SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 170


__ADS_3

Serena di antar oleh King ke kampus dan ketika dia keluar dari mobil King. Ada Gery dan Digo yang langsung mendekati Serena, King melihat itu dia juga langsung keluar


King melepaskan jas nya dan langsung memasangkan nya ke Serena, karena sikap King, Serena terkejut bahkan dia menatap percaya jika King akan melakukan hal itu


"Hari nya gerimis kamu pakai ini dulu sampai ke kelas" Ujar King dan dia mengantarkan Serena sampai ke kelasnya


Gery dan Digo tak berani mendekati Serena, sebab mereka mengira jika King ada lah Gebetan dari Serena


King melirik dengan ekor matanya ke arah Gery dan Digo yang sedang berjalan mengikuti nya dengan Serena


"Cio kapan ke sampai ke kampus? " Tanya King


"Mungkin sebentar lagi soalnya jadwal kami sama terus" Jawab Serena


"Ka King mau anter aku sampai kelas? " Tanya Serena karena King tak kunjung menghentikan langkah nya mengikuti Serena menuju kelas


"Yah! Aku cuma penasaran dimana kelas kamu" Jawab King


"Aku ngerasa jadi anak SD lagi kalau gini" Bisik Serena pelan


"Kamu ngomong apa? " Tanya King


"Gak ada ngomong apa-apa" Jawab Serena


Serena sampai kelasnya dan di depan kelasnya Serena berhenti. Serena mengembalikan jas King yang dia pakai sebelum nya


"Makasih Ka" Ujar Serena


"Sama-sama" Jawab King dan dia mengambilnya lalu pergi


King berpapasan dengan Gery dan Digo yang tadi yang masih berpura-pura berdiri sambil mengobrol


King ikut berdiri dengan mereka lalu memukul kepala keduanya sedang cukup keras


"Jangan seperti maling" Ujar King tegas. Mendengar ucapan King mereka langsung saling tatap


"Target kalian sangat istimewa. jika kalian masih nekad, kalian berhadapan dengan ku" Sambung King lalu dia pergi berjalan dengan santai


"Cuma ngomong kaya gitu aja tapi rasanya kaya takut" Batin Gery


"Kenapa King bisa dekat sama Serena? apa jangan-jangan mereka di jodoh kan" Batin Digo


Disisi Cio


Cio sudah ingin berangkat tapi Nuna malah sejak tadi merengek minta ikut ke kampusnya


Cio melarangnya sebab takut Nuna akan kenapa-napa ujar nya tapi Nuna malah ngambek seperti anak kecil


Nuna duduk di atas sofa dengan tangan melipat di dada, ekpresi nya juga cemberut dan King menggaruk kepalanya

__ADS_1


"Chagiii kamu di rumah aja yah" Ujar Cio lembut bahkan sambil mengelus rambut istirahat nya


"Aku ikut" Jawab Nuna yang masih pada pendirian nya


"Emangnya kenapa? biasanya juga kalau aku ikut kamu juga langsung bawa aku, kenapa sekarang gak? " Tanya Nuna


"Kan kata kamu tadi pinggang kamu sakit Chagii, kampus dari sini lumayan jauh, lebih baik kamu istirahat aja" Jawab Cio selembut mungkin pada Nuna


"Sekarang udah gak" Jawab Nuna


"Nurut yah" Ucap Cio


"Iyah! sana pergi" Usir Nuna bahkan Nuna meninggalkan Cio menuju kamarnya


Cio hanya diam menatap Nuna yang berjalan meninggalkannya


"Kembalikan istriku yang dulu" Ucap Cio dan dia juga pergi sebab sudah hampir terlambat jika dia harus membujuk Nuna dulu


Nuna berdiri di tangga, dia mengira jika Cio akan mengejarnya ternyata tidak membuatnya hanya bisa menghela nafas panjang


"Apa sikap ku berlebihan yah akhir-akhir ini? " Batin Nuna


"Aku gak ngerti juga gak ngerti sama diriku sendiri, Sebab manja ke Berci itu kaya harus gitu" Batin Nuna lagi


