SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 68


__ADS_3

Hari sudah semakin siang tapi Cio masih belum bersiap untuk berangkat kuliah bahkan dia terus menempeli Nuna


"Kamu gak kuliah? " Tanya Nuna tapi Cio malah menggelengkan sambil memajukan bibirnya


"Kenapa? " Tanya Nuna


"Aku mau jalan-jalan sama hari ini" Jawab Cio


"Kuliah kamu gimana? kalau kamu gak masuk nanti kamu yang susah" Ujar Nuna


"Jadi aku harus kuliah? " Tanya Cio sambil memutar bola matanya


"Iyah! "Jawab Nuna sambil angguk-angguk


" Materi hari ini kurang aku sukai"Ucap Cio


"Aku juga cape Chagiii" Keluh Cio dengan manja sambil mempererat pelukannya


Ponsel Cio berdering dan dia mengambil ponselnya yang ada di atas meja tapi ketika dia melihat siapa penelponnya dia pun meletakkan kembali ponselnya


"Kenapa? " Tanya Nuna


"Jessica yang telpon aku males ah, paling-paling juga tanya tugas setelahnya nanyain hal yang lain" Jawab Cio


"Hal lain kaya gimana? " Tanya Nuna lalu memiringkan tubuhnya dengan tangan menjadi bantal nya


"Kamu nanya? " Ucap Cio lalu dia tertawa


"Aku serius" Ucap Nuna lalu memukul tangan Cio


"Tanyain lagi dimana, udah makan? lagi apa? " Ujar Cio membuat Nuna diam sejenak


"Jessica itu yang mana? yang kemarin? " Tanya Nuna dan Cio menganggukkan kepalanya


"Dia teman kamu? " Tanya Nuna


"Iyah" Ucap Cio


"Teman Serena bukan teman aku sih sebenarnya soalnya gara-gara aku sering temenin Serena kan jadinya dia kenal" Ujar Cio lagi dan Nuna menganggukkan kepalanya


"Kamu siap-siap yah! soalnya kamu harus kuliah" Suruh Nuna lembut


"Aku bakal siapin semuanya deh nanti" Ujar Nuna


"Kuliah yah" Pinta Nuna lagi


"Kamu aku tinggal gak papa? Mommy gak ada di mansion cuma kamu sendirian disini" Ujar Cio


"Aku gak papa" Ucap Nuna dengan yakin

__ADS_1


"Aku bisa sendirian aja kok! " Ucap Nuna


"Kamu mau ikut Mommy ke tempat kerjanya? atau kamu ikut aku kuliah? " Tanya Cio


"Aku di mansion aja, misalnya aku ikut Mommy yang ada aku gangguin dia dan kalau aku ikut kamu yang ada kamu gak bakal belajar nanti" Ucap Nuna membuat Cio tertawa kecil


Cio mendekatkan dirinya bahkan wajahnya juga sangat dekat karena mereka saling berhadapan


"Ketika kita pulang nanti aku akan kasih kejutan di mansion kita, aku buat sesuatu nanti yang buat kamu senang" Ucap Cio


"Apa itu? " Tanya Nuna


"Kamu gak boleh tahu" Jawab Cio dan dia mencium pangkal hidung Nuna lalu buru-buru turun dari ranjang dan berlari kecil menuju kamar mandi


"Berciiiii" Teriak Nuna sambil menengok pintu kamar mandi yang sudah tertutup


"Dasar Bocil!" Dumel Nuna sambil mendengus kesal


"Semoga keputusan benar untuk memaafkan Berci dan mau berdamai dengan dengan nya demi rumah tangga kami" Batin Nuna


15 menit berlalu


Cio keluar dari kamar mandi dengan kepala basah sambil mengeringkan rambutnya dengan anduk dia


Dan ternyata Nuna sudah duduk di sisi ranjang dengan baju pilihan Nuna untuk di pakai Berci nantinya ke kampus


"Kamu sudah bisa jalan? " Tanya Cio


"Oke oke! " Ujar Cio lalu dia ingin berjalan menuju cermin yang tak jauh dari kasur nya tapi dia malah terpeleset membuatnya terjatuh


Cio yang hanya menggunakan anduk untuk menutupi setengah badannya malah terbuka


Cio meringis tapi Nuna malah menutup wajahnya tidak mau menatap Cio


Sambil meringis dia pun duduk dan dia melihat Nuna yang menutup wajahnya membuatnya heran


