
Pukul 14.05 Serena datang ke mansion Cio dia langsung menuju kamar Nuna
Ketika dia masuk ada teman-temannya Nuna, Syifa, Wati dan Pritta mereka langsung menjadi canggung setelah ada Serena, sedangkan Cio kembali ke ruang belajar nya sebab dia ada kelas sampai sore
"Siang ka Nuna" Sapa Serena ramah
"Akhir kamu datang juga" Ucap Nuna tersenyum
"Gimana keadaan kaka? sudah membaik? kalau belum aku panggilkan ke Hellen lagi" Tanya Serena
"Kaka sudah mendingan tapi nafsu makan aja yang kurang" Jawab Nuna
"Tapi kaka terus paksain kok buat bisa makan" Sambung Nuna
"Bagus deh kan, nanti aku minta ka Hellen buat kirim obat penafsu makan yah" Ucap Serena
"Iyah" Ucap Nuna
"Oh Serena kenalin, nih teman-temannya kaka yang mau kaka kenalin waktu itu ke kamu" Ucap Nuna mengenalkan ketika orang yang diam menatap Serena
"Hay, aku Serena. Adik nya ka Cio" Ucap Serena mengenal kann dirinya
"Nih cewe banget, mata mata biru rambutnya bagus banget, manusia atau bidadari sih" Batin Wati
"Senyum nya bagus banget, aku cewe aja suka liatnya" Batin Pritta
"Kamu beneran hidup? kok cantik banget" Ucap Syifa, Nuna dan Serena tertawa mendengar pertanyaan Syifa
"Memangnya aku apa? " Ucap Serena ramah
Tapi mereka bertiga masih terus menatap Serena dengan tatapan kagum sebab karena cantik
Serena duduk di samping Nuna sambil bersandar di sisi ranjang
"Cape banget aku hari ini" Ucap Serena
"Oh ya ka makasih yah, udah mau pinjaman mobil ke aku" Ujar Serena
"Pinjamin mobil? " Tanya Nuna kebingungan
"Iyah, tadi pagi aku pesan ojek online tapi gak ngerti caranya soalnya gak pernah pakai terus pelayan kaka datang, katanya ka Nuna yang suruh aku pakai mobil ka Cio" Ucap Serena
"Aku gak lakuin itu, kaya suamiku tapi dia gengsi deh" Ucap Nuna
"Mungkin karena kemarin makanya dia kaya gitu" Timpal Serena
"Kamu sudah makan? " Tanya Nuna dan Serena menganggukkan kepalanya
"Kaka-kakanya kenapa diam aja? gak nyaman yah ada aku? " Tanya Serena
"Gak kok, kami agak canggung aja soalnya gak pernah ketemu cewe secantik kamu" Jawab Syifa
"Santai aja ka, aku masih makan nasi kok jadi kita sama aja" Ujar Serena
"Iyah sih makan nasi, tapi nasi yang kamu makan premium sedangkan kami beras eceran" Ujar Wati
"Hah beras eceran? " Tanya Serena
__ADS_1
"Aduh kayanya dia gak ngerti ras dompet ke bawah" Ucap Pritta
"Emang ada ka beras eceran? " Tanya Serena pada Nuna
"Ada, itu beras yang belinya perliter" Jawab Nuna
"Oh" Ucap Serena angguk-angguk
"Kayanya seru kalau kita ajarin nantinya" Bisik Syifa ke telinga Wati
"Ajarin apa? " Tanya Wati
"Aku yakin dia gak pernah beli jajanan SD" Ucap Syifa
"Kamu jangan gila, kalau gak cocok bisa-bisa sakit perut tau" Tegur Wati
"Oke gak jadi" Jawab Syifa
"Kalian kenapa kok jadi canggung? " Tanya Nuna
"Masih belum terbiasa sama Serena" Jawab Pritta
"Loh kenapa? santai aja ka, aku gak gigit kok" Ucap Serena
"Oh ya kalian masih kuliah? " Tanya Serena
"Kami sudah selesai kuliah nya, kami sudah tua Serena kamu jangan anggap kami masih kuliah" Ucap Syifa
"Dih kamu aja yang tua, aku belum" Bantah Wati yang tak setuju dengan ucapan Syifa
Serena tertawa melihat perdebatan Syifa dan Wati "Kalian lucu yah" Ucap Serena
