
Nuna dan Cio sampai di mansion
"Chagii aku kita langsung makan yah" Ajak Cio
"Tumben kamu minta makan setelah kuliah? " Tanya Nuna
"Aku tadi gak sempat makan siang" Jawab Cio
"Loh kenapa? " Tanya Nuna
"Kamu gak ke kantin atau gimana? " Tanya Nuna lagi
"Ada masalah tadi makanya aku gak kepikiran makan" Jawab Cio
"Masalah apa"Kata Nuna
" Kita makan dulu yah "Pinta Cio dan Nuna mengangguk tanda mengerti
Nuna yang langsung menyiapkan makanan ke piring Cio walaupun ada pelayan yang siap siaga membantu tapi Nuna merasa masih mampu melakukan sendiri
Cio makan dengan lahap benar-benar seperti orang kelaparan
" Berci makan nya pelan-pelan, gak akan ada yang bakal ambil makanan kamu kok"Tegur Nuna sambil melap bibir Cio yang belepotan
"Aku sangat lapar Chagiii, entah kenapa" Ucap Cio dan Cio baru ingat dengan anak nya
Cio melepaskan sendok dan garpu nya lalu mengelus perut Nuna
"Hahaha Papah sampai lupa kalau ada kamu diperut Mamah nak" Ujar Cio
"Tadi kemana aja sama Mamah? Hmm" Tanya Cio
"Ah Iyah aku lupa bilang ke kamu" Ucap Nuna lalu Cio menatap Nuna
"Aku tadi ke kos-kostan teman-teman ku Berci, kamu tau gak pas aku disana" Sambung Nuna
"Apa? " Tanya Cio
"Mereka bertiga kan gak suka sama durian, eh aku malah pengen banget liat mereka makan durian, dan mau gak mau mereka pun turutin kemauan aku. rasanya seneng banget" Ucap Nuna
"Artinya mereka sayang ke kamu" Ucap Cio
"Iyah" Ujar Nuna
Cio melanjutkan makannya tapi tangannya masih mengelus perut istrinya
"Berci boleh tanya gak? " Ujar Nuna
"Tanya apa" Ujar Cio
__ADS_1
"Serena tadi sama cowo? siapa cowo nya" Tanya Nuna
"Aku gak perduli" Jawab Cio dan kembali melanjutkan makan nya
"Mulai sekarang kamu jangan respon Serena lagi, dia sudah memilih jalan nya sendiri yang menurut dia benar" Ucap Cio tanpa menatap Nuna
"Ada apa sebenarnya Berci? kok kamu larang aku buat respon Serena" Tanya Nuna yang masih keheranan
"Cowo yang sama dia tadi itu Digo! temen sekolah kamu waktu SMA, dan dia juga yang sudah menghamili Lisa" Ucap Cio dan Nuna terkejut mendengar penjelasan suaminya
"Kenapa bisa Serena sama dia" Tanya Nuna
"Ini gak bisa di biarin Berci" Ujar Nuna lagi
"Biarin lah, itu kemauan dia Chagiii, kalau aku ngelarang dia pasti dia akan mendebat ku lagi" Ucap Cio
"Serena memang adik ku tapi kalau dia salah memilih lelaki aku juga khawatir" Ucap Nuna
"Aku pengen jagain Serena sama seperti dulu tapi aku sekarang jalan aja susah apalagi mau jagain dia" Ujar Cio
"Mulai besok aku putuskan mau ambil kelas di rumah aja" Ucap Cio
"Sampai aku sembuh betul baru aku masuk kampus" Sambung Cio
"Itu lebih baik Berci, soalnya aku bisa pantau kamu lebih mudah" Ucap Nuna
"Soal Serena nanti aku nasehatin dia yah" Ucap Nuna
" Kenapa? selagi kita bisa menasehati dia kenapa enggak? Apa kamu mau adik kita sama seperti Lisa nantinya atau lebih buruk lagi"Ucap Nuna
