
Keesokan harinya
Nuna dan Cio pergi ke pameran yang King buat di dekat toko milik Pritta
Nuna sangat Ekstaitet ke pameran milik King bahkan di dalam mobil dia terus menanyai kapan sampai pada Cio
"Tadi malam King telpon aku, dia bilang suruh aku datang" Ujar Nuna
"Iyah kamu udah bilang itu lebih dari 10 kali" Ucap Cio dan Nuna tertawa kecil
"Ya siapa tau kamu lupa Berci" Ucap Nuna
"Aku gak pikun" Jawab Cio
"Iyah enggak" Ucap Nuna
Mereka pun sampai ternyata sudah ada Serena dan yang lainnya disana, namun mereka tidak menemukan King
Mereka mendekati mereka bertiga
"King nya mana? " Tanya Nuna
"Kayanya belum datang soalnya pameran juga masih belum di buka" Ucap Serena
Hellen datang tapi dia hanya sendirian "Mana King nya ka Hellen? " Tanya Cio
"Dia bareng dengan Papi dan Mami" Jawab Helen
Pritta dan Syifa Menyenggol bahu Serena sambil tersenyum penuh arti
"Kalian apaan sih? " Tanya Serena kesal
"King datang bawa calon mertua kamu" Jawab Syifa
"Apanya yang mertua? " Ucap Serena
"Alah pura-pura gak paham lagi" Ucap Pritta
King datang dengan kedua orang tuanya dan Serena benar-benar gugup melihatnya tidak seperti biasanya
"Siang semuanya"Ucap King ramah pada yang lainnya
" Serena"Panggil Papi Prince tapi Serena hanya diam tidak seperti biasanya selalu riang tanpa rasa gugup seperti sekarang
"Serena kamu kenapa? " Tanya Cio
"Aku ke toilet dulu ka" Ucap Serena lalu dia berlari tapi King mengejar nya
Nuna mendekati Papi dan Mami nya King lalu menyalami mereka dengan sopan
"Ibu hamil ikut juga? kalau sampai keluar disini nanti bisa lucu" Canda Mami Tiara
"Gak kok Aunty soalnya kata dokter masih seminggu lagi" Ucap Nuna
"Iyah" Ucap Mami Tiara
"Chagiii aku khawatir dengan Serena" Bisik Cio pelan di telinga Nuna
"Serena memangnya kenapa? "Tanya Nuna lalu Cio menarik tangan Nuna agar menjauh
" Kayanya Serena takut dengan Aunty Tiara"Ucap Cio
"Takut kenapa? " Tanya Nuna
"Akhir-akhir ini dia sering di telpon sama Aunty Tiara buat jangan pernah tanggapin King" Ucap Cio dan Nuna diam sejenak
__ADS_1
"Kenapa gitu? memang nya kenapa, bukannya Serena orang yang baik bahkan dia tau Serena kan" Ujar Nuna
"Aunty Tiara masih dendam dengan Mamah Alice dan sampai ke Serena sekarang" Jawab Cio dan Nuna diam lagi sambil menatap Mami Tiara yang sedang berkenalan dengan teman-temannya
"Kenapa kaya gitu? " Tanya Nuna khawatir
"Dia terlalu menyanyangi Mommy dan dulu Mamah Alice lah yang selalu ganggu Rumah tangga Daddy dan Mommy bahkan dulu aku juga gak pernah di anggap ada oleh dia karena Mommy dulu pernah di nyatakan meninggal tapi ternyata jasad nya hanya di palsukan dan Mommy masih hidup, dan Aunty Tiara menyalahkan aku yang bayi sebagai pembunuhnya Mommy"Jelas Cio
"Segitunya? " Ujar Nuna dan Cio menganggukkan kepalanya
"Dia memang pendendam tapi karena rasa sayangnya ke Mommy makanya dia seperti itu kata Mommy" Ucap Cio
"King pasti bisa atasi ini" Ucap Nuna percaya pada King
"Semoga" Ucap Cio yang malah ragu
10 menit Serena di kamar dan dia kembali bersama dengan King
"Buka saja pamerannya, buat pameran ini sangat meriah" Suruh King pada pengurus pameran miliknya
Nuna sejak tadi memeluk bunga mawar putih yang di ambil cio untuknya bahkan dia sangat senang
Cio berjalan dengan Nuna karena Nuna yang mengajaknya jalan-jalan
"Chagii kamu kenapa kalau aku mau buat sesuatu ataupun aku kasih hadiah pasti nolak" Tanya Cio
"Aku ngerasa kamu gak mau nerima semua barang yang kukasih" Ucap Cio
"Aku gak suka hal berlebihan, contoh kaya bunga mawar yang aku minta cuma satu tapi kamu malah belikan satu ruangan, aku jadi takut minta sesuatu ke kamu" Jawab Nuna dan Cio tertawa
