
Disisi King
Dia pun sampai di negara Korea dan mereka sekarang sedang menuju hutan yang di maksud oleh Tiara Aiden
"Apa ini benar tempat di mana Cio berada King? " Tanya Rio yang masih terlihat panik dan khawatir
"Aku yakin Om! " Jawab King
King yang menyetir kan mobil tapi masih di iringi oleh beberapa bodyguard dengan 5 mobil di belakangnya
Mereka sudah masuk sudah jauh ke dalam hutan, Rio mendengar teriakan nyaring Cio membuat nya sangat terkejut bahkan dia menyuruh King cepat
Tepat di depan mereka ada 3 tenda yang sedang terbangun dan tidak jauh dari tenda itu ada Cio yang tergantung layaknya samsak tapi dia sudah tidak berdaya bahkan pingsan
King melajukan mobilnya dengan cepat lalu menabrak ketiga tenda itu sampai hancur bahkan ada orang di dalam tenda itu tapi King tetap melindas tenda itu
Mobilnya berhenti dan Rio langsung turun untuk menyelamatkan putra nya sudah tidak berdaya sama sekali
"Arbercio" Panggil Rio dengan nada lirih lalu bodyguard nya dengan sigap menolong Cio
Cio terjatuh tepat di pangkuan Daddynya dan Rio meneteskan air matanya melihat putra nya. Untuk ke dua kalinya dia melihat Cio seperti ini
Cio membuka matanya dia tersenyum tipis pada Daddy Rio "Akhirnya Daddy datang" Ucap Cio dengan nada pelan sekali
Rio langsung menggedong Cio masuk kedalam Mobil dan baru saja Rio memasukkan Cio ke dalam mobil ada 10 orang yang baru datang mencegat mereka dengan pistol dan juga pisau
King melihat gerombolan orang itu langsung berdiri membelakangi Daddy Rio yang sedang memasukkan Cio ke dalam mobil
"Membawa kelinci kami sama saja akan menjadi kelinci" Ucap Salah satu gerombolan dari mereka
Mereka sudah membidik ingin menembak mereka bertiga tapi King dengan cepat menembak tangannya sampai pistolnya terjatuh, dia juga berteriak karena tangannya terluka
Rio sudah selesai memasukkan Cio lalu menutup pintunya dan ikut berdiri menatap tajam mereka
Prince, dan Rio sama-sama mengeluarkan pistol mereka dengan ekspresi datar menatap 10 orang itu
King mengangkat tangannya memberikan kode pada para bodyguard nya
Bodyguard mereka langsung menghujani mereka tembakkan semuanya langsung tewas dengan tembakkan di kepala mereka masing-masing
__ADS_1
"Kalian pasti tahu kan apa yang harus kalian lakukan? " Ucap King pada bodyguard nya
Mereka mengangguk dan langsung menghampiri para mayat yang sudah mati itu sedangkan mereka pergi untuk membawa King kerumah sakit tentunya
Cio kembali tidak sadarkan diri tapi Rio memeluknya karena tubuh Cio sangat dingin sambil memeberikan kehangatan pada putranya
Cio memang tidak kuat terkena cuaca yang sangat dingin, apalagi di negara Korea sedang musim dingin
"Arbercio" Panggil Rio tapi dia tidak menjawab, dia masih tetap memejamkan matanya dengan nyamannya
Tubuh Cio sangat menyedikan bahkan hampir semua sisi dari tubuh nya ada luka bekas pukulan dan sayatan
1 jam lebih di perjalanan keluar dari hutan untuk membawa Cio ke rumah sakit
Mereka sampai dirumah sakit dan syukur nya rumah sakit itu dengan cepat menolong Cio membawa nya kedalam ruang penanganan
Rio terduduk dengan tatapan kosong menatap lantai tertunduk sedangkan Prince dan King berdiri di sampingnya
