
Sedikit lagi mereka sampai di mansion nya tapi ponselnya berdering tanda pesan masuk lalu dia membuka nya
"Chagiii nanti kamu periksa ruangan yang ada di samping ruangan kerja ku yah" Tulis Cio
"Memang ada apa Berci? " Balas Nuna
"Masuk kelas dulu yah🤗😍" Tulis Cio
Nuna mengerucut alisnya lalu dia tersenyum kecil dan akhirnya mereka juga sampai ke mansion Nuna
Nuna langsung berjalan menuju ruangan yang ada di samping tempat kerja dan sekaligus tempat belajarnya
Teman-teman nya tentu mengikuti Nuna bahkan Nuna berlari karena penasaran ada apa di ruangan itu
Nuna sampai di ruangan itu dia berdiri sebentar lalu membukanya dan dia terkejut bahkan menutup mulutnya melihat isi ruangan itu
Ada banyak sekali bunga rose yang sama seperti milik Mommy Intan dan itu yang membuatnya sangat terkejut bahkan senang
Dia berjalan sambil melihat bunga yang benar-benar penuh koleksi yang hampir sama dengan Mommy Intan
"Aku bermimpi? aku memiliki semua ini" Tanya Nuna pada dirinya sendiri
Pelayan datang lalu memberikan surat kecil ke Nuna tentu dia menerima dengan senang, lalu membacanya
"Bunga-bunga ini baru datang Chagiii semuanya milik kamu, semuanya benar-benar indah sama seperti kamu" Tulis Dia
Nuna tersenyum lalu memeluk surat itu dan teman-temannya Nuna mendekati nya
"Bunga apa ini Nuna? kok aku gak pernah liat? " Tanya Wati
"Ruangan ini semuanya penuh dengan bunga-bunga bertoples ini? semuanya benar-benar cantik jadi iri" Ucap Syifa
"Suami kamu romantis Naa" Ujar Pritta
"Mertua ku punya bunga-bunga ini dan aku minta ke suami ku tapi aku cuma minta satu malah dia beliin sebanyak ini" Jawab Nuna kesenangan lalu dia mengambil bunga berwarna pink menatapnya sambil tersenyum
__ADS_1
"Pasti harga nya mahal kan? tapi dia bisa buat toko cuma buat kamu Naa" Ucap Pritta tergeleng
"Orang kaya beda yah, minta satu malah di kasih satu toko" Ucap Wati
"Berciii" Gumam Nuna sambil memeluk bunga pink yang dia pilih
"Aaaa jadi kangen dia" Ucap Nuna lalu menoleh kearah mereka
"Naaa jangan overthinking lagi yah, jangan pikir yang buruk lagi tentang suami kamu soalnya gak bakal dia selingkuhin kamu" Nasehat Pritta pada temannya lalu Nuna menganggukkan kepalanya
"Tapi kalau boleh tau? Jordi kemana? "Tanya Syifa
" Dia sudah meninggal"Jawab Nuna tentu jawaban Nuna membuat mereka terkejut
"Meninggal? kenapa? "Tanya Wati lagi pada Nuna
" Dia dibunuh oleh orang yang menculik ku yang nantinya bakal di jodoh kan dengan ku"Jawab Nuna mereka menutup mulutnya tanda keterkejutan mereka
"Pantas aja bisa move on" Ucap Syifa pelan
"Aku move on juga memang di perjuangan oleh suami ku" Sanggah Nuna yang tak terima dengan ucapan Syifa
"Saingan mereka bukan perebut lagi tapi orang tua Nuna, ya kan? " Ucap Pritta
"Aku mau ketemu sama Tuan Figo kalau bisa, aku mau bilang jika anak nya sudah sangat bahagia dengan suaminya, jika dia tidak suka lebih dia yang pergi" Sambung Pritta
"Beneran kamu mau ngomong kaya gitu? " Tanya Syifa
"Aku beneran,Sakit tau kalau ada di posisi Nuna, dia sudah menikah bahkan sudah saling mencintai, buat apa restu yang emang sudah terlambat bahkan tidak di harapkan" Jawab Pritta
