SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 153


__ADS_3

30 menit menunggu kedatangan Hellen datang dan akhirnya dia datang


Dengan terburu-buru dia menghampiri Nuna yang sedang terbaring di kasur


Hellen langsung memeriksa Nuna tapi dia mengerucut kan alisnya sebab tidak menemukan sakit apapun


"Kaya nya Nuna cuma demam" Ujar Hellen


"Syukur nya juga tidak parah,soalnya detak jantung, dan semua fisik Nuna baik-baik aja" Sambung Hellen


"Tapi menurut ku dia demam" Ucap Hellen yang bingung dengan sakit Nuna


"Kamu kecapean Nuna? kamu habis ngapain? " Tanya Hellen


Serena ingin membuka mulut nya untuk berbicara tapi tangannya di tahan oleh Nuna membuat nya mengurungkan niatnya


"Kamu cukup istirahat gak perlu ke rumah sakit kok" Ujar Hellen lagi


"Makasih Hellen" Ucap Nuna


"Bener-bener istirahat yah Nuna" Suruh Hellen


"Bayi kamu gak papa kok tapi cuma kamu yang aku sakit" Ucap Hellen lagi


"Suami kamu mana? " Tanya Hellen


"Di kamar,kayanya belum bangun" Jawab Nuna


Hellen menatap Serena"Mata kamu sembab habis nangis? "Tanya Hellen


" Aku panik gara-gara kaka sakit makanya nangis"Jawab Serena


"Nuna gak papa kok" Ucap Hellen


"Ini masih pagi banget loh" Ucap Hellen sebab sekarang masih jam 4 pagi


"Kenapa kaka mau ngeluh? bukannya tugas dokter itu emang kaya gitu yah? harus siap terus" Ujar Serena


"Iyahh" Ucap Hellen


"Oh ya Nuna, aku punya temen dokter spesialis tulang, menurut ku dia bakal cocok untuk bantu Cio cepat sembuh" Ucap Hellen


"Kamu tenang aja soalnya dokter nya cowo" Ucap Hellen lagi


"Dia udah tanganin pasien dengan berbagai keluhan tulang" Sambung Hellen


"Nanti aku bicarakan dengan suami ku, soalnya dia juga sudah sangat ingin bisa jalan lagi" Ucap Nuna


"Oke, aku ikut tidur disini yah, kalau pulang aku males"" Ucap Hellen dan dia membereskan alat-alat dokternya lalu merebahkan tubuhnya di samping Serena

__ADS_1


Dengkur Hellen sudah terdengar dan menandakan jika dia sudah tertidur membuat Serena geleng-geleng kepala dengan tingkah Hellen


"Aku ngerasa bersalah sama kaka, kalau ka Cio tau pasti dia makin marah" Ucap Serena dengan raut wajah sedih


"Aku gak papa kok, kamu tenang aja" Ucap Nuna


"Kamu jangan bilang siapa-siapa yah, bahkan suami ku pun belum tahu jika aku bisa melakukan hal seperti tadi" Ucap Nuna


"Makasih ya ka, karena kaka aku bisa ketemu Mamah walaupun cuma sebentar" Ucap Serena


"Iyah" Ucap Nuna


Hari semakin siang


Cio membuka matanya namun Nuna tidak ada di samping nya


"Chagii" Ucap Cio bahkan dia langsung bangun sempurna sebab nuna tidak ada


Cio mengambil tongkatnya untuk dia berjalan dan ketika dia ingin turun dari ranjang pintu kamarnya terbuka yang masuk adalah Serena


Serena buru-buru berlari mendekati Cio berniat ingin membantu nya berdiri


"Gak perlu! aku bisa sendiri" Ujar Cio bahkan wajah ketus sekali dan Serena tidak berani lagi mendekati Cio dia hanya berdiri menatap Cio


"Ka Nuna ada di kamar tamu soalnya tadi malam dia tidur denganku" Ucap Serena


"Kenapa kamu yang kesini bukan istriku? " Tanya Cio


Cio pun berjalan dengan susah payah ingin mendatangi Nuna yang ada di kamar tamu, Serena mengikuti Cio di belakang sambil mengawasi Cio juga


