
King sampai dikamarnya Nuna tapi King tidak menemukan siapapun bahkan Cio juga tidak ada
"Kemana mereka? " Ucap King lalu dia berlari keluar ruangan Nuna
King menelpon Cio tapi ponselnya tidak aktif membuat King panik
"Tiaraaa" Panggil King tapi dia tidak kunjung muncul lalu King berlari lagi keluar rumah sakit
King menaiki Lift setelah sampai keluar rumah sakit dia juga tidak menemukan apapun apalagi Cio
"Tiara aku mohon muncullah" Pinta King tapi dia tidak mau muncul membuat King frustasi
King menelpon anak buahnya dan syukurnya terhubung dan di angkat oleh anak buahnya
"Cio dan Nuna mana? " Tanya King dengan nada khawatir
"Tuan King? anda tidak apa-apa? kami sedang mencari anda begitupun dengan tuan Cio" Jawabnya dengan nada terkejut
"Memang saya kenapa? "Tanya King
" Cio mana? "Tanya King lagi
" Tuan Cio dengan kami sedang mencari anda! "Jawab anak buahnya
" Jika Cio dengan mereka lalu Nuna kemana? "Batin Cio
" Kalian semua kembali kerumah sakit? Nuna menghilang!"Ucap King
"Nona menghilang? bagaimana bisa itu terjadi tuan? " Tanyanya
"Saya juga tidak tahu! kalian semua kembali dan beritahu Cio juga karena ponselnya tidak aktif" Ucap King dia mengiyakan lalu King mematikan ponselnya
30 menit King menunggu di parkiran akhirnya Cio datang dengan mobil yang dia sewa,dia terkejut melihat King berdiri dengan sehat disana
"Apa benar Nuna menghilang? " Tanya Cio
"Ya! Gua tadi habis Terima telpon sambil jalan-jalan sebentar terus balik lagi keruangan Nuna tapi gak gak ketemu siapa pun" Jawab King
Cio langsung berlari sekencang mungkin masuk kerumah sakit King juga mengikutinya
Ketika dia sampai dia ruangan Nuna dan benar saja jika Nuna sudah tidak ada disana
"Pasti ini kerjaan pak tua itu" Ucap Cio dan Cio ingin pergi lagi tapi ditahan oleh King
"Apa yang terjadi selama gua pergi? " Tanya King dan Cio menceritakan semuanya
"Gua dapat kabar kalau lu di culik dari nomor yang gak di kenal tapi gua kira itu nomor anak buah kita makanya gua langsung mutusin pergi cari lu ninggalin Nuna yang masih tidur" Cerita Cio pada King
__ADS_1
"Lu suruh anak buah kita yang ada disini buat cari gua? " Tanya King
"Ya! " Jawab Cio
"Lu titipin Nuna ke Pak tua itu? " Tanya King dan Cio mengangguk kepalanya
"Lu manusia terbodoh yang gua temuin Cio! lu sering dengar kan kalau pak tua ingin bangat bawa Nuna pergi" Ucap King
"Gua gak butuh celoteh lu" Ucap Cio lalu dia pergi ingin mencari Nuna
Cio semobil dengan King dan di iringi oleh 5 buah mobil dengan 4 orang masing-masing di dalamnya
Cio tanpa berpikir lagi dia menuju mansion Tuan Figo karena pasti Nuna di bawah olehnya ke mansion nya
"Lengah sebentar aja udah kecolongan dasar licik! " Ucap Cio sambil sesekali memukul setir mobilnya
Cio tidak perlu waktu lama mencari mansion Tuan Figo karena dia sudah sampai
Mansion Tuan Figo di jaga beberapa orang penjaga bahkan mansion nya juga memiliki pagar tinggi
Cio ingin keluar tapi ditahan oleh King "Lu mau ngapain? mau minta di bukakan pintu sama mereka?" Tanya King
"Pakai otak Cio! gini aja dia sudah lakukan cara licik kita lakukan cara licik juga" Ucap King
