SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 38


__ADS_3

Disisi Cio dengan King


Mereka pun sampai di negara K tapi mereka malah langsung disarankan untuk pergi ke apartemen untuk istirahat dan juga untuk tidak kemana karena badai salju yang masih belum reda sejak tadi


Didalam mobil menuju apartemen Cio terus melamun membuat King menjadi kasihan pada sepupunya


"Kita akan bawa dia pulang Cio! " Ucap King sekaligus menenangkan Cio lalu dia hanya membalas anggukan


20 menit perjalanan mereka sampai di apartemen yang sudah King pesan


Cio ketika masuk dia langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur sedangkan King di duduk disofa untuk melepaskan bajunya yang terkena salju tadi


"Nuna kamu dimana? jangan sampai aku datang terlambat dan kamu kenapa-napa" Batin Cio


"Nuna ayo kita benar-benar ingin perbaiki semuanya dan jadilah istriku yang penurut" Sambung Cio


Disisi Nuna


Nuna sedang duduk di sofa dengan tatapan kosong, Juan melihat Nuna seperti itu menjadi kasihan tapi dia juga harus menjalankan perintah yang sudah di suruh kepada nya


"Nunaaaaa" Panggil Juan dan ikut duduk disamping Nuna tapi dia buru-buru berdiri tapi ditahan oleh Juan


"Mari bicara! kita satu apartemen dan satu kamar kenapa sejak tadi tidak ada ngobrol? " Ajak Juan sambil menahan bahu Nuna


"Aku jemput kamu jauh-jauh dan pakai uang bukan hal yang mudah tapi yang kudapat seharusnya lebih bukan sebuah boneka" Sambung Juan


"Aku mau pulang Juan" Pinta Nuna lirih


"Menikahlah dengan ku maka kita akan pulang karena memang aku adalah jodoh yang sudah di siapkan untuk kamu" Jawab Juan dengan serius


"Aku tidak akan mau menikah dengan mu! " Ucap Nuna dan dia menjauh dari Juan


"Kenapa? Tanya Juan


" Kamu gak akan bisa pulang Nuna kalau bukan dengan ku"Ucap Juan


"Hanya itu persyaratan dariku jika kamu ingin pulang" Ucap Juan lagi


Nuna terdiam dia benar-benar tidak bisa mengatakan apapun lagi


"Pikirkan semuanya Nuna! aku tunggu 1 kali 24 jam jika kamu tidak menjawab nya aku akan melakukan nikah paksa" Ancam Juan lalu dia pun berdiri menuju ranjang


"Nunaaaaa"


"Nunaaaaaaaa"


"Nunaaa"


Nuna mendengar suara seseorang memanggil namanya dan dia mencari-cari suara itu tapi tidak menemukannya tapi suara nya kecil


Nuna masih mendengar suara itu lalu dia berusaha mengingat suara itu sampai dia teringat seseorang


"Bercio!" Ucap Nuna pelan takut Juan mendengar nya

__ADS_1


"Apa dia ada di sekitar sini? " Tanya Nuna pada dirinya sendiri


"Tapi bagaimana bisa dia ada disini? " Sambungnya


Tapi hati Nuna merasa lega jika itu benar-benar Cio pikirnya dia menundukkan kepalanya lalu mengelus cincin pernikahannya dengan Cio


"Aku harap itu benar-benar kamu Berci, aku mohon itu kamu" Batin Nuna


Nuna menyeka air matanya karena dia benar-berharap yang dia dengar adalah Cio karena dia sangat takut jika lama-lama bersama dengan Juan


Juan menatap Nuna yang masih berdiri sambil menundukkan kepalanya


"Nuna kemarilah! " Suruh Juan lalu Nuna mengangkat kepalanya menatap Juan


"Aku gak mau! " Jawab Nuna dan Juan pun hanya tersenyum tipis


"Andai cuaca nya bagus aku mau ajak kamu jalan-jalan" Ucap Juan


"Kamu duduk aja nanti kalau berdiri terus kamu bisa cape" Hcal Juan


"Nuna misalnya nanti kita pulang lagi ke negara kamu, Kita akan bahagia disana dengan anak-anak kita? " Ucap Juan tapi Nuna hanya diam membuat Juan menghela nafasnya


"Nuna siapa sih yang sedang kamu pikirkan dan bahkan kamu jaga hati nya? " Tanya Juan


"Jordi! " Jawab Nuna mantab dan Juan terkekeh karena Nuna menjawab dengan cepat beda jika ditanya tentang hal apapun


"Oh laki-laki yang sering menyia-nyiakan kamu itu? " Ujar Juan


"Hendra!cari orang namanya Jordi dia adalah orang dekatnya Nuna,lalu habisi" Suruh Juan dengan serius lalu dia mematikan ponselnya sepihak, Nuna yang mendengar itu langsung berteriak


