
Disisi Lain
lisa datang lagi ke Korea dengan tujuan yang sama yaitu menjenguk Cio
Lisa keluar dari mobilnya tapi dia masuk lagi sebab melihat Serena yang keluar dengan Daddy nya
"Pas banget dia lagi keluar" Ujar Lisa senang ketika Serena sudah pergi dia pun keluar mobil lalu berjalan dengan terburu-buru
Lisa sudah hampir sampai ruangan Cio tapi dia hadang oleh Bodyguard yang sudah siap siaga menjaga disana
"Pergi! " Usir mereka pada Lisa tapi lisa tidak perduli dan dia tetap ingin masuk namun dia langsung di tahan
"Anda paham pakai bahasa apa? sampai tidak paham kami usir" Tanya Bodyguard pada Lisa
"Saya ingin masuk" Jawab Lisa
"Tapi kamu tidak boleh masuk" Ujar bodyguard
"Pergi atau kami seret keluar jendela dari lantai atas ke bawah atau anda pergi sendiri" Tanya Bodyguard tegas dan serius
Lisa mundur beberapa langkah sambil menatap jengkel 3 Laki-laki berbadan tinggi tegap di depannya
Lisa memutuskan pergi saja dari sana daripada dia harus mati konyol
Disisi Nuna
Nuna sedang memberikan obat pada Cio "Aku bakal sembuh terus kita baby moon yah" Ujar Cio
"Gak mau jauh-jauh, aku mau di mansion kita aja sambil liat paus orca yang belum sempat kamu kasih liat ke aku" Ujar Nuna
"Tapi aku mau jalan-jalan" Ucap Cio
"Berci ingat kuliah kamu" Tegur Nuna
"Ah Iyah aku harus kuliah" Ucap Cio yang baru ingat jika dia kuliah
Nuna mencubit Cio gemas sambil tertawa begitipun Cio dia juga tertawa
"Masih muda udah lupa aja" Ujar Nuna
"Kan ingat nya cuma kamu" Jawab Cio
"Masa iyah" Ujar Nuna
"Gak percaya kamu sama aku?" Ucap Cio
__ADS_1
"Percaya kok" Ucap Nuna
"Berci kamu tau arti kesederhanaan sesungguhnya? " Tanya Nuna
"Apa? " Ujar Cio
"Kamu" Ujar Nuna
"Aku? " Tanya Cio lalu Nuna mengangguk
"Kamu adalah definisi cukup yang aku temukan adalah kamu" Ujar Nuna
"Ketidak sengajaan yang tidak pernah sama sekali aku pertanyaan kan pada pemilik semesta" Sambung Nuna dan Cio tersenyum mendengar kata-kata Nuna
"Bertemu kamu, aku mengenal kalimat mencintai tanpa tapi dan makanya aku mencintai kamu" Ucap Nuna sambil menatap dalam-dalam mata suaminya yang hanya diam mendengar kan kata-kata nya
"Setiap hari aku ingin memastikan hari-hari suamiku berjalan dengan baik walaupun terkadang berjalan tidak baik" Ujar Nuna
"Sudah ku siapkan telinga untuk mendengar" Ucap Nuna
"Pundak untuk bersandar semoga ini cukup" Ujar Nuna
"Dapat dari mana kata-kata kaya tadi? " Tanya Cio
"Dapat kata-kata tadi ya dari kamu, sebab kamu inspirasi kata-kata tadi hadir" Jawab Nuna
"Cukup kamu disini aja Chagiiii maka hari ku gak akan buruk" Ujar Cio
"Komposisi bahagia itu simple, Waktu, saling mengerti, saling berbagi dan saling percaya" Ucap Cio
"Kita bertahan sampai sekarang itu karena komposisi kita lengkap dan aku bersyukur telah memaksa kamu menikah sebab ke egoisan ku benar untuk memilih kamu" Ujar Cio
Nuna tersenyum lebar di depan suaminya lalu dia mendekat kan wajahnya ke wajah Cio lalu mencium pipi Cio
"Berusaha Berci biar kita jalani kehamilan ku bersama" Ujar Nuna dengan jarak yang cukup dekat dengan wajah Cio