Lalu King mengeluarkan tas kecil yang selalu dia bawa ke mana-mana
"Lu mau hancurin mansion ini? lu gila Nuna ada disana" Ucap Cio
"Tenang aja ini granat nya cuma ledakan kecil, gak bakal hancurin mansion ini kok paling-paling cuma hancurin pagar dan halamannya" Ujar King
"Kita buat kepanikan di mansion ini jika kepanikan sudah terjadi pasti dengan mudah kan kita masuk" Ucap King
"Tapi emang lu yakin pak tua yang bawa? " Tanya King lagi
"Gua yakin" Jawab Cio dengan pasti
"Tapi di luar masih lumayan bersalju yakin granat nya bisa berfungsi? " Tanya Cio
"Mau coba di mobil ini? " Tanya King
"Lu mati sendirian gua gak mau" Jawab Cio tapi King malah tertawa
"Kita atur strategi dulu dengan anak buah kita biar semuanya nanti gak ribet" Ucap King dan Cio menganggukkan
Disisi Nuna
Nuna membuka matanya tapi matanya langsung berbuka sempurna karena dia sudah tidak dirumah sakit lagi
__ADS_1
Nuna mencoba duduk sambil meringis tapi dia bisa duduk sambil menatap sekitar nya
"Apa aku sudah pulang? " Tanya Nuna pada dirinya sendiri
"Tapi ini bukan kamar Berci" Ucapnya lagi
"Tapi aku dimana? apa Berci membawaku ke apartemen nya? " Tanya Nuna lagi
"Berci mana? " Sambung Lagi lalu pintu kamarnya terbuka yang masuk adalah Nyonya Figo dan Tuan Figo
Nuna langsung terdiam sambil menatap sinis keduanya tapi mereka berdua tersenyum berjalan mendekati Nuna sambil membawa makanan untuk Nuna
"Kamu sudah bangun sayang? " Tanya Nyonya Figo
Nuna mundur untuk menjauhi orang berdua ini tapi hampir dia terjatuh kebawah namun tangan Tuan Figo menahan belakang Nuna jadinya dia tidak terjatuh tapi tangan Tuan Figo mengenai luka Nuna, dia meringis karena sakit
"Kamu gak papa? " Tanya Nyonya Figo dengan khawatir Namun Nuna tidak menjawab nya
"Kamu pasti bertanya-tanya kan kalau kamu dimana? " Tanya Tuan Figo
"Kalian yang sudah bawa aku kesini? "Ujar Nuna
" Karena memang kamu harus pulang kesini kan? "Ucap Nyonya Figo
" Aku tidak tinggal disini"Tegas Nuna
"Kamu adalah anak kami, jadi dimana kami tinggal disitu juga kamu akan tinggal" Ucap Tuan Figo
"Sudah berapa kali aku bilang aku bukan anak kalian" Ucap Nuna tegas
"Test DNA sudah menyatakan kamu adalah anak kami Nuna" Ucap Nyonya Figo
"Kami selalu berharap jika putri kami yang hilang selalu kembali ke kami dan sekarang Tuhan mengabulkannya" Ucap Nyonya Figo
"Terima kami sayang! kami orang tua kamu, kami berjanji akan menjaga kamu dari orang jahat-jahat" Ucap Tuan Figo
"Maaf tapi orang tuaku sudah meninggal" Ucap Nuna lagi
"Aku tidak butuh perlindungan dari kalian, karena aku benar dari lingkungan yang keras, menjaga ku sudah bukan tugas kalian lagi karena aku sudah menikah" Sambung Nuna
"Kamu harus berpisah dengan nya Nuna" Suruh Tuan Figo lalu tatapannya menatap kearahnya dengan sangat tajam
"Jika sampai itu anda lakukan! sampai kapanpun aku akan membenci kalian berdua" Ancam Nuna
"Kalian datang sudah terlambat! aku tidak butuh penawaran apapun dari kalian" Sambung Nuna
"Apa kamu tidak merasakan batin dengan kami Nuna? " Tanya Nyonya Figo pada Nuna
__ADS_1
"Batin? tidak ada sama sekali" Jawab Nuna sambil tersenyum sinis