SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 23


__ADS_3

Pelayan datang membawakan sebaskom air hangat dan juga anduk kecil awalnya pelayan yang menawarkan diri untuk memkongpres Nuna tapi Cio menolaknya bahkan mengusir para pelayan


Cio ingin membuka baju Nuna bagian perutnya tapi Nuna menahan tangan Cio


"Aku gak akan ngapa-ngapain kok Nuna,aku cuma mau redakan sakit kamu aja"Ucap Cio dengan lembut


Nuna menganggukan kepalanya dan Cio membuka baju Nuna tapi hanya bagian perutnya saja


Cio mencelupkan anduk itu tapi malah tangannya yang kepanasan terkena air yang masih panas


Cio menggigit bibir nya agar tidak meringis karena panas


Cio mencelup kan nya dan memeras anduk itu sambil menahan panas nya tapi dia juga tidak langsung meletakkan nya ke perut Nuna menunggu lebih hangat baru dia meletakkan nya


Nuna terlongak menatap langit-langit kamar merasa hangat anduk di letakkan di perutnya


Jika anduknya sudah mendingin Cio kembali mencelupkan anduknya dan seperti terus menerus


"Udah mendingan?"Tanya Cio dengan lembut dan Nuna duduk dibantu oleh Cio


Nuna melihat tangan Cio yang memerah karena panas membuat sangat terkejut


"Tangan kamu merah?"Tanya Nuna


"Aku gak papa kok,asalkan kamu membaik dan aku juga baik"Jawab Cio dan dia tersenyum


"Pasti gara-gara air panas kan?"Tanya Nuna


"Oh ya aku harus beli obat pereda haid dulu ke apotek"Ucap Cio mengalihkan pembicaraan mereka


"Tapi tangan kamu merah gitu Bercio,kamu jangan alihin pembicaraan"Ucap Nuna sambil memegang kedua tangan Cio


"Aku gak papa kok Nuna,Aku gak separah kamu"Ucap Cio dan dia ingin berdiri untuk membeli obat


"Kenapa harus kamu yang beli?suruh anak buah kamu aja"Saran Nuna


"Aku bisa kok"Jawab Cio


"Kalau kamu pergi aku sama siapa Bercio?"Tanya Nuna


Cio menghela nafasnya dan menyentuh kepala Nuna yang ada dihadapannya


"Iyah aku disini aja Nuna"Jawab Cio dan dia kembali duduk di kursinya dan mereka duduk berhadapan bahkan jaraknya sangat dekat


"Beneran sudah mendingan?'Tanya Cio dan dia merapikan rambut istrinya


"Masih agak sedikit nyeri sih tapi gak papa sih,aku masih bisa tahan"Jawab Nuna dan dia tersenyum tipis

__ADS_1


Cio menelpon anak buahnya untuk membelikan obat nyeri haid untuk Nuna setelahnya dia kembali menatap wajah Nuna


"Kamu kok pulang?masih jam kuliah kan?"Tanya Nuna


"Aku kepikiran kamu terus Nuna dan pirasat ku benar"Ucap Cio dengan tatapan tenang menatap Nuna


"Kamu tinggalin pelajaran buat aku?"Tanya Nuna


"Dosennya gak masuk Nuna katanya sih anak nya sakit makanya kosong dan aku langsung pulang aja sih"Jawab Cio


"Seperduli itu kamu Bercio ke aku?padahal aku selalu berusaha tolak kamu"Batin Nuna


"Jangan sakit-sakit lagi yah!"Suruh Cio dengan lembutnya


Nuna benar-benar tersihir oleh Cio sekarang karena dia benar-benar merasa jika suaminya sangat perhatian padanya


"Aku selalu bertingkah keras kepala tapi kenapa kamu tetap baik dan perduli Bercio?"Tanya Nuna sambil menatap mata Cio


"Kenapa di tanya?jawaban nya kan jelas?aku suami kamu dan kamu istri aku,kamu adalah pakaian ku jika pakaian ku rusak bukankah aku harus memperbaiki nya?"Jawab Cio dengan tenang bahkan sambil tersenyum


"Sudah yah!nanti kalau keadaan kamu sudah membaik dan haid kamu sudah selesai mau jalan-jalan kemana?"tanya Cio


"Atau mau apa?"Tawar Cio


"Kalau gak gini aja!kamu suka apa?"Tanya Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya


"Kamu gak perlu kasih aku apa-apa bercio,Aku takut nanti kamu bakal tagih semuanya dan itu buat aku terjebak"Jawab Nuna dan Cio tertawa mendengar jawaban Nuna


"Jadi maksud kamu aku mau jebak kamu?coba kamu pikirin misalnya aku jebak kamu aku dapat apa?"Tanya Cio


