
Mereka pun juga pulang menuju mansion mereka tidak ke mansion orang tuanya
Kurang lebih 1 jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di mansion Cio
Entah kenapa Nuna merasa senang ketika sudah pulang ke mansion mereka sendiri bahkan Nuna tersenyum melihat mansion Cio
Mereka pun masuk dan ruangan pertama yang dia lihat masih sama tidak ada yang berubah tapi dia merasa rindu dengan mansion itu
"Kamu kenapa? " Tanya Cio yang melihat istrinya seperti sangat senang ketika sudah pulang
"Aku senang pulang ke mansion lagi" Jawab Nuna lalu memeluk Cio dari samping tapi dia hanya angguk-angguk
"Berciii" Panggil Nuna karena melihat suaminya yang tidak sama dengan nya
"Kita istirahat yah, aku cape banget" Ucap Cio lalu Nuna melepaskan pelukannya,bahkan Cio berjalan terlebih dahulu meninggal kan Nuna
Nuna mengejarnya tapi Cio terkesan cuek padanya tapi Nuna mengerti jika Cio sedang bersedih karena Serena tentunya
Ketika dia sampai di kamar Cio langsung merebahkan tubuhnya tapi bukan di kasur melainkan di sofa, Nuna melihat itu tentu merasa aneh bahkan Cio langsung memainkan ponselnya
"Berciii kamu kok ke sofa? gak mau ke kasur aja? " Tanya Nuna
"Nanti aku kesitu, aku mau disini dulu, kamu bersih-bersih aja duluan" Jawab Cio bahkan tidak menatap Nuna
Nuna menurut saja lalu dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
30 menit Nuna didalam dan dia keluar dari kamar mandi lalu melihat Cio
Nuna geleng-geleng kepala melihat suaminya tertidur dengan pulsanya di sofa
"Kan ketiduran" Ujar Nuna lalu dia mendekati suaminya
"Berciii" Panggil Nuna sambil menepuk-nepuk pipi suaminya
Cio membuka matanya bahkan matanya sangat merah seperti nya dia sangat kelelahan
"Ke kasur yuk, kalau tidur disini nanti badannya sakit" Ujar Nuna lembut pada suaminya
"Kamu sudah selesai mandinya? " Tanya Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya
"Kamu keramas?" Tanya Cio
"Enggak aku tadi cuma mandi badan aja, soalnya malam-malam keramas gak baik" Ujar Nuna
"Yaudah kamu pakai baju yang ada di lemari paling besar yah, harus di pakai" Suruh Cio
"Bukannya lemari di ruang ganti besar semuanya? " Tanya Nuna
"Kamu nurut aja yah" Suruh Cio lalu dia bangun berjalan menuju kasurnya
__ADS_1
Nuna juga menuju ruang ganti dan benar kata Cio jika ada beberapa lemari tambahan bahkan ukuran besar-besar
Tapi ada lemari yang paling besar dan Nuna membuka nya dan matanya terbelalak melihat semua baju yang ada di depannya
Semuanya adalah lingerie berbagai model dan warna sampai memenuhi lemari besar itu
"Berciii kamu suruh aku pakai ini? bisa-bisa kamu makan aku hidup-hidup" Ujar Nuna tapi dia mulai memilih-milih bajunya
Cio sesekali menatap pintu yang digunakan tadi sejak Nuna tidak kunjung keluar membuatnya agak gelisah
Senyumnya terbit dari bibir tipisnya melihat Nuna keluar tapi yang awalnya tadi dia tiduran sekarang duduk karena Nuna tidak memakai baju yang dia suruh malah masih memakai kimono nya tadi
Nuna berjalan sambil menunduk sambil memegangi kimononya dan Cio langsung menarik tangan Nuna, dia berdiri didepannya Cio sedangkan dia duduk
"Kenapa masih pakai kimono? kamu mau mandi lagi? " Tanya Cio tapi Nuna menggeleng
"Bajunya aneh-aneh semuanya" Jawab Nuna
"Aku malu pakainya" Sambung Nuna
"Malu kenapa? emangnya harus aku yang pakai baju itu? kan baju itu aku beliin buat kamu" Ucap Cio
"Pakai yah" Suruh Cio lagi sambil memegangi kedua tangan Nuna
"Aku pakai kok tapi aku lapisin sama kimono, aku kira kamu udah tidur tadi makanya aku bakal lepasin kimononya pas udah sampai di kasur" Ucap Nuna, dia sama sekali tidak berani menatap Cio
