SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 42


__ADS_3

Nyonya Figo yang melihat suaminya terdiam pun ikut terdiam melihat anak muda yang dengan hebatnya membungkam suaminya


"Nih orang gak mau bilang apa kalau dia suaminya Nuna? " Batin King


"Berani sekali kamu mengancam saya! apa kamu tidak tahu siapa saya" Ucap Tuan Figo pada Cio


"Untuk apa? Anda terkenal di negara ini bukan di negara saya" Jawab Cio.


"Stop pah! buat apa kalian saling mengancam? " Tegur Nyonya Figo


"Suami anda yang lebih dulu menguji saya! jika Nuna sudah sembuh nanti saya bawa dia pulang" Ucap Cio dengan nada tegas


Tuan Figo langsung menarik kerah baju Cio setelah Cio mengancam akan membawa Nuna pergi


"Jangan harap! " Ucap Tuan Figo


"Anda siapa? " Tanya Cio santai dan dia mendorong Tuan Figo sampai tanganya terlepas dari bajunya


King merasa kesal melihat keributannya mungkin tidak berujung aplagi melihat Cio yang masih lemah


King berdiri didepan Cio dan Juga Tuan Figo lalu dia mengacungkan pistol nya ke arahnya Tuan Figo dengan wajat datar


"Anda belum tentu orang tuanya Nuna jadi jangan berharap banyak! " Ucap King


"Bahkan Nuna saja belum mau menjadi anak-anak kalian" Sambung King membuat Cio mengerucut alisnya


"Menurutku yang lebih berhak atas Nuna tetap lah sepupu ku walaupun kalian orang tuanya" Tambah King


"Dan berhentilah membuat keributan disini! Nuna dalam sedang berjuang melawan kritisnya atau Anda yang saya masukkan juga ke dalam ruang operasi" Ancam King pada Tuan Figo sambil mengacungkan pistolnya ke kepala Tuan Figo


"Apa maksud kamu jika dia berhak atas Nuna? " Tanya Nyonya Figo pada dua pria didepannya ini


"Aku adalah suaminya Nuna!" Jawab Cio membuat mereka berdua sangat terkejut

__ADS_1


"Jika anda adalah benar adalah Mamahnya kandungnya aku mohon restu mu Mamah" Ucap Cio lembut pada Nyonya Figo


"Mustahil! " Ucap Tuan Figo dengan nada tinggi


"Bagaimana bisa kamu adalah suaminya? kamu itu sudah jelas masih bocah! " Ucap Tuan Figo


Tapi Cio tidak menghiraukan pertanyaan Tuan Figo sedangkan King menyimpan Pistolnya kedalam jaketnya


"Cio keadaan lu masih masih lemah lebih baik lu duduk dulu" Suruh King dan dia menarik Cio lalu duduk


"Mah duduk! " Tawar Cio sopan pada Nyonya Figo membuatnya tersenyum berbeda dengan suaminya


"Anak yang sopan apa mungkin karena ini Nuna mau menikah dengan nya? " Batin Nyonya Figo


Cio merasa kepalanya berkunang-kunang bahkan pusing tapi dia menahannya sambil terus bersikap santai


"Cio lu disuruh Aunty Intan buat aktifin ponsel lu karena dia selalu tanyain lu ke gua apalagi Serena" Suruh King


"Gua males aktifin nya King, gua gak mau bikin dia khawatir" Ucap Cio


"Nantilah" Jawab Cio


Ponsel King malah berdering yang menelpon nya adalah Intan dan King memperlihatkan nya pada Cio lalu dia mengambilnya dan mengangkat nya.


"Hallo Mom? " Ujar Cio lembut


"Cio kenapa kamu pergi ke luar negeri gak bilang ke Mommy? disana kan cuacanya lagi gak baik, Mommy takut kamu kenapa-napa" Ucap Intan dengan panjang lebar


"Mommy tau kan kenapa aku kesini? pasti Mommy tau kan" Tanya Cio


"Mommy tau sayang tapi bisa kan kamu suruh yang lain aja jangan kamu, Mommy takut kamu masuk rumah sakit karena kamu kurang bisa terkena cuaca ekstrem" Jawab Intan


"Cio gak papa Mommy! Contohnya aja Cio masih bisa jawab telepon Mommy kan" Ucap Cio

__ADS_1


"Aku nanti akan pulang kok Mommy! Cio akan pulang dengan sehat nantinya" Sambung Cio


"Kamu yakin sayang? kamu jangan bohongin Mommy" Ucap Intan terdengar khawatir pada putra sulungnya


"Sangat yakin Mommy! " Jawab Cio


"Love you Mom" Ucap Cio


"Aktifin ponsel kamu yah sayang" Suruh Intan


"Gak balas love aku Mom? " Tanya Cio dia bahkan tersenyum


"Love you more son" Jawab Intan


"Cio matiin yah, nanti Cio telpon lagi lewat ponsel Cio" Ucap Nya


"Janji yah" Ujar Intan


"Janji Mom" Jawab Cio


"Iyah kamu kabarin Mommy terus yah" Ucap Intan


"Iyah" Ucap Cio lalu dia mematikan ponsel nya


"Aunty Tiara gak telpon lu? " Tanya Cio


"Udah tapi sering gak gua gubris cerewet" Jawab King membuat Cio geleng-geleng kepala


Cio menghela nafasnya sejak tadi dia menahan kesedihan nha karena Nuna terkena tembak demi menyelamatkannya


"Nuna semoga operasi kamu berhasil yah dan aku akan sangat berterimakasih karena sudah menolongku" Batin Cio


Cio menahan air matanya yang ingin jatuh karena memikirkan Nuna dan Nyonya Figo sejak tadi memperhatikan Cio mulai dia ber teleponan dengan Intan sampai Cio melamun

__ADS_1


"Nuna menyelamatkan remaja ini dengan nyawanya tapi saya bisa melihat beberapa kali dia menahan dirinya untuk tidak menangis bahkan berpura-pura tegar pada Mommy padahal dia wajahnya sangat pucat" Batin Nyonya Figo


"Seperti nya dia sangat tulus pada Nuna"Sambungnya


__ADS_2