"Aku dapat apa?dapat uang?gak mungkin atau aku dapat anak?"Sambung Cio lagi sambil tersenyum tipis


"Nah kan?itu lebih bahaya dari uang"Ucap Nuna membuat Cio tertawa sambil menundukkan kepalanya


"Seberapa hebatnya kamu buat aku luluh pemenang tetap Jordi"Sambung Nuna membuat Cio menegakkan kepalanya dengan perlahan dengan tatapan tak percaya


"Jadi aku mohon bercio jangan buat Budi terlalu banyak karena aku takut gak bisa balas Budi kamu nanti"Mohon Nuna bahkan dia menangkup tangannya didepan Cio


"Eh kamu kenapa memohon seperti ini?Budi apa aku menolong kamu ikhlas tanpa pamrih"Ujar Cio sambil membuka tangkupan tangan Nuna


Cio menurunkan kepalanya dan dia meletakkan tangannya di kedua pipinya


"Aku gak akan pernah minta balasan apapun dari kamu Nuna karena aku menolong kamu memang aku perduli ke kamu"Jawab Cio


"Mulut ku memang sampah tapi aku gak sebrengsek itu"Ucap Cio lagi


"Cukup kamu diam di mansion ini jadi istri yang baik dan patuh udah itu aja kok"Ujar Cio lagi

__ADS_1


"Tapi aku gak pantas buat kamu Bercio"Ucap Nuna dan Cio menutup mulut Nuna dengan telunjuknya


"Gak pantas karena kamu pantasnya buat Jordi?"Tanya Cio tapi Nuna hanya diam


"Misalnya kamu masih bersih kekeh untuk menikah dengan Jordi aku yakin kamu pasti akan jadi pembantu nantinya tapi kalau kamu dengan aku,aku akan jadinya kamu ratu Nuna"Ujar Cio dengan tatapan dalam menatap Nuna


"Sudah lah,kamu istirahat lagi yah"Suruh Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya dengan bibir manyun membuat Cio tersenyum


"Kenapa?nanti sakit lagi"Ucap Cio lembut sambil mengelus pipi Nuna


"Aku gak mau istirahat"Jawab Nuna


"Ya sudah mau nya apa?"Tanya Cio dan dia menatap Nuna dengan wajah bertopang pada tangannya


"Kalung ku mana?"Tanya Nuna pelan


"Ada kok memangnya kenapa?"Jawab Cio


"Kenapa kamu ambil?bukannya kamu kasih buat aku?"Tanya Nuna dengan ekspresi takut-takut kalau Cio akan marah


"Ada kok Nuna lagi ku perbaiki dan sedikit ku percantik"Jawab Cio


"Gelang ku juga ku perbaiki supaya kita sama terus"Sambung Cio


"Aku kira kamu bakal buang kalung itu"Ujar Nuna


"Buang kalung itu?Gak akan Nuna misalnya pun kalung itu gak aku kembalikan ke kamu mungkin bakal ku simpan"Ucap Cio


Nuna benar-benar suka berbicara dengan Cio karena wibawa Cio sangat keluar jika dia sedang serius bahkan tatapan mata sangat membuat nyaman bahkan salah tingkah


Nuna menatap Nuna dan menyentuh wajah Cio tapi dia diam karena dia ingin tahu Nuna ingin melakukan apa


"Kamu benaran berci yang dulu?"Tanya Nuna dan Cio menganggukan kepalanya


"Aku Arbercio Dirgantara Wijaksono"Jawab Cio dan dia tersenyum sampai matanya menghilang,senyum khas Cio masih kecil karena dulu wajahnya bulat jadinya kalau dia tersenyum pasti matanya akan menghilang


Nuna tersenyum melihat senyum Cio yang memang itu benar-benar dia


"Jika aku sudah dewasa aku akan menikahi Kaka Nuna walaupun harus merengek ke Daddy"Ujar Cio dan itu adalah kata-kata yang sering Cio katakan dulu


"Yah kamu benar-benar Berci"Ucap Nuna sambil tersenyum


"Memangnya aku siapa?"Tanya Cio


"Jangan anggap aku berci lagi tapi aku adalah Arbercio suaminya Nuna"Ucap Cio dan dia mengerucutkan wajahnya lalu mentoel hidung Nuna


"Mau memeluk ku tanda pertemuan kita sekaligus perdamaian kita juga?"Tawar Cio tapi Nuna melepaskan tangannya dari wajah Cio dan Cio mengira jika Nuna ingin memeluknya tapi ternyata tidak

__ADS_1


"Ya sudahlah tidak ada pelukan untukku"Cio membatin membuat Nuna tersenyum


__ADS_2