Cio sampai dia melihat Nuna sedang konpres oleh pelayan "Berci" Ucap Nuna


"Kenapa kamu sampai demam Chagii apa yang terjadi? " Tanya Cio padahal dia belum sampai ke tempat Nuna berbaring


Hellen sudah pergi 1 jam yang lalu sebab dia akan pergi berkerja lagi


"Kata Hellen aku hanya kecapean" Jawab Nuna dan Cio langsung duduk disisi ranjang mengelus rambut istrinya


"Kamu kecapean pasti karena aku kan? aku benar-benar menyusahkan kamu" Ucap Cio yang menyalahkan dirinya


"Aku gak papa kok, keadaan ku sudah membaik" Ucap Nuna


"Aku gak perlu khawatir Berci" Ucap Nuna


"Kita kerumah sakit yah" Tawar Cio


"Kata Hellen aku gak perlu kerumah sakit" Ucap Nuna


"Maafin aku" Ucap Cio sambil merapikan rambut Nuna

__ADS_1


"Dasar aneh, kamu nggak salah malah minta maaf" Ucap Nuna bahkan dia tertawa kecil


Cio menoleh menatap Serena yang berdiri di belakangnya


"Apa Daddy mengusir kamu dari sini? " Tanya Cio


"Aku yang mau pergi" Jawab Serena


"Apa kaka mau mengusirku? " Tanya Serena lagi tapi Cio tidak menjawab pertanyaan Serena


"Aku mau Serena disini aja" Ucap Nuna sampai pintu kamar terbuka yang masuk adalah Mommy dan Daddy Rio


Mommy Intan berjalan terburu-buru dan langsung memeluk Serena


"Mommy kira kamu kemana sebab tadi pagi Mommy ke kamar kamu" Ucap Mommy Intan sambil memeluk dengan erat putrinya


Daddy Rio berdiri sambil mengelus rambut Serena, dia juga sebenarnya takut jika putrinya pergi sebab rasa marahnya mengalahkan rasa sayangnya


"Maafin Serena Mom, Daddy dan Serena janji bakal jauhin dia buat kalian dan Serena juga" Ucap Nya, semua tersenyum begitupun Cio


"Janji yah" Ucap Daddy Rio dan Serena mengangguk


"Kenapa bisa Digo sekampus sama aku dan Serena bukannya dia ada di bandung" Batin Cio


"Mom ka Nuna sakit" Ucap Serena


"Apa" Ucap Mommy Intan terkejut dia melepaskan pelukkannya lalu mendekati Nuna


"Sakit kenapa kamu sayang? " Tanya Mommy Intan dengan khawatir


"Aku hanya kecapean kata Hellen Mom" Jawab Nuna


"Kok bisa sampai ke capean? kamu ngapain aja? bukannya semua sudah di kerjakan sama pelayan disini" Ucap Mommy Intan


"Bukannya sakit bisa datang kapan aja Mom? " Ucap Nuna


"Bagaimana keadaan anak kamu sayang" Tanya Mommy Intan


"Dia sehat Mom cuma aku yang sakit" Jawab Nuna lalu dia mengelus perut Nuna


"Sehat yah cucu Oma, nanti kita ketemu gak lama lagi" Ujar Mommy Intan


Nuna menatap Cio yang hanya diam melamun lalu Mommy intan mengelus wajah Cio berhenti mengelus perut Nuna


"Mikirin apa? " Tanya Mommy Intan


"Kapan aku bisa jalan kaya biasanya Mom? aku ngerasa bersalah kalau aku gak bisa apa-apa pas istriku lagi sakit gini" Ucap Cio


"Bercii" Ujar Nuna

__ADS_1


"Anak Mommy itu selalu optimis bukan pasimis seperti ini,kamu pasti bisa jalan lagi kok" Ucap Mommy Intan


"Sabar Berci" Ucap Nuna tapi Cio hanya mengangguk


__ADS_2