"Aku gak mau beli cuma satu tapi harus banyak" Ucap Cio
"Sebab aku gak tau kamu suka yang mana jadinya semuanya aja deh" Ucap Cio
"Iyah kan sayang? Papah kamu itu berlebihan banget" Ucap Nuna pada calon anaknya
Cio ikut mengelus perut Nuna "Papah gak berlebihan tapi mamah kamu aja yang nyebut Papah kaya gitu, nanti kamu jangan kaya Mamah yah, kamu harus jadi orang jutek, galak terus matre biar Cowo takut deketin kamu" Ucap Cio
"Loh kok gak nyambung? kenapa malah ke situ? " Tanya Nuna heran
"Papah juga bakal lebih galak lagi ke cowo yang berhasil jadi pacar kamu nanti" Ucap Cio yang tidak memperdulikan pertanyaan Nuna
"Berci kamu kalau ngomong sama anak kamu pasti lupa sama aku" Ucap Nuna dan dia menampilkan wajah sedihnya
"Kalau kamu nangis pasti lucu banget deh putri Papah, Papah akhir-akhir ini sering gemes liat video bayi perempuan terus bayangin kamu kaya gitu, rasanya pengen banget liat kamu nanti" Ucap Cio yang masih berbicara pada putrinya
"Berciiiiii" Panggil Nuna
"Iyah Chagiii" Jawab Cio tapi matanya masih di perut Nuna
Nuna memalingkan tubuhnya jadinya di membelakangi Cio agar Cio berhenti mengelus perut nya
"Chagii aku belum selesai ngomong ke dia nya" Ucap Cio
"Gak boleh elus-elus perut aku" Larang Nuna dan Cio mengerucut alisnya sebab belum tau apa salahnya
"Loh kenapa? " Tanya Cio lembut dan dia berjalan lalu berdiri di depan Nuna
"Chagiii" Panggil Cio dengan lembut
"Kenapa? " Tanya Cio tapi Nuna memalingkan wajahnya tidak mau sama sekali menatap Cio
Ketiga teman Nuna datang dengan masing-masing bunga di pelukan mereka sedangkan Serena tentu di amankan oleh King
"Nunaaaaaaa" Panggil mereka dengan senang
__ADS_1
Tapi langkah mereka terhenti sebab melihat ekpresi Cio yang seperti takut dan khawatir yang sedang mengajak Nuna berbicara
"Kayanya bumil lagi sensi lagi" Ucap Wati
"Pasti si Cio yang bikin gara-gara" Ujar Pritta
"Samperin atau gak? " Tanya Syifa
"Dari mukanya Cio kayanya kita harus pergi lagi deh" Jawab Wati
"Heran aku sama mereka sering banget berantem" Ucap Pritta terheran-heran dengan Cio dan Nuna
"Efek istri mau lahiran kan emang gitu" Ucap Syifa
"Emangnya iyah? " Ucap Wati
"Di depan kos kita aja contohnya, sama kaya Nuna kan tiap hari berantem" Ucap Syifa
"Berantem kenapa? " Tanya Pritta
"Suaminya gak mau kerja" Jawab Syifa
"Itu wajar kalau berantem bahkan halal suaminya buat di bunuh" Ujar Pritta
Cio memeluk Nuna sambil mengelus-elus punggung Nuna dengan nyaman
"Merajuk kenapa sih? " Tanya Cio pelan
"Kamu cuekin aku" Jawab Nuna dengan manjanya
"Aku gak cuekin kamu kok" Ucap Cio
"Kamu kalau ngomong sama putri kita pasti akunya di cuekin, aku cemburu Berciiii" Ucap Nuna
"Sama anak sendiri Chagii? " Tanya Cio tidak percaya
"Habisnya kamu cuekin aku terus" Jawab Nuna
"Maafin Aku yahh" Ujar Cio
"Gak mau" Jawab Nuna
"Kenapa gak mau? " Tanya Cio
"Habisnya kamu ngeselin" Ucap Nuna
Cio melepaskan pelukan nya lalu menepuk-nepuk kepala Nuna sambil tersenyum
"Kayanya setelah putri kita lahir, kita harus buat satu putra lagi biar aku gak kewalahan menghadapi dua wanita manja nantinya" Ucap Cio
"Kamu ada niatan mau hamilin aku setelah lahiran Berci? " Tanya Nuna tak percaya
"Iyah" Jawab Cio sambil tersenyum lebar
"Boleh kan? " Tanya Cio
"Emangnya kamu mau mereka cuma berjarak 1 tahun lebih aja? " Tanya Nuna
"Gak papa malah bagus jadinya mereka bisa satu kelas nantinya" Ucap Cio
"Mau yah? aku bisa kok nafkahin mereka" Ujar Cio
Nuna diam lagi sambil menatap Cio dengan mata berbinar-binar
Cio tertawa gemas melihat ekpresi Nuna dan dia hanya mengelus-elus pipi Nuna
__ADS_1