"Emang gitu Serena, suka banget berdebat kaya anak kecil padahal cuma hal sepele" Ucap Nuna
"Oh yah?" Ucap Serena dan Nuna menganggukkan kepalanya
"Emmm, kalau sesekali aku ke kos-kostan kalian gimana? " Tanya Serena
"Hah? kalau datang bisa-bisa harga kos-kostan naik Serena" Ucap Pritta
"Hah emang bisa gitu? " Tanya Serena
"Iyalah, soalnya nanti bu kos kami bakal promosi banget dengan bilang kos-kostan di datangin artis" Jawab Syifa
"Aku bukan artis" Ucap Serena
"Tapi cantik banget gini jelas lah bisa di kira artis, apalagi bapak-bapak disana, beuh jelalatan pasti matanya" Ucap Wati
"Boleh gak aku kesana? " Tanya Serena lagi
"Boleh" Jawab Mereka bertiga
"Aku tunggu jawaban itu loh" Ucap Serena dan dia tertawa
Nuna senang sebab Serena bisa berbaur dengan baik dengan teman-temannya
"Pulang nanti foto yah Serena" Pinta Syifa
__ADS_1
"Foto? " Tanya Serena
"Iyah, sebagai kenang-kenangan" Ucap Syifa
"Kami juga" Ucap Wati dan Pritta
"Sayang kalau gak minta foto sama orang cantik" Ujar Pritta
Serena menatap Nuna lalu mereka tertawa karena paham pikiran masing-masing
"Iyah" Jawab Serena
"Kalian tag aja akun sosial media ku, nanti aku bagikan lagi di sosial media ku" Ujar Serena
"Emang kamu gak malu? Nanti pengikut kamu kabur lagi" Ucap Syifa
"Gak papa kok" Jawab Serena
"Ihh baik banget sih" Ucap Syifa gemas dengan Serena
Serena yang pintar berbaur dengan orang baru pun, bisa dengan mudah akrab dengan teman-temannya Nuna bahkan sampai mereka tiga lupa jika hari sudah semakin sore
Mereka pun pulang sedangkan Serena meminta di jemput Daddy Rio pulang ke mansion
Cio datang lagi tapi dengan alat bantu yang kaki nya empat bukan tongkat kali ini
Cio sedikit cepat dengan alat bantu berjalan itu jalannya "Chagii" Ucap Cio sambil berjalan mendatangi Nuna
Nuna tersenyum melihat Cio tapi dia juga terharu melihat suaminya harus seperti sekarang sebab ulah Tuan Figo, sampai sekarang Nuna masih menaruh dendam pada nya
Setelah Mamah Figo memutuskan pergi untuk merawat Tuan Figo dan sejak hari itu juga Nuna tidak bertemu Mamah Figo lagi
Hubungan yang awalnya baik malah di hancurkan oleh Tuan Figo sendiri bahkan Nuna sudah berpikir untuk membaiki hubungan mereka namun setelah pengeroyokan itu Nuna semakin benci
Ketika sudah dekat Cio berhenti sebab dia mengambil nafas dulu sebelum melangkah lagi
"Semangat" Ucap Nuna
"Semangat" Ujar Cio jua lalu dia melanjutkan langkahnya mendekati Nuna
Sampai dia berhasil dan Cio langsung duduk "Ahh benar-benar lelah" Ucap Cio
"Besok kita ke dokter yuk buat periksa keadan kamu dan anak kita" Ajak Nuna
"Aku males kerumah sakit kalau dokter nya aja yang kesini gimana" Tawar Cio
"Mau liat jenis kelamin anak kita gak? " Tanya Nuna
"Emangnya sudah bisa? " Tanya Cio
"Semoga aja bisa" Jawab Nuna
"Oh ya, Ka Hellen sempat tawarin dokter spesialis tulang yang katanya karir sudah bagus menghadapi berbagai keluhan penyakit tulang, kalau kamu mau ka Hellen bisa suruh dia buat jadi dokter pribadi kamu" Ucap Nuna
"Benarkah? aku mau, aku sudah sangat ingin berjalan" Ucap Cio
"Iyah sudah nanti aku bilang ke dia yah" Ucap Nuna
__ADS_1