Disisi Cio


"Tuan saya ada info tentang Nona Serena" Ujarnya


"Apa itu? " Tanya Cio


"Kemarin Nona kecil mengalami insiden yang hampir membuat nya merenggang nyawa" Jawabnya


"Langsung saja! " Ujar Cio


"Ada yang sengaja ingin menabraknya dan pelakunya adalah Lisa" Jawab Bodyguard


"Sialan" Teriak Cio


"Kenapa tidak kalian tindak? aku tidak bisa melakukan nya sebab istriku sangat sensitif" Ujar Cio


"Kami sudah ingin membalasnya tapi Nona kecil malah melarangnya" ujar Bodyguard


"Kenapa? " Tanya Cio


"Saya tidak tahu Tuan" Jawab Bodyguard


"Saya sedang menyetir, kalian buat sesuatu agar perempuan itu jera" Ucap Cio


"Baik Tuan" Jawab Mereka

__ADS_1


45 menit perjalanan Cio pun sampai ke kampus nya dan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu dan langsung menuju kelasnya


Cio mendengar suara Lisa tertawa dengan Jessica, dia mencari darimana tawanya Lisa dan dia menemukan Lisa sedang berdiri di tangga dengan Jessica sambil mengobrol.


Cio mendekati nya ketika sudah dekat Cio langsung menarik tangan Lisa ingin membawanya pergi


"Ikut gua! " Ajak Cio sambil menarik tangan Lisa


Lisa terkejut dengan sikap Cio dan malah ikut-ikut saja kemana Cio akan membawanya


Cio membawa Lisa ke rooftop kampus, tempat perkelahian Jessica dan Serena dulu


Cio langsung mengunci pintunya dan mendorong Lisa sampai terjatuh ke tanah


"Cio kamu mau bawa aku kesini? " Tanya Lisa dan meringis sebab Cio mendorong nya cukup kuat


"Lu mau bunuh Serena? lu kan yang kemarin mau tabrak dia? " Ujar Cio tanpa basa-basi


Lisa langsung diam seribu bahasa lalu dia berdiri dengan perlahan


"Aku mau pergi" Ujar Lisa tapi ditahan oleh Cio


"Lu gak akan pergi sampai lu dapat hukuman dari gua" Ujar Cio dan dia langsung memukul wajahnya Lisa sampai Lisa kembali terjatuh ke tanah, hidung Lisa juga mengeluarkan darah akibat pukulan Cio


"Ampun Cio" Mohon Lisa bahkan dia sudah menangis


Cio tak perduli dan dia menyeret Lisa sampai ke ujung rooftop itu berniat ingin menjatuhkan Lisa


"Kemarin lu udah mau bunuh istri dan anak gua, sekarang Serena tapi semua gagal kan? kalau gitu kematian lu gak boleh gagal" Ucap Cio sambil terus menarik baju Lisa membawanya ke ujung rooftop


Lisa berteriak hebat tapi teriak nya hilang ketika dia melihat kebawah yang benar-benar tinggi


Lisa langsung hampir tak sanggup berdiri melihat ketinggian rooftop ke bawah, bahkan mahasiswa yang berjalan pun seperti semut


"Ampuni aku Cio" Ujar Lisa memohon


"Gak akan! " Jawab Cio yang terus ingin menjatuhkan Lisa ke bawah


"Aku janji akan berbuat baik dan gak akan seperti itu Cio" Janji Lisa agar Cio melepaskan nya


"Hanya kematian yang bisa buat lu tentram Lisa" Ucap Cio


Lisa pingsan dan dia terjatuh tepat di pelukannya Cio tapi Cio terdiam sejenak


Cio membawa Lisa ketempat yang berteduh sebab di atas situ sangat panas


"Lisa! " Panggil Cio sambil menepuk-nepuk pipinya Lisa tapi dia tidak kunjung sadar


Cio meninggalkan Lisa yang masih pingsan begitu saja di sana

__ADS_1


__ADS_2