
Cio sedang duduk di sofa sedang laptop di depannya dia sedang mengerjakan tugas yang di berikan dosennya
Sedangkan Nuna asik dia lantai bawah melihat peliharaan ikannya Cio
Cio menerima telpon tapi bukan nomor yang di kenal dan dia enggan mengangkatnya
Lalu nomor itu menelpon lagi dan kali ini Cio mengangkatnya
"Cio" Panggilnya dia adalah Digo
"Jangan matiin telpon nya gua mau ngomong tentang Serena" Ujar Digo lagi
"Jauhin adik gua" Jawab Cio
"Gua suka sama Serena Cio, gua mohon ijinin gua dekat sama dia lagi" Ucap Digo
"Gak akan! " Tolak Cio
"Serena juga suka sama gua, kenapa lu selalu halangin kami berdua? apa lu gak rela kalau Serena punya pacar? apa lu cemburu? " Tanya Digo
"Adik gua gak pantas buat laki-laki brengsek kaya lu, Dia udah lupain lu" Jawab Cio lalu Cio mematikan telponnya bahkan langsung memblokir nomor Digo
"Dasar bodoh" Ujar Cio merutuki sikap Digo
Disisi Nuna
Nuna sejak tadi merasa senang sebab melihat sepasang paus orca yang berenang di depannya
Di temani 10 orang bodyguard di belakang nya "Ini paus nya gak papa kalau di akurium gede gini? " Tanya Nuna
"Tidak Nona. Sebab kebutuhan paus dan ikan disini sudah terpenuhi" Jawab Bodyguard
"Ini sepasang kan? " Tanya Nuna
"Iyah" Jawab Bodyguard
"Sudah punya keturunan? " Tanya Nuna
"Belum Nona" Jawab Bodyguard dan dia menganggukkan kepalanya
"Daddy punya race balapan di bawah mansion nya sedangkan suamiku punya aquarium yang berisi bermacam-macam ikan, unik banget yah keluarga suamiku" Ucap Nuna
"Kenapa Nona tidak minta sesuatu juga pada tuan muda? " Saran Bodyguard nya
"Minta apa? " Tanya Nuna
"Apapun Nona" Jawab Bodyguard
"Apa aku harus minta parkiran sepeda? " Tanya Nuna dan mereka semuanya tertawa mendengar pertanyaan Nuna
"Nona suka apa? " Tanya Bodyguard yang ada di kiri nya Nuna
"Suamiku" Jawab Nuna mereka semuanya hanya geleng-geleng
Nuna menempelkan tangannya ke kaca aquarium nya dan paus nya langsung mendekati Nuna
Nuna sangat senang sampai lupa dengan pertanyaan bodyguard nya tadi
2 paus orca itu berputar-putar di dekat Nuna "Ukuran mereka sangat besar berapa ukuran aquarium ini? " Tanya Nuna
__ADS_1
"Kurang lebih 2 hektar" Jawab Bodyguard
"Woah besar sekali" Jawab Nuna
"Kalian sehat-sehat yah paus" Ujar Nuna lalu ikan paus itu berteriak seakan-akan mengiyakan jawaban Nuna lalu mereka pergi meninggalkan Nuna
"Ikan nya jinak" Ucap Nuna
"Aku lapar" Ujar Nuna lagi lalu dia berjalan keluar
Di pintu dia bertemu Cio yang ternyata ingin menghampiri Nuna juga
"Kok keluar? ku kira masih di dalam" Ujar Cio lalu Nuna malah memanyunkan bibirnya sambil meminta di gendong oleh Cio
"Aku lapar Berci, cemilan ku habis di dalam tadi" Jawab Nuna
"Mau makan apa? " Tanya Cio sambil menggendong Nuna gaya monyet
"Tiba-tiba aku mau makan nasi goreng tapi kamu yang buat boleh" Pinta Nuna
"Bisa tapi kalau gak enak gimana? " Tanya Cio
"Coba aja dulu" Jawab Nuna
"Yahhhh" Mohon Nuna
"Iyah Iyah" Jawab Cio
"Gas kita ke dapur" Ajak Nuna semangat membuat Cio geleng-geleng melangkah istrinya
Mereka sampai di dapur dan Cio kedudukan Nuna di bar dapur lalu dia menuju tempat memasak
