Nuna mendekati buah-buahan yang dia bawa oleh Mamah Figo tadi
"Mau Mamah kupaskan buah nya? " Tanya Mamah Figo tapi Nuna malah berlari ke arah Tuan Figo
Nuna menusuk tepat dadanya Tuan Figo , tanpa mereka sadari Nuna mengambil pisau yang di tersedia untuk mengupas buah tadi dan menusuk Tuan Figo
Nuna terus menekan pisau itu sampai Tuan Figo jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri
__ADS_1