"Apa aku boleh memberikan tahu Nuna dan Aunty Intan? " Tanya King pada Rio
"Nanti saja! " Jawab Rio singkat
"Siapa pelakunya King? " Tanya Rio
"Orang tuanya Nuna? " Tanya Prince tak percaya dan King mengangguk
Rio tentu sangat marah sekarang, kenapa bisa mertua putra nya sendiri yang melakukan itu
"Kirimkan teror ke mansion nya King" Suruh Rio
"Baik Om! " Jawab King lalu dia menghubungi bodyguard nya itu melakukan sesuatu pada Tuan Figo
3 jam berlalu
Cio sudah selesai di tangani lalu Dokter keluar tentu Rio mendekati dokter itu
Dokter itu memberitahu apa yang sudah terjadi pada Cio pada mereka bertiga
"Kaki kiri dan tangan tangan nya patah bahkan jari-jari juga remuk karena terlindas benda berat" Ucap Dokter
"Dia benar-benar harus di tangani ekstra di sini karena melihat kondisi yang memang perlu di tangani" Sambung Dokter
__ADS_1
"Banyak sekali luka pukulan benda tumpul dan luka sayatan tapi dia hebat luka separah itu tapi masih bisa hidup" Tambah Dokter
"Tapi tenang saja, dia tidak akan mengalami kelumpuhan tapi pemulihan tulang nya saja mungkin yang lama nantinya" Jelas dokter itu
Rio bertopang pada Prince mendengar keadaan Putra nya yang begitu mengenaskan karena penculikan yang tidak beberapa jam itu
"Separah itu? bukannya dia hanya di culik kurang lebih 10 jam saja? " Tanya Prince tak percaya pada keadaan Cio yang begitu mengerikan
Dokternya pergi untuk memeriksa pasien lain tentunya tapi dia akan datang sejam sekali untuk melihat keadaan Cio nantinya
"Arbercio" Ucap Rio lalu Prince mendudukkkan sahabatnya itu ke kursi
"Aku akan membunuh si Figo itu" Ancam Rio, dia ingin berdiri tapi di tahan oleh King dan Prince
"Rio kita di sini dulu" Suruh Prince
"Tidak! aku akan menemui iblis itu! " Ucap Rio yang naik pitam setelah mendengar keadaan putra nya
"Jika kita tinggalkan Cio disini? Bisa-bisa hal yang lain akan terjadi om! " Ucap King
"Kita tunggu keadaan Cio membaik, aku janji akan memantau dia terus nantinya" Sambung King lalu Rio berhenti berontak
Lalu dia kembali terduduk di kursi dengan tatapan kosong "Kedua anak ku masuk rumah sakit? apa ini bisa di katakan kegagalan sebagai seorang Daddy? " Ucap Rio tapi Prince menegurnya
"Ini musibah bukan kegagalan Rio! jangan menyalahkan dirimu" Tegur Prince
"Tenangkan pikiran mu! aku akan memindahkan Serena dan juga Intan nanti kesini, agar kita tidak perlu mengkhawatirkan mereka" Ucap Prince lagi
"Kamu diam aja, biarin gua urus semuanya" Ucap Prince lagi lalu Rio hanya diam mengangguk
Disisi Nuna
Nuna masih menunggu King menelponnya mengharapkan kabar baik dari King
"Berciii" Ucap Nuna yang tak henti berdoakan suaminya
Serena tertidur karena dia berikan obat oleh perawat tadi untuk pemilihan nya juga
Mommy Intan mendekati Nuna dan duduk di samping Nuna sambil menepuk pundak Nuna
"Cio sudah ditemukan Nuna, bahkan dia sudah dibawa kerumah sakit" Ucap Mommy Intan tentu membuat Nuna sangat senang mendengar itu
__ADS_1
"Bagaimana keadaan nya Mom? " Tanya Nuna
"Kita lihat dia pas kita sudah disana saja yah, Mommy gak sanggup ceritainya ke kamu" Ucap Mommy Intan dan Nuna hanya diam sambil mengangguk