Para pelayan juga menyiapkan bahan-bahannya sedangkan Cio hanya tinggal memasukkan semua bahan-bahan yang sudah di siapkan oleh para pelayan itu
Cio mulai menghidupkan kompor listriknya dan meletakkan wajan nya lalu dia garuk-garuk kepala sebab bingung
"Semangat Berci" Ujar Nuna yang ada di belakangnya
Dengan bimbingan para pelayan nya Cio mulai memasukkan bahan-bahan nya lalu mengaduk nya
Cio agak takut dengan percik kan minyak ketika dia memasukkan telor ke dalam wajan tadi dan Nuna malah menangis di belakang nya
"Berci" Panggil Nuna dan Cio menoleh
"Chagii kamu kenapa nangis? " Tanya Cio tapi dia masih harus fokus pada masakannya
"Aku jahat banget sama kamu Berci" Ucap Nuna sambil menangis
"Gak kok" Jawab Cio sambil mengaduk nasi goreng nya
"Itu masak kena minyak gara-gara aku" Ucap Nuna
"Gak kok, cuma sedikit aja. Ini udah gak kok" Jawab Cio
"Udah-udah jangan nangis lagi, laper yah makanya nangis"Ujar Cio
" Udah Berci gak usah masak nanti kamu kena minyak lagi"Larang Nuna sambil mehentakkan kakinya seperti anak kecil
"Gak kok Chagii" Ujar Cio
__ADS_1
"Ini udah mateng? " Tanya Cio pada pelayannya
"Sebentar lagi tuan" Jawab Pelayannya dan Cio masih mengaduk-aduknya nasi goreng nya lalu dia mencicipi masaknya
"Woah enak" Ujar Cio tak percaya
"Berciii sini" Rengek Nuna yang masih melarang Cio memasak padahal dia tadi yang mau Cio memasak
"Udah belum? " Tanya Cio lagi
"Sudah" Jawab Pelayan dan Cio mematikan kompornya menyiapkan nya dengan cantik di piring
Cio meletakkan piring nasi goreng ke hadapan Nuna "Tara sudah mateng" Ujar Cio sambil tersenyum di depan Nuna
"Kamu kenapa sih baik banget ke aku? " Tanya Nuna dengan mata berkaca-kaca
"Kan aku sayang ke kamu Chagii, kamu juga tadi yang minta aku yang masakin masa aku gak masakin kamu" Jawab Cio
"Aku juga sayang" Ujar Nuna sambil merentangkan tangannya meminta di peluk bahkan tangis Nuna semakin kencang
Cio kebingungan dengan tingkah Nuna "Siniiii" Suruh Nuna
"Iyah! Iyah" Jawab Cio menurut dan mendekati Nuna lalu memeluk Nuna sambil mencium kening Nuna
"Aku juga sayang banget ke kamu Berci" Ujar Nuna sambil memeluk dengan erat suaminya
Lalu Nuna melongak menatap Cio "Berci kamu sayang gak ke aku? " Tanya Nuna manja
"Uhhh sayang sekali" Jawab Cio dengan sabar menghadapi tingkah Nuna
"Sayang aja atau sayang banget? " Tanya Nuna
"Sayang banget lah masa sayang aja" Jawab Cio
"Mana tadi yang kena minyak? " Tanya Nuna sambil memeriksa tangan Cio
"Udah gak papa kok" Ujar Cio
"Sekarang di makan dulu yah, katanya laper" Suruh Cio
"Aku gak mau lagi suruh kamu masak" Ucap Nuna
"Iyah-iyah sekarang makan dulu yah cantik" Suruh Nuna
"Mau ku suapin? " Tanya Cio lalu Nuna mengangguk
Cio pun duduk disamping Nuna meraih piring nasi goreng nya dan menyuapi Nuna
"Gimana enak? " Tanya Cio
"Enak" Jawab Nuna tapi matanya masih berkaca-kaca akibat menangis tadi
"Kenapa harus nangis gini sih?" Ucap Cio sambil menghapus air mata Nuna
"Aku gak rela kamu kenapa-napa walaupun cuma minyak" Ujar Nuna dengan mulut penuh dengan nasi goreng membuatnya sangat menggemaskan bahkan Cio tertawa melihatnya
"Makasi karena sudah begitu khawatir ke aku" Ujar Cio
"Sama-sama jawab Nuna lalu menyandarkan kepalanya di dada cio sambil mengunyah makannya
__ADS_1