
Cio sedang menunggu Serena di tangani oleh sepupu nya yaitu Helena
Cio ingin mengabari Mommy dan Daddy nya tapi enggan karena Serena tadi juga melarangnya
Cio duduk sambil memutar-mutar ponselnya bahkan tatapan kosong entah apa yang dia pikirkan saat itu
Cio langsung menatap layar ponselnya karena teringat Nuna istrinya
Nuna mengirim foto kesibukan hari ini pada Cio, tapi Cio baru saja melihatnya
"Berciiii bunga rosenicotine Mommy semuanya sangat indah, andai aku punya satu" Tulis Nuna
Cio tersenyum melihat pesan Nuna tapi dari semua foto yang di kirim Nuna tidak ada wajahnya, yang ada hanya foto kakinya saja
"Sebentar lagi aku akan pulang" Balas Cio
Cio senyum-senyum melihat beberapa foto yang dikirim Nuna tapi Nuna tidak memberi tahu jika dia sedang pergi sekarang
Cio kembali berdiri melihat dari balik kaca untuk melihat keadaan Serena
Hellen sudah selesai tapi Serena malah seperti tertidur dengan perban di kepalanya
Hellen menyuruh Cio masuk lalu dia pun masuk begitu saja kedalam
Hellen menatap kebelakang Cio karena Cio hanya sendiri tidak ada Rio ataupun Intan
"Mana Om dan aunty nya? " Tanya Hellena
"Aku sengaja tidak memberitahu mereka karena suruhan Serena, bagaimana keadaan Serena Hellen? " Tanya Cio
"Kamu tau kan kalau Serena pernah kecelakaan bahkan dia pernah mengalami operasi di kepala, gara-gara pukulan di kepalanya kemungkinan Serena harus di menginap dulu selama seminggu untuk penangan lebih lanjut Cio" Ucap Hellen
"Aku sudah memberikan obat tidur dan obat penahan rasa sakit semoga saja, dia akan lebih cepat sembuh dari perkiraan ku" Sambung Hellen
"Apa yang terjadi memangnya dengan Serena Cio? " Tanya Hellen yang belum tau sebab Serena harus masuk rumah sakit
"Dia berkelahi dengan temannya, dia dikroyok" Jawab Cio
Hellen langsung menampar wajah Cio tapi Cio hanya diam karena dia lalai menjaganya
"Di kroyok? bagaiamana bisa Cio? astaga Tuhan" Ujar Hellen tak percaya
"Aku harus memberi tahu om dan Aunty tentang ini" Ujar Hellen lalu dia mulai menghubungi Rio sambil berjalan keluar ruangan Serena
__ADS_1
Cio menggelengkan kepalanya karena tamparan Hellen tadi lalu mendekati Serena yang sedang tidur
"Maafin kaka yah" Ujar Cio lalu mengelus pipi Serena dengan lembut
"Hellen saja sangat marah apalagi Daddy nanti" Ujar Cio sambil terus mengelus pipi Serena adiknya
Disisi Nuna
Nuna masih berada di cafe dengan Mamah Figo, mereka masih mengobrol sejak tadi bahkan Nuna tidak ada merasakan bosan jika dengan Mamah Figo seperti bersama dengan Mommy intan
"Nona kurangi makan ice cream, bukankah anda sedang pilek" Tegur bodyguard Nuna karena Nuna sudah 3 kali memesan ice cream
Mamah Figo tersenyum melihat tingkah Nuna tapi Nuna tidak perduli dengan teguran bodyguard nya
"Nona" Panggil bodyguard nya lagi
"Diamlah, aku hanya makan sedikit, aku tidak akan apa-apa" Jawab Nuna
"Bahkan pilek juga sudah berkurang" Sambung Nuna lagi
"Seperti apa waktu kecil kamu sayang? bahkan di umur sekarang saja kamu masih masih sangat lucu" Mamah Figo membatin di dalam hatinya
Nuna menatap Mamahnya sambil memasukan sesendok ice cream ke mulutnya
"Mamah mau liat foto masa kecil? " Tanya Nuna pada Mamah Figo
