SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 62


__ADS_3

Nuna sangat fokus pada ponselnya karena dia sudah lama tidak bermain ponsel, padahal Cio sudah memberikan ponsel padanya tapi Nuna enggan memakainya


"Chagiii" Panggil Cio yang dari tadi hanya fokus menatap Nuna sambil tersenyum


"Iyah Berciii" Jawab Nuna lalu menatap Cio


"Lebih suka liat ponsel? " Tanya Cio membuat Nuna mengerucut kan alisnya


"Maksudnya? " Ujar Nuna


"Masa gak paham? " Ucap Cio lalu dia mengangkat alisnya


"Tadi kamu nyuruh aku main ponsel aja sekarang malah di tanya lebih suka main ponsel? aku benar-benar gak ngerti" Ucap Nuna bingung dengan Cio


Cio hanya diam sambil tersenyum tipis, matanya juga tak pernah lepas dari Nuna sejak tadi


"Maksud kamu apa? " Tanya Nuna tapi Cio hanya menggelengkan kepalanya


"Apa sih! " Ujar Nuna dan kembali membuka ponsel Cio


"Dasar gak peka! " Ujar Cio membuat Nuna menatap Cio dengan sorot mata yang tajam


"Aku gak peka apa? kamu aja ngomong kaya gitu mana aku paham sih Berci! " Ucap Nuna yang mulai kesal dengan Cio


"Ternyata cuma aku yah yang suka mandangin kamu sampai lupa apapun" Cio membatin


"Oh maksudnya mau main contact mata" Nuna juga membatin


Nuna tertawa kecil tapi Cio melihat teman-teman kampus nya datang ke restoran itu membuatnya menghela nafas dengan berat


"Kenapa nafas kaya gitu? " Tanya Nuna lalu dia menatap ke arah pintu tapi dia tidak tahu siapa itu


Jessica dengan teman-teman nya ternyata yang berniat ingin makan sebelum mengerjakan tugas nantinya


Jessica melihat Cio langsung tersenyum dan bersemangat mendekatinya


"Ciooo" Ujarnya sambil berdiri di samping nya tapi Cio hanya mengangguk tanpa ekpresi


"Aku kan tadi ajak kamu kesini setelahnya kita ada tugas kelompok kan?tapi kamu nolak katanya lagi urgent,kok kamu kesini juga" Tanya Jessica


"Kita pergi Chagiii" Ajak Cio sambil menarik tangannya tapi jessica berdiri didepan Cio menghalangi jalannya dan tatapan jessica ke Nuna


"Kamu panggil dia Chagiii? dia pacar kamu" Tanya Jessica


"Pacar Cio?" Ujar teman Jessica


"Aku kaya pernah liat kamu tapi di mana yah" Ujar teman jessica satunya


"Ohh aku ingat! di restoran om aku" Sambungnya lagi


"Kamu karyawan di restoran om ku kan?" Tanya teman Jessica


"Hah? yang benar aja kamu? " Tanya Jessica

__ADS_1


"Aku benar kok! soalnya dia pegawai lama dan kesayangan ok aku juga" Ujar Temannya


"Serena mana Cio? kok kamu sewa cewe gini? "Tanya Jessica pada Cio


Cio menoleh dan menundukkan dia mendekatkan wajahnya ke telinga Nuna


" Jangan dengarkan yah"Bisik Cio lembut dan Nuna menganggukkan kepalanya


Jessica menarik tangan Cio membuat Nuna melotot melihat tangan Jessica menyentuh tangan suami kecilnya


"Lepasin tangan kamu" Ujar Nuna sambil menunjuk wajah Jessica dengan wajah yang garang


Jessica mengerucutkan alisnya dan Cio juga menepis tangan Jessica tapi dia malah memperkuat memeluk tangan nya


Karena Jessica tidak bergeming membuat Nuna menarik kasar Cio sampai terlepas dari Jessica bahkan dia mendorong Jessica


"Berani banget kamu yah! " Teriak Jessica sambil ingin mendekati Nuna tapi Cio berdiri didepan Nuna dengan tatapan elangnya


"Apa yang harus ku takuti? jika aku benar dan kamu yang salah! kamu mengganggu milikku" Tegas Nuna dan Cio menoleh dan dia tersenyum tipis mendengar ucapan Nuna


