
Nuna merebahkan tubuhnya di tengah-tengah kasur king Size nya dan terlihat jelas perut Nuna yang semakin membesar
Cio tersenyum melihat perut buncit Nuna tapi dia malah ke sofa dan memainkan ponselnya
"Berci menurut kamu aku makin gemuk yah? " Tanya Nuna tapi masih tiduran di kasur
"Kan ibu hamil emang gitu tapi gemesin" Jawab Cio
"Jadi aku gemuk Berci? " Tanya Nuna
"Iyahhh" Jawab Cio tapi masih fokus pada ponselnya
"Tapi gemesin Chagii, apalagi pipi bulat kamu itu" Ujar Cio dan dia menatap Nuna lalu tersenyum
Senyum Cio langsung hilang karena melihat wajah Nuna yang menatap tajam ke arahnya
"Coba bilang sekali lagi? aku gendut yah" Tanya Nuna tapi tatapannya sangat tajam ke Cio
"Chagiii" Panggil Cio dengan nada takut
"Aku gendut yah? " Tanya Nuna tapi Cio malah hanya diam menatap serba salah ke arah Nuna
"Kenapa diam? ayo jawab! " Suruh Nun masih dengan tatapan seperti tadi
"Chagiii aku kebawah dulu yah" Ujar Cio tapi Nuna dengan cepat menggelengkan kepalanya
"Mau ngapain? mau tinggalin aku? " Tanya Nuna
Cio pun berdiri menghampiri Nuna dan berdiri di depannya "Kenapa sih Chagii? kok malah marah-marah kaya gitu? " Tanya Nuna
"Males ah sama kamu" Ujar Nuna malah ngambek pada nya
Cio mengelus rambut Nuna dengan lembut"Kamu yang tanya ke aku masa malah ngambek sih? yasudah mau apa? "Tanya Cio
" Gak ada! "Jawab Nuna
Cio duduk di samping Nuna sambil tersenyum manis padanya tapi Nuna malah membuang wajahnya
" Chagiii "Panggil Cio
" Gak denger"Ujar Nuna
Cio malah tiduran di pahanya Nuna dan kali ini Nuna membiarkan nya saja
"Chagiii kok ngambek sih? " Tanya Cio sambil menatap nuna wajah Nuna yang ada di atasnya
"Kamu jahil" Jawab Nuna
"Jahil ngapain aku Chagii? " Tanya Cio lagi
__ADS_1
"Pokoknya kamu jahil" Jawab Nuna
"Ya sudah suami kamu yang jahil ini minta maaf yah" Ujar Cio
"Gak mau! " Tolak Nuna
Cio pun duduk dan Nuna seperti kecewa melihat Cio duduk dari pangkuan nya
"Biar aku di maafin aku harus apa? " Tanya Cio
"Gak tau" Jawab Nuna
"Ya sudah aku kebawah dulu yah" Ujar Cio, dia ingin berdiri tapi tangannya malah di tahan oleh Nuna
"Mau tinggalin aku? " Tanya Nuna dengan tatapan sedihnya
"Cuma ke bawah kok, kamu mau ikut? " Tanya Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya
Mereka pun kebawah bersama, Nuna memeluk dengan erat tangan Nuna sebab dibawah ada Mommy Intan yang sedang duduk di sofa
Cio tau jika Nuna takut pada Mommy nya jadinya dia hanya mengelus tangan Nuna
"Gak papa kok" Ujar Cio
"Kamu kebawah mau temuin Mommy? " Tanya Nuna
"Iyah" Jawab Cio
"Gak papa! " Ucap Nuna
Tatapan Mommy Intan masih seperti dulu padanya membuat Nuna selalu merasa risih dengan tatapan Mommy nya
Cio duduk di depannya Mommy nya begitupun dengan Nuna yang duduk di samping nya Suaminya
"Lama banget sih turunnya? pasti istri kamu yang cegat kamu kan? " Tanya Mommy Intan menyalahkan Nuna
"Gak kok Mom, kami tadi lagi bercanda makanya lama" Jawab Cio
"Alah istri kamu yang manja gitu" Ujar Mommy Intan
"Langsung saja sebelum Mommy tidak mood nantinya" Ujar Nya lagi
"Mommy kesini mau jengukin kamu aja, apa setelah pulang dari Mansion Mommy kamu baik-baik saja atau malah terluka lagi" Ujar Mommy Intan