Cio ingin menarik kimono Nuna tapi ditahan oleh Nuna bahkan tatapan Nuna seperti tidak rela
"Buka Chagiii aku mau liat" Ujar Cio tapi Nuna menggeleng menolak
Nuna diam sejenak lalu melepaskan tangannya dari bajunya seakan-akan membiarkan Cio membuka kimononya
Senyum Cio langsung terbit dari bibirnya lalu Cio langsung membukanya dengan kasar dan kimono Nuna terjatuh di kakinya
Seakan-akan bangga melihat Nuna yang memakai lingerie berwarna navy di depannya
"Aku baru selesai mandi masa disuruh pakai baju begini? bisa-bisa aku masih angin" Ujar Nuna
"Gak akan masuk angin kok, kita olahraga malam ini" Ujar Cio lalu menarik Nuna naik ke ranjang
Cio menepukkan tangannya agar lampu utamanya mati dan hanya menyisakan lampu kecil
Nuna berada di bawah Cio dan dia langsung menyerang bibir dan leher Nuna, apalagi Nuna baru selesai mandi membuat Cio semakin semangat
Baru mulai Nuna sudah mendesah karena ulah Cio yang seperti benar-benar ingin memakannya hidup-hidup sekarang
Cio menyusuri semua bagian tubuh Nuna makanya dia menggeliat di buat Cio
Cio membuka kaki nya Nuna dia ingin melihat yang selalu di sembunyikan Nuna
"Seminggu lagi kamu halangan kan? " Tanya Cio
__ADS_1
"Kamu tau dimana? " Jawab Nuna
"Aku selalu hitung tanggal-tanggal kamu jauhin aku" Ujar Cio dan Cio menyerang bawahnya Nuna
Nuna langsung mengerang tapi dia menutup mulutnya tangan kirinya menarik rambut Cio yang ada di bawahnya
"Berciiii" Ujar Nuna sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa geli yang dibuat Cio
Tidak lama dia disana lalu mulai menegakkan tubuhnya lagi bahkan mulai mengarahkan adiknya ke milik Nuna
"Aku gak akan pakai pengaman Chagiii" Ujar Cio dan dia langsung memasukkan nya
Nuna tersentak lalu memeluk Cio yang ada di atasnya, kemudian mulai memaju mundur kan pinggulnya
Pelukkan Nuna sangat erat di leher Cio dan mereka saling tatap
"Hamil yah Chagiii" Ujar Cio sambil terus melakukan aktivasi nya
Nuna hanya mengangguk sambil menatap wajah Cio yang ada di atasnya
Beberapa kali Nuna merasa rahim nya hangat karena Cio mengeluarkan benih-benih tapi Cio sama sekali belum ada niatan berhenti menggempur Nuna
"Berci aku capee" Ujar Nuna karena Cio sama sekali tidak ada lelah nya bahkan semangatnya tetap berkoar-koar ingin membuat Nuna hamil
"Sebentar lagi Chagiii" Ujar Cio
"Kamu sangat sexy pakai lingerie itu makanya aku sangat bergairah" Tambah Cio
Kurang lebih 4 jam Cio menggempur Nuna walaupun berjeda-jeda tapi hanya sebentar sampai Nuna pasrah dengan stamina suaminya
Cio pun kembali membanjiri rahim Nuna dengan benih-benihnya dan dia terjatuh di badannya Nuna
Badan mereka berdua sama-sama banjir keringat, nafas mereka ngos-ngosan apalagi Cio
"Untung aku gak pingsan" Ujar Nuna, Cio yang mendengar itu malah tersenyum
"Pasti tumpah-tumpah itu di kasur soalnya rahim ku gak mampu nampung semuanya" Ujar Nuna
"Makin banyak yang masuk bukankah lebih baik? Aku mau anak perempuan kembar Chagii" Ujar Cio
"Perempuan? " Tanya Nuna
"Kenapa gak Laki-laki? " Tanya Nuna
"Karena dulu aku mau punya kaka perempuan tapi mustahil kan, makanya aku mau anak kita yang pertama perempuan yah" Pinta Cio
"Amin" Jawab Nuna lalu Cio membalik tubuhnya ke sampingnya Nuna
Dia menyusupkan tubuhnya ke pelukan Nuna bahkan wajah Cio ada di dada Nuna
"Badan kamu wangi banget makanya aku suka ciumin nya" Ucap Cio
__ADS_1
"Kamu yang beliin aku parfum, sabun bahkan yang sediain skincare aku Mommy kan bukan aku sendiri" Ujar Nuna
"Aku tidur yah" Ijin Cio lalu memejamkan matanya