"Engga Chagii, tapi rasanya aku kecewa sama dia, dia lebih bela Digo ketimbang aku" Ucap Cio
"Kita nasehatin dia pelan-pelan yah, Serena itu anak nya penurut kok tapi dia lagi terlena sama cinta aja makanya kaya gitu" Ucap Nuna dan Cio menganguk
Cio melanjutkan makannya dan dia sampai habis 2 piring dengan porsi besar
Disisi Serena
Serena baru pulang ketika hari sudah gelap dan ketika dia masuk ke mansion dia dicegat oleh Mommy dan Daddy nya
"Jam berapa ini Serena? " Tanya Daddy Rio dan Serena gelagapan sebab melihat Daddy dan Mommy nya
"Darimana kamu sayang? " Tanya Mommy Intan lembut
"Jawab Daddy! " Desaknya bahkan nada bicara Daddy Rio juga meninggi
"Aku jalan sama temen Daddy" Jawab Serena tapi tidak berani menatap wajah Daddy nya
"Perjanjian kita apa Serena? siapa yang ijinin kamu jalan sama cowo" Tanya Daddy Rio sebab dia pasti tahu apa yang di lakukan putrinya
__ADS_1
"Daddy tahu? " Ujar Serena
"Apa yang Daddy gak tau hah? Baru 2 minggu kamu di tinggal disini, kamu sudah berani seperti ini" Omel Daddy Rio
"Jauhi dia atau Daddy dan Mommy akan kecewa sama kamu" Suruh Daddy Rio
"Gak bisa Daddy" Jawab Serena pelan
"Kamu lebih pilih kami kecewa ketimbang melepaskan laki-laki yang brengsek seperti itu" Ucap Daddy Rio tapi Serena hanya diam tidak menatap Daddy dan Mommy nya
"Baiklah jika itu pilihan kamu" Ucap Daddy Rio lagi
"Ay biarkan saja dia" Ucap Daddy Rio lalu mereka meninggalkan Serena tapi Mommy Intan seakan-akan berat meninggal ruang tengah tapi tangannya di tarik oleh Daddy Rio
Serena menatap Daddy Rio dan Mommy yang meninggalkannya
"Tadi ka Cio sekarang Daddy dan Mommy" Ucap Serena bahkan wajah nya sudah penuh air mata
Hari berganti malam
Nuna dan Cio sedang berada di kamar mereka, Nuna sedang membantu Cio yang belajar berjalan
Sering Cio terjatuh tapi Nuna terus memberinya semangat dan membantunya juga
Cio hanya bisa berjalan 2 langkah setelah terjatuh jika tanpa alat bantu jalan nya
Nuna seperti mengajar kan anak kecil yang berjalan tapi ini berbeda, dia adalah suaminya
Cio kembali terjatuh dan kali ini Cio sudah tidak sanggup untuk berdiri sebab kaki nya yang mulai sakit
Dia pun tergeletak di lantai dengan lenentang lalu Nuna ikut dengan kepala di dada suaminya.
"Gak usah di paksakan" Ujar Nuna
"Iyah" Jawab Cio
"Daddy tadi chat aku, dia marah besar sebab Serena dekat dengan Digo" Ujar Cio
"Daddy nyalahin kamu" Tanya Nuna
"Bukan nyalahin tapi kaya kasih tahu ke aku, jadinya aku harus apa kalau seperti ini" Jawab Cio
"Aku yang bakal kasih tahu Serena nanti yah" Ucap Nuna
"Dia sedang jatuh cinta tapi cintanya malah di tentang, aku yakin kalau aku yang dekatin pasti dia mau dengar" Ucap Nuna
"Kamu yakin" Tanya Cio
"Semua orang lagi nyalahin dia kan? kalau aku masuk kayanya dia mau dengar nanti" Ucap Nuna
__ADS_1
"Aku percayain ke kamu aja deh" Ucap Cio