"Tentu Mah, bahkan banyak di dompet lama ku" Ujar Nuna lalu mengeluarkan dompet yang selalu dia bawa
Nuna memperlihatkan 3 foto masa kecilnya pada Mamahnya
Mamah menatap foto Nuna ketika kecil yang dia lewatkan begitu saja
"Mamah sama sekali gak punya foto masa kecil atau kamu bayi karena kamu keburu hilang" Ujar Mamah Figo
"Mamah boleh minta satu? " Tanya Mamah Figo
"Ambil aja Mah, Masa kecil memang gak bisa kembali lagi tapi aku bersyukur bisa bertemu Mamah sehat bahkan masih cantik" Ujar Nuna lalu dia tersenyum
Mamah Figo hanya mengangguk sambil menatap foto Nuna yang sangat menggemaskan ketika masih kecil
"Mamah punya sesuatu buat kamu" Ujar Mamah Figo lalu dia mengambilnya dari dalam tas nya
Nuna menunggu dan bodyguard Nuna buru-buru mengambil mangkok ice cream milik Nuna
Nuna membiarkan nya saja matanya masih fokus pada Mamah nya
__ADS_1
Mamah mengeluarkan kotak periasan berwarna merah sedang lalu membukanya di depan Nuna
"Kalung? " Ujar Nuna lalu Mamah Figo mengangguk
Nuna menatap dadanya yang dimana disana ada kalung pemberian Cio ketika masih kecil bahkan kalung itu sudah di percantik oleh Cio
"Aku sudah punya kalung Mah" Ujar Nuna kecewa
"Mamah mohon pakai ini yah, kalung ini adalah tanda jika kamu putri keturunan Figo" Ujar Mamah Figo
Nuna menjadi terdiam dengan permintaan Mamahnya bahkan bodyguard Nuna juga saling tatap
"Mah jika aku lepas kalung ku, bisa-bisa suami ku berpikiran aneh nantinya" Ujar Nuna
"Berpikir aneh seperti apa? Apa kamu gak mau menggunakan ini sayang? " Tanya Mamah Figo lemah lembut pada Nuna
Kalung berlian berbuah bulan sabit yang ada di tangan Mamah Figo
"Apakah ini pilihan Mah? aku di suruh memilih suami ku atau Mamah? " Tanya Nuna sambil menggengam kalung yang ada di lehernya
"Kamu bawa saja ini pulang sayang, rundingkan dengan Cio, dia adalah suami yang bijaksana dan pasti dia akan mendapat solusi nanti" Ujar Mamah Figo lalu menyodorkan nya ke hadapan Nuna
"Aku sudah bersuami, apa aku masih harus ikut nama Figo di belakang namaku? sedangkan suami ku saja menyebutkan nama belakang ku sama dengan nama belakang nya Mah" Ujar Nuna
"Kalau kamu gak mau memakai gak papa, simpan saja Sayang. kalau begitu Mamah pamit dulu yah" Pamit Mamah Figo bahkan dia berdiri meninggalkan Nuna
Nuna diam sejenak lalu berlari mengejar Mamah nya yang sudah ingin keluar cafe
"Mah" Panggil Nuna lalu Mamah Figo berbalik menatapnya sambil tersenyum lembut pada putrinya
"Aku akan pakai" Ujar Nuna lalu dia berjalan mendekati Mamahnya
"Tolong pakaikan Mah" Ujar Nuna dan dia melepaskan kalung yang dia leher Nuna menggantikan nya dengan kalung yang dia berikan tadi
"Cantik! " Ujar Mamah Figo sambil tersenyum melihat Nuna memakai kalung yang dia berikan
Nuna menatap kalung pemberian Cio dengan tatapan campur aduk
"Kamu mau berkunjung ke Mansion Mamah? " Tanya Mamah Figo
"Enggak Mah, sebentar lagi suamiku akan pulang kuliah bahkan aku bertemu dengan mamah gak bilang ke dia" Ujar Nuna
"Baiklah Mamah pergi yah, kamu hati-hati sayang. nanti kita ketemu lagi yah" Ujar Mamah Figo
__ADS_1
"Iyah Mah" Jawab Nuna lalu Mamah Figo mengandeng tangan Nuna menuju parkiran
"Semoga Nuna bisa menerima kamu suamiku, aku sangat senang dia mau memakai kalung warisan keluarga kita" Batin Mamah Figo