Nuna hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap kearah lain
"Aku baik kok Mom, kan aku dirawat oleh istri ku, Kok mommy seperti posesif gini sih? bukannya dulu emang selalu percaya jika istri ku yang menjaga ku kenapa sekarang malah gini? " Tanya Cio
"Aku sudah punya istri Mom bahkan aku akan menjadi seorang Papah, apa Mommy masih mau ikut campur dalam urusan ku? " Tanya Cio lagi
__ADS_1
"Istri apa jika hanya bisa membuat terluka suaminya? " Ujar Mommy Intan dan Cio melihat Nuna *******-***** tangannya
"Mom stop ngomong kaya gitu, Mommy ngomong gitu sama aja nyalahin dia" Tegur Cio
"Andai kamu gak sama dia mungkin kamu gak akan ngalamin hal bodoh kaya kemarin Sayang, Mommy masih bisa sabar kemarin pas kaki kamu patah tapi pas kamu di tusuk bahkan di bakar, Mommy benar-benar gak bisa terima" Ujar Mommy
"Tapi itu bukan salah istriku Mom! dia juga korban" Jawab Cio
Nuna meringis pelan tapi Cio mendengar nya sebab jaraknya yang memang sangat dekat
"Chagii kamu kenapa? " Tanya Cio khawatir
"Alah paling juga akting" Ujar Mommy Intan dengan tatapan jengah pada Nuna
"Aku gak papa kok" Jawab Nuna bahkan dia tersenyum tapi tangannya memegangi perutnya
"Jangan bohong! " Ujar Cio tegas
"Aku gak bohong" Ucap Nuna
"Dia itu cuma pura-pura sayang biar dapat perhatian Mommy kan? tapi Maaf saya gak kaya dulu lagi" Ujar Mommy Intan
"Mom kenapa ngomong kaya gitu sih? dia istriku Mom, menantu Mommy" Ujar Cio tapi Mommy Intan hanya diam
"Istriku sedang hamil Cucu Mommy, kenapa Mommy malah seperti ini? Aku gak percaya jika Mommy yang selalu aku banggakan di istriku sekarang jadi seperti ini? aku kecewa Mom" Ujar Cio
"Istri kamu yang selalu membuat masalah makanya Mommy gak mau lagi terus baik ke dia" Ucap Mommy Intan
Cio menutup telinga Nuna dengan keduanya tangannya
"Gak usah di dengerin yah, nanti kamu kepikiran lagi terus perutnya sakit lagi, aku gak mau itu" Ujar Cio lembut pada istrinya
"Aku gak nyangka Mommy seperti ini sekarang bahkan selalu berkata kasar pada istriku yang sedang hamil" Ujar Cio
Nuna mulai memberanikan diri menatap Mommy Intan dengan tatapan datar
"Apakah sopan Nuna menatap mertuamu seperti itu? " Tanya Mommy Intan
"Aku minta maaf Mom atas semua kesalahan yang aku perbuat ataupun tidak, aku kangen Mommy yang dulu, sebentar lagi putri kami akan keluar, Apakah Mommy akan bersikap seperti ini juga padanya? " Tanya Nuna
"Jangan mengikut sertakan calon bayi kalian" Ujar Mommy Intan
"Aku hanya ingin tahu Mom! jika Mommy Intan sikap demikian,Aku bisa terima Mommy bersikap seperti ini tapi aku mohon jangan pada anak ku" Ujar Nuna
"Bukannya Cio selalu memakai pengaman? kok bisa kamu hamil? apa itu benar anak putraku? " Tanya Mommy Intan dan Cio langsung mengebrak meja didepan Mommy nya
"Stop! " Bentak Cio
"Chagii sekarang kita ke kamar yah, semakin lama di sini telinga ku panas" Ujar Cio dan dia membawa Nuna pergi ke kamarnya lagi meninggal kan Mommya Intan
__ADS_1
Mommy Intan sangat kesal dengan sikap Cio padanya hanya karena membela Nuna pikirnya