"Naa misalnya Tuan Figo berusah baik ke kamu aku mohon jangan mudah luluh yah, aku takut nanti kamu luluh dan malah dia punya kesempatan" Nasehat Wati pada Nuna
"Aku cuma sama Mamah kok dekatnya walaupun cuma lumayan tapi setidaknya aku punya orang perhatian ke aku seperti pelukan Alm ibu dulu" Ucap Nuna
"Apa Mamah kamu gak menipu kamu? aku takut dia malah kaya cuma ambil perhatian kamu aja Naa" Sahut Syifa
"Mamah Figo beda dengan Papah bahkan dia rela bantah Tuan Figo demi aku" Bela Nuna untuk Mamah Figo
"Jangan jelekkan Mamah ku, karena dia orang baik jika kalian menjelekkan nya apalagi menuduh yang Tidak-tidak! aku bakal marah ke kalian" Tegas Nuna yang memang panas mendengar ucapan teman-temannya tentang Mamah nya
__ADS_1
"Kami hanya mengeluarkan apa yang kami pikirkan Naa, aku tau jika kami seakan-akan menuduh Mamah kamu tapi kami juga perduli dengan kamu" Ucap Pritta
"Lama kita temanan dan aku paling sering liat kamu nangis ketimbang ketawa tapi beda kalau kamu ketemu Cio, dia benar-benar merubah Nuna yang ku kenal, bahkan Nuna sudah benar-benar bucin karena suaminya tapi bucin nya bukan seperti pengemis tapi memang benar-benar karena cinta" Sambung Pritta
"Jika tangan suami ku yang selalu ku peluk aku pastikan akan bahagia" Sahut Nuna
"Aku senang itu" Ucap Pritta
Nuna lalu menatap bunga yang ada di pelukannya lalu dia tersenyum tipis
"Berci kamu bakal selalu ada buat aku yang selalu punya masalah bahkan buat masalah ke kita" Batin Nuna
"Makin kesini aku kehilangan kedewasaan ku bahkan kamu yang lebih dewasa dari ku, apa kepala ku sudah mengecil? atau memang karena cinta ku ke kamu" Sambung Nuna
Disisi Cio
Cio sedang di kelasnya, dia sedang ada di depan semua murid karena di suruh mengerjakan soal yang ada di papan tulis
Bukan hal sulit baginya untuk mengerjakan soal itu bahkan seperti sudah hapal jawaban nya, dia dengan lugas menulisnya di papan Tulis
Makanya juga Cio sering di panggil ke depan kelas untuk mengerjakan soal-soal
Cio sudah selesai lalu kembali menutup spidol nya lalu dia berbalik untuk menatap dosennya
"Apa benar? " Tanya Cio dengan wajah datar tapi tampan lalu dosennya mengoreksinya sebentar lalu dia betepuk tangan
"Tidak salah bapak memanggil kamu ke depan" Jawab Nya
"Saya permisi" Ujar Cio lalu meletakkan spidol ke meja dan berjalan ke kursinya lagi
"Layaknya melihat Rio dan Prince dulu yang pernah kuliah disini, mereka 2 sepupu yang pintar bapak sering kagum pada mereka" Ucap Dosen yang memang sudah lama di sana bahkan sejak era Rio dan Prince dulu
"Daddy ku memang Cerdas! apa mungkin aku pintar bukan menurun dari nya? apa mungkin dia menjadi orang besar hanya karena uang?"Timpal Cio bahkan dia juga bangga pada Daddy nya
Dosen itu tersenyum mendengar ucapan Cio yang terdengar jika dia bangga dengan Daddy nya
" Bapak masih mengingat mereka apalagi Mommy kamu, Dia orang yang berprestasi juga dalam bidang mempromosikan kampus"Puji dosen pada Mommy Cio
"Pak tidak akan habis jika bapak hanya memuji kedua orang tua ku bahkan keluarga" Jawab Cio lalu dia tersenyum
__ADS_1
"Maafkan Bapak, karena bapak teringat mahasiswa bapak makanya jadi malah nostalgia" Ucapnya lalu tertawa tapi mereka tidak ada keberatan