"Chagiii kenapa nutup muka? " Tanya Cio dengan raut wajah yang kesal


"Makanya tutupin dulu itu kamu" Suruh Nuna


"Chagiiii aku ini jatuh mana sakit lagi, seharusnya kamu tolong aku bukan malah diam kaya gitu" Ujar Cio dan Nuna membuka sela-sela jarinya menatap Cio tapi dia menutup rapat lagi karena Cio masih telanjang


"Chagiiii aku tersinggung kalau kamu tutupin muka kamu gitu pas liat aku kaya gini, padahal kamu sudah tau rasa nya kan tapi liat bendanya kamu malah tutup muka" Ucap Cio dengan nada manja


"Cepetan tutupin Berci" Ujar Nuna


"Gak mau! kecuali kamu bantuin aku berdiri baru aku tutupin" Ucap Cio dengan nada manja


"Aku juga gak mau bantuin" Ujar Nuna

__ADS_1


"Chagiiii" Rengek Cio dengan manja sambil menghentakkan kakinya


Nuna masuk kedalam selimut bahkan membungkus seluruh tubuh nya membuat Cio berhenti bertingkah seperti anak kecil


Cio pun mengalah dan dia berdiri mendekati Nuna bahkan menarik paksa selimutnya dan selimut nya terlempar ke lantai terlihatlah Nuna sedang meringkuk


"Aku ngambek gara-gara gak di perduliin" Ujar Cio dan dia mengambil baju nya lalu masuk ke ruang ganti untuk memakai bajunya


Nuna bukannya takut karena sudah membuat Cio ngambek katanya tadi tapi malah tertawa kecil karena Cio yang bertingkah lucu layaknya seperti anak kecil


10 menit Cio berada di ruang ganti sampai di keluar dengan wajah masam bahkan dia langsung saja pergi menuju pintu tapi Nuna berlari sekencang mungkin untuk menahan suami kecil nya itu


"Mau berangkat kok gak pamitan? " Tanya Nuna sambil berdiri didepan Cio sambil merentangkan tangannya


"Kan aku udah bilang kalau ngambek" Ujar Cio dan Nuna bertingkah lucu di depan Cio seperti menggembungkan pipinya


"Ngambek kok gitu? " Ujar Nuna dengan mata puppy yang sangat lucu


"Ohhh Tuhan ekpresi itu sangat menggemaskan bahkan melebihi Serena" Batin Cio


"Aku mau berangkat" Ujar Cio dengan ekpresi dinginnya


"Gak mau sun atau peluk-peluk dulu? " Ujar Nuna dengan nada manja agar Cio luluh padahal dia tahu jika suaminya sudah luluh tapi karena Cio masih menahannya jadi nya dia juga terus berusaha


"Aku gak di kasih ciuman sama pelukan sama suami ku sendiri padahal aku bakal di tinggal sendirian di sini" Ucap Nuna dengan raut sedih nya


"Chagiiiii" Keluh Cio


"Apaaaa? " Jawab Nuna


Cio ingin memeluk dan menciumnya tapi Nuna malah menghindar bahkan kabur menjauh sambil tersenyum tipis untuk mengerjai suaminya


"Katanya mau di peluk sama di cium kok malah kabur? " Ujar Cio sambil berlari kecil mengejar Nuna jadinya mereka saling kejar di kamar


"Aku juga ngambek sama kamu soalnya gak peka" Ucap Nuna dan Cio menghentikan langkah nya begitupun Nuna dan mereka saling berhadapan dengan sofa menjadi pembatas mereka


"Ya udah aku berangkat" Ujar Cio dan dia sudah berbalik tapi Nuna berlari lagi dan memeluk Cio dari belakang


"Semangat kuliahnya yah! jangan dekat-dekat sama cewe lain soalnya aku gak suka suami ku di dekatin cewe lain selain aku" Ucap Nuna


Cio tersenyum bahkan hatinya berbunga-bunga karena Nuna yang mulai melarang-larangnnya


"Berciiii" Panggil Nuna sambil menggoyangkan tubuh Cio


"Iyah Chagiii enggak kok" Jawab Cio


"Janji yah! " Ucap Nuna


"Iyah janji" Jawab Cio

__ADS_1


"Kalau gitu mau di Sun Berciii" Pinta Nuna dengan manja, dia melepaskan pelukannya dan Cio berbalik dan dia mencium seluruh wajah istrinya setelahnya dia pergi tapi Nuna tidak mengantarkan nya sampai depan karena Nuna yang memakai baju minim


__ADS_2