"Iyah" Jawab Cio sambil menganggukkan kepalanya
Nuna lalu menyandarkan kepalanya di dada suaminya rasa nyaman yang selalu dia dapatkan ketika dia memeluk suaminya
"Sampai sini rasa cinta ku semakin dalam ke kamu Berci jika kamu pergi aku juga pergi dengan anak yang ku kandung, aku juga gak akan biarin kamu ketemu dia tapi aku bakal kasih tahu dia kalau kamu adalah Papahnya" Ujar Nuna
Cio mengelus rambut Nuna dengan tangan kanannya "Pergi ke mana? apa kamu tega biarin anak kita tumbuh tanpa seoarang Papah? Aku memang menolak kehadiran nya dulu tapi percaya Chagi, jika aku juga bahagia mendengar kamu hamil" Ucap Cio tapi Nuna diam
Disisi Lisa
__ADS_1
Lisa sedang berdiri di bawa gedung rumah sakit menatap jendela kamar Cio yang entah dari mana dia tahu itu kamar Cio
"Aku emang gak ada rasa sama Cio tapi liat dia move on dari aku rasanya kesel banget, apalagi istrinya hamil" Ujar Lisa
"Om juga hilang kabar apalagi tante dia gak balas pesan ku padahal dia janji buat jemput aku" Ujar Lisa
Lisa adalah keponakan dari Mamah Figo dan dia adalah sepupu dari Nuna namun Lisa belum tahu siapa Nuna sebab Tuan Figo dan Mamah Figo belum memberi tahu kannya
Pundak Lisa ada yang menepuk dia adalah King, Lisa terkejut melihat kehadiran King yang tiba-tiba
"Gak bisa masuk? " Tanya King
"Iyah" Jawab Lisa lalu King melepaskan kacamata hitam nya
"Makanya kalau pengen jahat jangan di liatin banget jadinya susah sendiri kan" Ucap King
"Maksud kaka" Ujar Lisa tapi King tidak menghiraukan ucapan Lisa dia berjalan masuk ke dalam rumah masuk
"Andai aja Cio gak di rumah sakit aku pasti udah bisa dekatin dia" Ujar Lisa lalu dia mendengus kesal dan pergi
King berjalan melewati lorong, dia datang sebab Nuna yang memintanya, Nuna mengakatkan ingin melihat wajah King bahkan King dengan sengaja tidak mewarnai rambut nya lagi, dia membiarkan nya saja pirang benar layak bule
King sudah sampai di pintu ruangan Cio lalu dia masuk kedalam, dia tersenyum tipis melihat Nuna sedang memeluk Cio
"Selamat siang" Sapa King lalu Nuna menoleh dia langsung melepaskan pelukan nya
"King! " Ucap Nuna tersenyum lebar melihat King datang
"Kamu sendirian? " Tanya Nuna
"Engga kok, kaya biasanya" Jawab King dan Nuna paham karena yang nuna maksud adalah Tiara Aiden
"Kamu duduk aja dulu King" Suruh Mommy Intan dan King berjalan ke sofa lalu duduk
Senyum nuna sangat lebar sambil terus melirik King apalagi King menuruti permintaan Nuna untuk membiarkan rambutnya tetap pirang
"Maaf yah baru bisa datang soalnya pekerjaan ku sangat menumpuk apalagi aku harus mengurus perusahaan Om Rio juga" Ujar King
"Gak papa! " Jawab Nuna dia ingin berdiri mendekati King tapi di tahan oleh Cio
"Chagii kenapa liatin King kaya gitu banget? " Tanya Cio yang merasa tidak nyaman dengan sikap Nuna
"Ganteng" Jawab Nuna
"Tapi masih gantengan kamu kok" Ujar Nuna tapi matanya terus menatap King yang sedang berbincang dengan Mommy Intan
__ADS_1
"Aku suka banget liat cowo rambut nya pirang" Sambung Nuna tapi Cio hanya bisa diam melihat tingkah Nuna