"Juannnnn! " Teriak Nuna tapi Juan hanya bersikap cool seakan-akan tidak terjadi apa-apa


"Kita tunggu saja kabar dan foto dari Hendra bagaimana Hendra menghabisi Jordi itu" Ucap Juan dan Nuna menangis hebat karena Juan menyuruh orang untuk menghabisi Juan


"Aku mohon jangan Juan" Pinta Nuna lirih


"Sebegitunya kamu ke dia? padahal mungkin dia gak cariin kamu sekarang" Jawab Juan


"Aku mohon jangan Juan" Pinta Nuna lagi


"Berhenti lah memohon Nuna karena apa yang ku perintah kan tidak akan pernah ku tarik kembali" Ucap Juan


Nuna tak sanggup berdiri dan malah pingsan membuat Juan panik dan dia pun mendekati Nuna lalu menggendong nya menuju ranjang, merebahkan nya dengan perlahan


Juan berdiri menatap Nuna yang memohon padanya dia juga menghapus air Nuna


"Dia hanya parasit Nuna dan sepantasnya memang di basmi" Ucap Juan


Disisi Cio


"Kapan badan salju nya akan reda King? kalau gini terus bisa-biaa Nuna kenapa-napa" Ucap Cio yang sejak tadi gelisah


"Sabarlah Cio emangnya lu mau mati konyol? " Tanya King

__ADS_1


"Ini sudah terlalu lama" Jawab Cio dan dia pun bergegas untuk mencari Nuna tapi King menahannya


"Cio gua bilang sabar! " Ucap King sambil berdiri di depan Cio


"Lu cari dia tapi lu gak tau gak cari kemana tapi malah yang ada lu yang akan kenapa-napa bisa-bisa gua yang di omelin aunty Intan" Ucap King


"Kalau lu keluar bisa-bisa lu terkena hipotermia" Sambung Cio


"Sejak tadi aja para bodyguard belum menemukan istriku bagaimana gua bisa duduk tenang disini? " Tanya Cio


"Jangan karena cinta lu bodoh Cio! Lu cuma pikirin perempuan itu? tanpa pikirin wajah wanita yang sudah melahirkan lu itu sedih liat lu kenapa-napa? " Tanya King


"Mikir sedikit Cio jangan terlalu pakai ambisi" Sambung King


"Bodyguard mungkin kesusahan mencari karena memang karena salju" Ucap King


"Apa sesulit itu mencari alamat keluarga Figo? " Tanya Cio


"Aku tidak akan tenang jika ancaman istriku akan di nikahkan" Teriak Cio


King terdiam sambil menghela nafas dengan berat tapi dia mulai menganggukkan kepalanya


"Gua sangat khawatir dengan Nuna King" Ucap Cio lagi tapi sedikit tenang


"Misalnya Nuna kenapa-napa di buat orang itu kita habisi dia disaat itu juga"Sambung Cio


"Yah! " Jawab King


"Bagaimana kalau kita minum kopi? " Ajak King dan dia menganggukkan kepalanya


"Apa yang lu pikirkan sampai-sampai lu masih bisa ajak gua buat minum? " Tanya Cio tapi King tidak menghiraukan nya dan menarik tangan Cio


Mereka berjalan menuju dapur untuk membuat kopi dan King yang membuat Kopi untuk mereka


Setelah jadi dia menyajikannya untuk mereka seruput berdua sambil mengobrol


"Lu baru aja masuk kuliah bro! masa lu juga nikah?mana pernikahan nya kacau gini" Ucap King membuat Cio terkekeh


"King lu udah punya calon?" Tanya Cio


"Calon? selera ku terlalu tinggi makanya aku belum mendapat kan yang pas" Jawab King


"Mendapatkan yang pas? lu aja gak pernah dekat ke siapapun" Ucap Cio


"Cape Cio kalau harus jatuh cinta berkali-kali, enaknya itu jatuh cinta terus langsung menikah kan enak pacaran setelah nikah" Ujar King


"Gua juga lagi fokus sama semua bisnis Papi dan Opah karena gua kan penerusnya" Sambung King


"Bukannya bisnis sudah di luar keluar kepala? bukannya kita di ajarin bisnis sejak sekolah dasar sama Daddy dan Papi kita? " Tanya Cio


"Itu benar tapi gua sampai saat ini masih belum menemukan wanita yang cocok" Jawab King dan dia menyeruput kopi nya,Cio diam dan ikut menyeruput kopinya


"Karena aku mencintai mantan istri Papi" Batin King

__ADS_1


__ADS_2