"Milik kamu? sejak kapan?jangan terlalu berkhayal karena kamu hanya di sewa kan? " Ucap Jessica yang masih belum mau kalah


"Jika kamu ganggu Berci lagi! kamu bakal berurusan dengan ku" Ancam Nuna dengan tegas pada Nuna


Nuna meninggalkan begitu saja dan Cio mengikutinya sambil tersenyum tipis


Jessica menatap mereka berdua yang sudah pergi meninggalkan mereka


"Aku benar-benar tertantang" Ujar Jessica


"Kata siapa? setelah Lisa gak ada aku sangat senang karena dia penghalang semua nya, karena aku gak bisa dekatin Cio" Jawab Jessica


"Berarti kamu sudah lama suka Cio? " Tanya Berlian


"Yah! siapa yang gak suka cowo sesempurna Arbercio? bahkan Papah dan Mamah dukung aku" Ujar Jessica


"Aku dukung kamu" Ucap Fitri sedangkan Berlian hanya menganggukkan


Disisi Nuna


Cio mengejar Nuna yang sedang marah dia menahan tangan Nuna, mereka sudah berada di parkiran


"Chagiii" Panggil Cio manja dia pun menghentikan langkah nya


"Kok aku di tinggal? katanya aku punya kamu" Ujar Cio masih dengan nada manja


"Aku kesel sama teman-teman kamu tadi" Jawab Nuna dan Cio tertawa kecil


"Gak ada yang lucu! aku lagi marah" Ucap Nuna lalu dia menarik kerah baju Cio membuat nya terdiam


"Kamu emang gak ngelawak tapi gemesin" Ujar Cio dan Nuna melepaskan tangannya dari baju nya Cio


"Dia tadi teman kamu? " Tanya Nuna sambil menunjuk wajah Cio

__ADS_1


"Bukan! cuma kebetulan kenal lewat sekolah sampai kuliah" Jawab Cio dengan senyum tipis


"Belum selesai Lisa sekarang dia lagi" Ucap Nuna lalu geleng-geleng kepala


"Artinya apa? " Ucap Cio sambil tersenyum


"Apa? " Ujar Nuna


"Aku tampan" Jawab Cio lalu dia tersenyum


"Siapa yang bilang? " Tanya Nuna


"Kamu gak mau mengakui jika aku tampan? " Ucap Cio tapi Nuna geleng-geleng kepala


"Okelah berarti hanya di mata kamu aja jelek! kalau gitu kita ke makam orang tua kamu yah biar gak kemalaman juga" Ajak Cio


"Kamu gak jadi makan? " Tanya Nuna


"Nafsu makan ku sudah hilang" Ucap Cio dan Nuna hanya angguk-angguk saja


Mereka pun pergi lagi menuju makan ibu nya Nuna


Cio yang menyetir sesekalu menyentuh wajahnya karena Nuna tidak mengakui jika dia tampan


"Kamu kenapa? " Tanya Nuna yang dari tadi memang memperhatikan Cio


"Aku beneran jelek? " Tanya Cio lalu dia mencubit pipi nya membuat Nuna tertawa kecil


"Kenapa memang nya? " Ucap Nuna sambil terkekeh dengan tingkah Cio


"Kamu gak akuin aku ganteng kaya yang lain" Ucap Cio


"Kamu minta di puji? emangnya sehaus itu sama pujian Berci? " Tanya Nuna


Cio memanyunkan bibirnya lalu Cio kembali fokus dengan setir nya


"Ngambek yah? " Tanya Nuna sambil memiringkan kepalanya menatap Cio tapi dia hanya diam tanpa menoleh Nuna


"Ngambek yah? " Tanya Nuna lagi


"Berciiiiii" Panggil Nuna


"Berciiiiiiiiii" Panggil Nuna dengan nada manja pada Cio


"Aku di cuekin? " Ujar Nuna


"Makin jelek kalau ngambek gitu" Ucap Nuna


Cio tetap diam tanpa mengubris Nuna yang sedang mengoceh membujuknya


Nuna mencubit pipi Cio berharap Cio tidak mendiamkannya tapi Cio menepis tangan Nuna pelan


"Aku lagi fokus nyetir" Ujar Cio ketus

__ADS_1


"Kalau nabrak gimana? " Tambah nya dan Nuna diam


__ADS_2